Site Logo

Prof. Dr. Arifin Tahir, M.Si, Mantan Supir yang Sukses Menjadi Profesor

Abdul Wahid Rauf
31 Mar 2017
15:19 WITA
2.707 dilihat
Prof. Dr. Arifin Tahir, M.Si, Mantan Supir yang Sukses Menjadi Profesor

 

GORONTALO – Prof. Dr. Arifin Tahir, M.Si telah resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap Universitas Negeri Gorontalo. Namun pencapaian Arifin yang akrab disapa Ka Ipin tersebut, bukanlah pencapaian yang mudah. Perjuangan yang telah dilaluinya mampu mengantarkannya sukses sebagai akademisi.


Arifin Tahir, sosok yang boleh dikata sebagai seorang pejuang dalam berkarya. Bermodal SIM A, ia pun mencoba merintis karir di IKIP Negeri Manado Cabang Gorontalo yang kemudian dipercaya menjadi driver mobil pimpinan kampus kala itu. Dikenal sebagai sosok yang ulet bekerja sejak tahun 1982 sebagai pegawai administrasi dan menjadi sopir, tak menjadi hambatan baginya menuntut ilmu. Waktu senggang ketika menjadi driver inilah digunakan Arifin mengejar ketertinggalan di bangku kuliah. Bermodal semangat, tepatnya pada tahun 1986-1990 ia berhasil menamatkan Studi S1 di IAIN Ujung Pandang Filial Gorontalo. Sejak memperoleh gelar Sarjana, karirnya pun mulai nampak naik. Disamping dipercaya sebagai dosen luar biasa mata kuliah Pendidikan Agama, Arifin pun diberi kepercayaan menjabat Sekretaris Proyek Pengembangan Pendidikan Tinggi (P2T).


Pada tahun 1997, karirnya sebagai tenaga administrasi di STKIP Gorontalo ditinggalkan dan beralih Dosen di Jurusan Pendidikan Ekonomi STKIP Gorontalo. Disamping aktif sebagai Pegawai Negeri Sipil dan akademisi, Arifin juga terjun di dunia organisasi baik kemasyarakatan maupun organisasi politik. Ia pun diberi kepercayaan memimpin berbagai organisasi tersebut, diantaranya Ketua LKMD, Ketua AMPI, Wakil Ketua KNPI, Ketua Karang Taruna, Ketua BKM, Ketua Generasi Muda Kosgoro Kota Gorontalo, Sekretaris Kosgoro Provinsi Gorontalo, Ketua Bidang Kepemudaan Golkar Kota Gorontalo, Wakil Sekretaris Golkar Kota Gorontalo. Tahun 1998 Karirnya di bidang politik sebagai pengurus Golkar kandas dengan aturan PNS yang tak membolehkan menjadi pengurus partai.

 

 


Mundurnya Arifin dalam dunia politik, kesempatan tersebut dipergunakannya aktif mengurus organisasi kemasyarakatan, hingga tepat di tahun 2001 ia pun terpilih sebagai Ketua LKMD teladan se- Kota Gorontalo dan diundang ikut upacara 17 Agustus di Istana Negara. Tak sampai disitu, tahun 2000-2003 pria yang dikenal murah senyum ini melanjutkan pendidikannya hingga ke jenjang S2 di Universitas Samratulangi, Manado. Sejak tamat, selain banyak mengampu mata kuliah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, juga diberikan kepercayaan memangku jabatan sebagai Kepala Bagian Kepegawaian IKIP Gorontalo hingga tahun 2005. Tak hanya itu, karir strukturalnya kembali berlanjut dengan menjabat Kepala Unit Humas dan Keprotokolan sampai tahun 2008.


Dipercaya menjabat beberapa posisi penting di kampus merah maron, memacu Arifin meningkatkan kualitas dan kapasitias keilmuan yang mendorongnya melanjutkan studi S3 di Universitas Negeri Makassar tahun 2008, dan puncaknya di tahun 2010 meraih gelar Doktor Bidang Administrasi Publik. Sejak itu, Arifin banyak memperoleh kepercayaan mengajar mata kuliah di Program Studi S2 maupun S3 di berbagai perguruan tinggi dan mengampu mata kuliah Manajemen SDM, Perilaku Organisasi, Kepemimpinan, Analisis Kebijakan Publik, Manajemen Strategi, Filsafat, Public Relation dan Keprotokoleran. Bahkan Arifin kerap diundang menjadi pembicara disejumlah media elektronik khususnya mengenai masalah kepublikan.


