Site Logo

Program PESAT PADENGO, Karya Mahasiswa UNG yang Membawa Pelayanan Kelurahan ke Era Digital

Siaran PersPengabdianUNG Berdampak
Abdul Wahid Rauf
20 May 2026
11:28 WITA
10 dilihat
Program PESAT PADENGO, Karya Mahasiswa UNG yang Membawa Pelayanan Kelurahan ke Era Digital

Kemampuan mahasiswa tidak hanya diukur dari seberapa baik mereka memahami teori di ruang kuliah, tetapi juga dari sejauh mana mereka mampu menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Semangat inilah yang ditunjukkan mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Jurusan Informatika, Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo melalui pengembangan PESAT PADENGO (Pengembangan Sistem Administrasi Digital Padengo).

Sistem berbasis website tersebut diperkenalkan kepada masyarakat dan perangkat Kelurahan Padengo, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango pada Rabu, 20 Mei 2026 sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa Sistem Informasi.

PESAT PADENGO dirancang untuk mendukung transformasi digital pelayanan publik di tingkat kelurahan melalui penyediaan layanan administrasi yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Kehadiran sistem ini berangkat dari kebutuhan akan layanan administrasi yang lebih efisien di era digital, di mana masyarakat semakin membutuhkan akses layanan yang dapat dilakukan tanpa harus selalu datang langsung ke kantor pelayanan.

Melalui sistem yang dikembangkan, masyarakat kini dapat mengajukan berbagai kebutuhan administrasi secara daring. Proses yang sebelumnya harus dilakukan secara tatap muka kini dapat dilakukan melalui portal digital mulai dari pengisian data, proses verifikasi, hingga penerimaan dokumen administrasi secara elektronik.

Selain layanan pembuatan surat, PESAT PADENGO juga menghadirkan fitur pengaduan masyarakat yang memungkinkan warga menyampaikan berbagai aspirasi maupun permasalahan yang dihadapi di lingkungan mereka. Seluruh laporan yang masuk dapat dipantau dan ditindaklanjuti oleh pihak kelurahan melalui sistem yang terintegrasi.

Untuk mendukung pengelolaan layanan yang lebih baik, sistem juga dilengkapi dengan portal login masyarakat, manajemen data administrasi, pengelompokan laporan pengaduan, serta distribusi dokumen digital yang memudahkan proses pelayanan publik secara menyeluruh.

Pengembangan aplikasi dilakukan menggunakan Framework Laravel 12 yang saat ini banyak digunakan dalam pengembangan sistem informasi modern. Sebelum sistem diimplementasikan, mahasiswa terlebih dahulu melakukan observasi lapangan dan identifikasi kebutuhan bersama perangkat kelurahan. Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan analisis kebutuhan, perancangan sistem, pengembangan aplikasi, pengujian, hingga implementasi dan sosialisasi kepada pengguna.

Sebagai bagian dari proses transfer pengetahuan, tim mahasiswa juga melaksanakan pelatihan penggunaan sistem kepada operator dan perangkat Kelurahan Padengo agar aplikasi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan setelah kegiatan berakhir.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu membantu meningkatkan efektivitas pelayanan administrasi di lingkungan kelurahan. Proses pelayanan menjadi lebih terstruktur, akses masyarakat terhadap layanan publik menjadi lebih mudah, serta pengelolaan administrasi dapat dilakukan secara lebih transparan dan terdokumentasi.

Kegiatan ini kembali memperlihatkan bagaimana mahasiswa Sistem Informasi Fakultas Teknik UNG tidak hanya dibekali kemampuan teknis dalam membangun aplikasi, tetapi juga kemampuan menganalisis kebutuhan pengguna dan merancang solusi yang sesuai dengan permasalahan nyata di lapangan. Melalui pengalaman langsung berinteraksi dengan stakeholder dan masyarakat, mahasiswa belajar bahwa teknologi bukan sekadar produk digital, melainkan instrumen yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ikuti berita lainnya

Rektor UNG Apresiasi Pengukuhan Komisioner KI Pusat 2026–2030, Harapkan Penguatan Keterbukaan Informasi di Era Digital
04 Aug 2026
00:51 WITA

Rektor UNG Apresiasi Pengukuhan Komisioner KI Pusat 2026–2030, Harapkan Penguatan Keterbukaan Informasi di Era Digital

Abdul Wahid Rauf

Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia secara resmi mengambil sumpah jabatan sekaligus mengukuhkan tujuh anggota Komisi Informasi (KI) Pusat periode 2026–2030 dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Ruang Media Center Kementerian Komunikasi dan Digital RI, Senin (3/8). Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 77/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Komisi Informasi Pusat.Pengukuhan ini menandai dimulainya estafet kepemimpinan baru Komisi Informasi Pusat dalam mengemban amanah untuk memperkuat implementasi keterbukaan informasi publik di Indonesia. Selama lima tahun ke depan, para komisioner akan menjalankan berbagai tugas strategis, mulai dari penyelesaian sengketa informasi publik, penyusunan kebijakan teknis di bidang keterbukaan informasi, hingga memastikan implementasi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik berjalan optimal di tengah pesatnya transformasi digital.Momentum tersebut mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk Universitas Negeri Gorontalo (UNG), yang selama ini berkomitmen mendukung tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berbasis pelayanan publik.Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh anggota Komisi Informasi Pusat periode 2026–2030 atas amanah yang diberikan negara. Menurutnya, kehadiran komisioner baru diharapkan semakin memperkuat budaya keterbukaan informasi, sebagai fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik."Kami mengucapkan selamat kepada seluruh Komisioner Komisi Informasi Pusat periode 2026–2030 yang telah resmi dikukuhkan. Amanah ini memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga hak masyarakat, untuk memperoleh informasi yang terbuka, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Eduart.Lebih lanjut, ia berharap kepemimpinan baru KI Pusat dapat terus menghadirkan berbagai inovasi dalam penguatan implementasi keterbukaan informasi publik, terutama di era digital yang menuntut layanan informasi semakin cepat, mudah diakses, dan terpercaya.Dengan kepemimpinan baru Komisi Informasi Pusat, diharapkan sinergi antara pemerintah, lembaga publik, dan perguruan tinggi semakin kuat dalam membangun ekosistem informasi yang terbuka, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola publik yang modern sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan nasional. (**)

74 Mahasiswa Profesi Ners UNG Ikuti PANUM, Awali Langkah Menjadi Perawat Profesional
03 Aug 2026
05:08 WITA

74 Mahasiswa Profesi Ners UNG Ikuti PANUM, Awali Langkah Menjadi Perawat Profesional

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) UNG memperkuat kualitas pendidikan profesi keperawatan, melalui pelaksanaan Penerimaan Kepaniteraan Umum (PANUM) bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Ners Angkatan XXV. Sebanyak 74 mahasiswa resmi memulai tahapan pendidikan profesi melalui kegiatan yang digelar pada Senin (3/8).Kegiatan yang menjadi gerbang awal sebelum mahasiswa memasuki praktik profesi tersebut, dibuka langsung oleh Dekan FOK UNG, Dr. Hartono Hadjarati, S.Pd., M.Pd., AIFO.P., didampingi Wakil Dekan Bidang Akademik FOK UNG, Dr. Nasrun Pakaya, M.Kep.PANUM menjadi momentum penting dalam membentuk kesiapan akademik, etika, dan profesionalisme mahasiswa sebelum terjun ke berbagai wahana praktik klinik, yang akan dilaksanakan selama 3–15 Agustus 2026. Setelah menyelesaikan tahapan tersebut, mahasiswa akan mengikuti Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) selama satu minggu sebagai bekal kompetensi dasar kegawatdaruratan sebelum menjalani praktik profesi di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan.Dekan FOK UNG, Dr. Hartono Hadjarati, menegaskan bahwa Kepaniteraan Umum bukan sekadar kegiatan orientasi, tetapi merupakan proses pembentukan karakter profesional bagi calon perawat. Kepaniteraan Umum menjadi langkah awal bagi mahasiswa Profesi Ners untuk memahami tata laksana pendidikan profesi, etika pelayanan, kedisiplinan, serta tanggung jawab sebagai calon tenaga kesehatan.“Mahasiswa harus memiliki kesiapan akademik, mental, dan keterampilan agar mampu memberikan pelayanan keperawatan yang berkualitas," ujarnya.Menurutnya, profesi perawat menuntut kompetensi yang utuh, tidak hanya dalam penguasaan ilmu dan keterampilan klinis, tetapi juga kemampuan berkomunikasi, empati, integritas, serta tanggung jawab terhadap pasien."Melalui PANUM dan BTCLS, kami berharap mahasiswa semakin siap menghadapi pendidikan profesi, serta mampu menunjukkan kualitas terbaik ketika berada di lahan praktik. FOK UNG berkomitmen menghasilkan lulusan Ners yang kompeten, humanis, berintegritas, dan siap menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat," tambahnya.Sementara itu, Koordinator Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Ns. Ibrahim Suleman, S.Kep., M.Kep., menjelaskan bahwa PANUM dirancang sebagai proses transisi mahasiswa dari tahap akademik menuju tahap profesi.Selama dua minggu pelaksanaan, mahasiswa akan memperoleh pembekalan mengenai aturan akademik, tata tertib pendidikan profesi, mekanisme pembimbingan, capaian kompetensi, hingga berbagai aspek teknis yang akan dihadapi selama praktik klinik."PANUM menjadi fondasi penting sebelum mahasiswa memasuki setiap stase profesi. Kami ingin memastikan seluruh mahasiswa memahami sistem pendidikan profesi, memiliki kesiapan akademik dan mental, serta mampu menjalankan praktik keperawatan secara profesional sesuai standar kompetensi," jelas Ibrahim.Melalui penyelenggaraan PANUM, UNG berkomitmen untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter pelayanan yang humanis dan profesional. Dengan pembekalan yang komprehensif sejak awal pendidikan profesi, lulusan Ners UNG diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta menjawab tantangan dunia kesehatan yang terus berkembang.