Perjuangan panjang dan melelahkan juga mewarnai upaya Arifin dalam merengkuh jabatan sebagai Profesor dibidang Ilmu Administrasi Publik. Namun berbekal tekad serta kerja keras selama 5 tahun terakhir, tepat pada tanggal 17 Januari tahun 2017 gelar akademik tertinggi sebagai Profesor dibidang Ilmu Administrasi Publik berhasil disandangnya, sesuai dengan Surat Keputusan yang telah ditandatangani Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.


Selama berkarir di Kampus Arifin kemudian dipercaya Rektor UNG Prof. Syamsu Qamar Badu, M.Pd kembali menjabat Direktur Humas dan Keprotokoleran sejak 2011 s.d 2012, selanjutnya 2013 sampai sekarang menjadi Direktur Perpustakaan UNG. Berkat keuletan dan daya juangnya, Arifin didaulat sebagai Ketua Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Provinsi Gorontalo dan pada tahun 2015 oleh Kepala Perpusnas RI ia dilantik sebagai Koodinator Perpustakaan Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Sulawesi. Salah satu program unggulan yang sementara ditekuni dalam mengembangakan perpustakaan UNG yaitu menjadikan Perpustakaan Terintegrasi dengan seluruh Perguruan Tinggi (PT) di Provinsi Gorontalo bahkan Indonesia. Oleh sebab itu, langkah awal yang dilakukannya ialah membangun kerjasama dengan semua PT di Gorontalo bahkan dengan semua Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta di seluruh Indonesia.

 

 


Salah satu program inovatif yang berhasil ia lakukan dibidang perpustakaan diantaranya dengan menerapkan program SMART Card Library, yang menggandeng seluruh perguruan tinggi di Prov. Gorontalo. SMART Card Library merupakan kartu perpustakaan yang berbasis Teknologi Informasi memudahkan mahasiswa dalam mengakses bahan bacaan yang dimiliki PT yang melakukan kerjasama dengan UNG. Selain itu dibawah komando Arifin Perpustakaan UNG melakukan akreditasi untuk pertama kalinya, bahkan mampu mencatatkan akreditasi terbaik yakni A.


Menunjang karir akademiknya, Arta begitu sapaan akrabnya banyak melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat, juga menulis buku dan jurnal yang dimuat diberbagai penerbit. Bahkan tulisannya menjadi salah satu unggulan pada sayembara Nasional Ketua Umum Apkasi (Isran Noor) dengan judul “Rekonstruksi Kepemimpinan Transparansi Dalam Sistem Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah”.


Sejumlah jurnal ilmiah yang dihasilkan, diantaranya 1) Kemiskinan Sebagai Problem yang tak Kunjung Selesai (Sisi lain dalam perspektif kebijakan public, Jurnal Pelangi Yogyakarta, 2010); 2) Good Governance dan Pelayanan Publik, Jurnal kebijakan Publik P2KP Prov. Gorontalo, 2011; 3) Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Implementasi Kebijakan Transparansi Penyelenggaraan Pemerintah di Kota Gorontalo, Jurnal AKuntansi FEB Univ. Tarumanegara Jakarta, 2012; 4) Sikap Aparatur Pemerintah Terhadap Implementasi Kebijakan Transparansi di Kota Gorontalo, Jurnal kebijakan Publik P2KP Prov. Gorontalo, 2012; 5) Analisis Implementasi Kebijakan Empat Pilar Pengembangan UNG, Jurnal Pedagogika FIP UNG, 2012; 6) Proses Implementasi Kebijakan Transparansi Manajemen Pemerintah Kota Gorontalo, Jurnal Aplikasi Manajemen (JAM) Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univ. Brawijaya, 2013; 7) The Analysis of Powerty Dimishing Program in Gorontalo District, Indonesia Developing Country Studies, 2013; 8) Model Development of Powerty Alleviationin Gorontalo-Indonesia, Australian Jurnal of Basic and Applied Science, 2015; 9) Analysis of Publik Service Quality at Departement of Population and Civil Registration in Gorontalo City, International Journal of Applied Busines and Economic Research, 2016;.

 

 


Tak hanya jurnal ilmiah, selama berkarir sebagai dosen Arifin sukses menerbitkan 5 buku yang berkaitan dengan kebijakan publik, yakni 1) Kebijakan Publik dan Transparansi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, penerbit Pustaka Press Jakarta (2011); 2) Implementasi Kebijakan Agropolitan, penerbit Pustaka Press Jakarta (2011); 3) Kebijakan Publik (Teori dan Aplikasi), penerbit Deepublish Jogyakarta (2013); 4) Perilaku Organisasi (Buku Ajar Pegangan dosen dan mahasiswa) penerbit Deepublish Jogyakarta (2014); 5) Kebijakan Publik dan Transparansi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Edisi Revisi) penerbit Alfabeta Bandung (2014).


Selain itu, Arifin memiliki sejumlah pengalaman akademik membanggakan. Di tahun 2008 ia melakukan kunjungan akademik diberbagai Perguruan Tinggi di Malaysia, Thailand dan Singapore. Ia pun turut serta berpartisipasi pada Program Sandwinch di Ohio State University USA (2008-2009) dan di tahun 2013 mengikuti Seminar di Universitas Perlis Malaysia dan berbagai seminar internasional di dalam negeri. (wahid)

Ikuti berita lainnya

Prodi Manajemen FEB Jalani Asesmen Lapangan LAMEMBA, Bidik Akreditasi Unggul
09 Jun 2026
08:47 WITA

Prodi Manajemen FEB Jalani Asesmen Lapangan LAMEMBA, Bidik Akreditasi Unggul

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Program Studi Sarjana Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menjalani asesmen lapangan akreditasi, yang dilaksanakan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (9-10 Juni)  tersebut menjadi tahapan penting, dalam upaya Program Studi Manajemen meraih predikat akreditasi terbaik.Asesmen lapangan dilakukan oleh dua asesor LAMEMBA, yakni Dr. Muhadjir Anwar, S.E., M.Si., dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur dan Dr. Syaiful Arifin, S.E., M.Si. Kegiatan ini melibatkan pimpinan universitas, fakultas, program studi, dosen, mahasiswa, alumni, serta para mitra yang turut mendukung penyelenggaraan pendidikan di lingkungan FEB UNG.Mewakili tim asesor, Dr. Muhadjir Anwar menjelaskan bahwa asesmen lapangan merupakan bagian penting dalam proses akreditasi, yang bertujuan untuk memverifikasi data dan informasi yang telah disampaikan program studi melalui dokumen evaluasi diri maupun sistem akreditasi.“Verifikasi dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh data yang dilaporkan, sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Melalui asesmen ini, kami melihat secara langsung implementasi berbagai aspek yang menjadi indikator penilaian akreditasi,” jelas Muhadjir.Sementara itu, Dekan FEB UNG, Dr. Raflin Hinelo, M.Si., menegaskan bahwa asesmen lapangan menjadi momentum strategis bagi Program Studi Manajemen, untuk menunjukkan kualitas penyelenggaraan pendidikan yang selama ini terus ditingkatkan.Menurutnya, target meraih akreditasi unggul bukan hanya soal pencapaian administratif semata, melainkan bentuk komitmen fakultas dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta dunia kerja.“Akreditasi terbaik menjadi target yang ingin kami wujudkan karena mencerminkan kualitas program studi, sekaligus bentuk pertanggungjawaban institusi dalam memberikan layanan pendidikan yang unggul kepada masyarakat,” ujar Raflin.Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNG yang diwakili Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Muhamad Amir Arham, M.E., menyampaikan bahwa asesmen lapangan merupakan tahapan penting untuk membuktikan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi secara menyeluruh.Ia menjelaskan bahwa penilaian akreditasi tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran, tetapi juga mencakup penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola kelembagaan, sumber daya manusia, sarana prasarana, hingga berbagai aspek pendukung lainnya yang menjadi standar mutu pendidikan tinggi.“Akreditasi bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan instrumen penting untuk mengukur sekaligus meningkatkan kualitas akademik secara berkelanjutan. Akreditasi adalah cerminan komitmen institusi dalam menjaga mutu pembelajaran, tata kelola, dan layanan akademik,” ungkap Amir.Ia berharap seluruh proses asesmen dapat berjalan lancar dan menghasilkan capaian terbaik bagi Program Studi Manajemen. Dengan raihan akreditasi unggul, FEB UNG diyakini akan semakin memperkuat reputasi akademiknya serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan.