PKKMB UNG 2026 Resmi Perkenalkan Logo dan Maskot, Simbol Semangat Kampus Kerakyatan yang Berdampak
31 Jul 2026
08:41 WITA

PKKMB UNG 2026 Resmi Perkenalkan Logo dan Maskot, Simbol Semangat Kampus Kerakyatan yang Berdampak

Abdul Wahid Rauf

Universitas Negeri Gorontalo (UNG) secara resmi memperkenalkan logo dan maskot Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UNG 2026, sebagai identitas yang akan mewarnai seluruh rangkaian pelaksanaan PKKMB tahun ini. Peluncuran logo dan maskot tersebut menjadi penanda dimulainya semangat baru bagi ribuan mahasiswa baru, yang akan bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Negeri Gorontalo.Mengusung tema "UNG Kampus Kerakyatan, Berdampak untuk Semua", logo dan maskot PKKMB 2026 merepresentasikan komitmen UNG dalam membangun kampus yang inklusif, adaptif, dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pendidikan, penelitian, pengabdian, serta kolaborasi yang berkelanjutan.Pada PKKMB tahun ini, Hulo dan Langi tampil sebagai maskot resmi yang akan menemani seluruh rangkaian kegiatan mahasiswa baru. Keduanya hadir sebagai representasi nilai-nilai keberanian, persatuan, optimisme, dan semangat untuk terus belajar serta berkembang.Hulo dan Langi tidak hanya menjadi karakter visual, tetapi juga membawa pesan bahwa setiap mahasiswa baru memiliki kesempatan yang sama, untuk mengembangkan potensi diri, membangun prestasi, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.Melalui kehadiran kedua maskot tersebut, mahasiswa baru diharapkan mampu memulai perjalanan akademik dengan penuh percaya diri, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, menghargai keberagaman, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.Melalui logo dan maskot PKKMB 2026 ini, UNG kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan proses pengenalan kehidupan kampus yang edukatif, inspiratif, dan membangun karakter. PKKMB UNG 2026 diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal budaya akademik kampus sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi unggul yang siap berkarya, berprestasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat sesuai semangat "UNG Kampus Kerakyatan, Berdampak untuk Semua."

UNG Mengukuhkan Ratusan Lulusan pada Prosesi Wisuda ke-62
31 Jul 2026
00:50 WITA

UNG Mengukuhkan Ratusan Lulusan pada Prosesi Wisuda ke-62

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menorehkan langkah penting, dalam mencetak ratusan sumber daya manusia berkualitas melalui pelaksanaan Wisuda ke-62. Sebanyak 700 lulusan dari berbagai program studi resmi dikukuhkan dalam prosesi akademik yang berlangsung khidmat, menandai lahirnya generasi baru yang siap berkarya dan mengabdi bagi masyarakat.Wisudawan yang dikukuhkan berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari program diploma, sarjana, profesi, magister maupun doktor. Prosesi wisuda dipimpin langsung oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., serta dihadiri jajaran pimpinan universitas, senat akademik, keluarga wisudawan, dan para tamu undangan yang turut menjadi saksi keberhasilan para lulusan menuntaskan perjalanan akademiknya.Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Auditorium UNG ketika satu per satu lulusan dikukuhkan. Tepuk tangan keluarga dan sivitas akademika menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan panjang para mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan tinggi di Kampus Kerakyatan.Dalam sambutannya, Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menegaskan bahwa wisuda bukanlah garis akhir dari perjalanan, melainkan awal dari babak baru untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat."Hari ini bukan akhir dari perjuangan, tetapi awal dari pengabdian. Ilmu yang diperoleh selama di bangku kuliah harus menjadi bekal untuk menghadirkan inovasi, solusi, dan karya nyata bagi masyarakat, daerah, dan bangsa," ujar Rektor.Menurutnya, lulusan UNG harus mampu menjadi insan yang adaptif terhadap perubahan, memiliki integritas, serta mampu bersaing di tengah dinamika global yang terus berkembang. Tantangan masa depan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kreativitas, dan kepedulian sosial.Rektor juga mengajak seluruh lulusan untuk terus menjaga nama baik almamater melalui dedikasi dan prestasi di berbagai bidang profesi. Ia meyakini bahwa keberhasilan para alumni akan menjadi cerminan kualitas pendidikan yang dibangun Universitas Negeri Gorontalo."Jadilah agen perubahan di mana pun berada. Bangun karya, ciptakan inovasi, dan berikan manfaat bagi masyarakat sesuai dengan bidang keilmuan yang dimiliki. Itulah makna sesungguhnya dari sebuah pendidikan tinggi," pesannya.Rektor menuturkan momentum wisuda ke-62 menjadi bukti konsistensi UNG dalam menjalankan misinya, sebagai perguruan tinggi yang melahirkan lulusan berdaya saing dan berkarakter. Selain membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik dan profesional, UNG juga terus menanamkan nilai-nilai integritas, kepemimpinan, kolaborasi, serta semangat pengabdian yang menjadi fondasi dalam menghadapi tantangan dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat. (**)

Lihat Semua Berita