DWP UNG Gelar Rapat Kerja, Perkuat Sinergi dan Komitmen Dukung Kampus Unggul
09 Jun 2026
05:32 WITA

DWP UNG Gelar Rapat Kerja, Perkuat Sinergi dan Komitmen Dukung Kampus Unggul

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat perannya, dalam mendukung kemajuan institusi melalui pelaksanaan rapat kerja bersama DWP fakultas dan pegawai di lingkungan UNG, Selasa (9/6). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan visi, memperkuat koordinasi, serta merumuskan program kerja yang lebih terarah dan berkelanjutan.Rapat kerja yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan ini, dihadiri oleh pengurus dan anggota DWP dari berbagai unit kerja di lingkungan UNG. Selain menjadi forum evaluasi dan perencanaan program, kegiatan ini juga menjadi wadah konsolidasi organisasi untuk memperkuat kontribusi Dharma Wanita dalam mendukung pengembangan universitas.Ketua DWP UNG, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp.GK, menjelaskan bahwa rapat kerja merupakan agenda strategis, yang bertujuan menyelaraskan program kerja DWP di tingkat universitas, fakultas, dan unit kerja. Melalui forum tersebut, seluruh anggota diharapkan dapat membangun koordinasi yang lebih kuat dalam menjalankan berbagai program organisasi.“Rapat kerja ini menjadi sarana untuk menyusun program yang lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan. Selain itu, kami ingin memperkuat koordinasi antar-DWP di lingkungan UNG sekaligus meningkatkan pemahaman dan pengetahuan anggota, guna mendukung terwujudnya keluarga yang tangguh dan harmonis,” ujar Cecy.Menurutnya, DWP UNG tidak hanya berfokus pada kegiatan internal organisasi, tetapi juga berkomitmen menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi anggota, keluarga, serta masyarakat luas.“Melalui berbagai kegiatan yang dirancang, DWP diharapkan mampu menjadi mitra strategis dalam mendukung pencapaian visi UNG, sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing,” terangnya.Sementara itu, Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., dalam arahannya menekankan pentingnya peran Dharma Wanita, dalam mendukung keberhasilan organisasi dan kinerja para dosen dan pegawai, khususnya para suami yang mengemban tugas di lingkungan universitas.Menurut Eduart, keberadaan Dharma Wanita memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan kondusif, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap produktivitas dan kinerja di tempat kerja.“Fungsi utama Dharma Wanita adalah memberikan dukungan di dalam organisasi. Ketika organisasi Dharma Wanita berjalan dengan baik dan sehat, maka kinerja suami juga akan semakin baik. Karena itu, peran organisasi ini sangat penting dalam mendukung keberhasilan institusi,” ungkap Eduart.Ia juga mengajak seluruh anggota DWP untuk terus memperkuat komitmen dan dedikasi dalam menjalankan berbagai kegiatan, khususnya yang berkaitan dengan bidang sosial dan kemasyarakatan. Menurutnya, kontribusi nyata dari Dharma Wanita akan menjadi bagian penting, dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia dan penguatan citra UNG di tengah masyarakat.Melalui rapat kerja ini, DWP UNG diharapkan mampu melahirkan berbagai program inovatif yang tidak hanya memperkuat kapasitas organisasi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan kampus dan masyarakat. (**)

Raih Kesempatan Bebas IPI dan UKT, Tujuh Talenta Terbaik Lolos Seleksi Mandiri Prestasi UNG 2026
09 Jun 2026
04:53 WITA

Raih Kesempatan Bebas IPI dan UKT, Tujuh Talenta Terbaik Lolos Seleksi Mandiri Prestasi UNG 2026

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi mengumumkan hasil Seleksi Mandiri Prestasi Tahun 2026. Dari sejumlah peserta yang mengikuti tahapan seleksi, sebanyak tujuh calon mahasiswa terbaik berhasil dinyatakan lulus dan berhak melanjutkan proses sebagai mahasiswa baru UNG melalui jalur prestasi.Jalur Seleksi Mandiri Prestasi merupakan salah satu skema penerimaan mahasiswa baru yang diperuntukkan bagi calon mahasiswa dengan rekam jejak prestasi unggul di tingkat nasional maupun internasional, serta penghafal Al-Qur’an dengan hafalan hingga 20 juz. Seleksi dilakukan secara ketat melalui penilaian portofolio dan wawancara langsung oleh tim penilai universitas.Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan (BAKP) UNG, Darman, S.Kom., M.Ap., menjelaskan bahwa tujuh peserta yang dinyatakan lulus telah melalui seluruh tahapan seleksi dan memenuhi kriteria yang ditetapkan universitas.“Berdasarkan hasil penilaian portofolio dan wawancara yang dilakukan tim seleksi, sebanyak tujuh calon mahasiswa dinyatakan lulus dan berhak melanjutkan ke tahapan registrasi akademik,” ujar Darman.Ia menambahkan, hasil seleksi dapat diakses secara langsung melalui laman resmi Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) UNG di www.spmb.ung.ac.id. Para peserta yang dinyatakan lulus diwajibkan segera melakukan registrasi akademik sesuai jadwal yang telah ditentukan serta melengkapi seluruh persyaratan administrasi yang berlaku.Selain itu, peserta yang telah diterima melalui jalur ini tidak diperkenankan melakukan perpindahan program studi dan wajib mengikuti seluruh ketentuan yang telah ditetapkan universitas.Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, S.Pi., M.Si., mengungkapkan bahwa keberhasilan lolos melalui jalur Seleksi Mandiri Prestasi merupakan pencapaian yang patut disyukuri sekaligus menjadi tanggung jawab besar bagi para calon mahasiswa.Menurutnya, jalur prestasi merupakan bentuk penghargaan universitas kepada generasi muda yang telah menunjukkan dedikasi dan capaian luar biasa di bidang akademik maupun nonakademik.“Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Mereka yang diterima melalui jalur prestasi telah membuktikan kualitas dan potensi yang dimiliki untuk berkembang lebih jauh di Universitas Negeri Gorontalo,” kata Hafidz.Salah satu keuntungan yang diperoleh mahasiswa yang lolos melalui jalur ini adalah pembebasan biaya Iuran Pengembangan Institusi (IPI) dan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama memenuhi ketentuan yang berlaku di universitas.Meski demikian, Hafidz mengingatkan bahwa fasilitas tersebut tidak diberikan secara permanen tanpa evaluasi. Universitas akan melakukan peninjauan setiap tahun terhadap capaian dan prestasi mahasiswa penerima program.“Pembebasan UKT akan dievaluasi secara berkala. Mahasiswa penerima diharapkan mampu mempertahankan prestasi yang menjadi dasar penerimaan mereka. Jika tidak lagi memenuhi ketentuan yang berlaku, maka fasilitas pembebasan UKT dapat dicabut,” tegasnya.Melalui jalur Seleksi Mandiri Prestasi, UNG terus menunjukkan komitmennya dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi calon mahasiswa yang memiliki talenta, dedikasi, dan prestasi unggul. Program ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda berprestasi yang tidak hanya sukses di bangku kuliah, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah di masa depan.

Peminat Talenta Daerah Afirmasi Meningkat, UNG Lakukan Seleksi 170 Kandidat Beasiswa ADik 2026
08 Jun 2026
09:04 WITA

Peminat Talenta Daerah Afirmasi Meningkat, UNG Lakukan Seleksi 170 Kandidat Beasiswa ADik 2026

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemerataan akses pendidikan tinggi di Indonesia. Melalui partisipasinya dalam Seleksi Beasiswa Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Tahun 2026, UNG membuka peluang bagi putra-putri terbaik dari berbagai daerah afirmasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan meraih masa depan yang lebih cerah.Kegiatan seleksi yang diselenggarakan oleh Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tersebut berlangsung di Hotel Bigland Bogor pada 8–10 Juni 2026. Seleksi diikuti oleh seluruh perguruan tinggi penyelenggara Program ADik dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk Universitas Negeri Gorontalo.Pada pelaksanaan seleksi tahun ini, UNG menerima sebanyak 170 kandidat pendaftar yang terdiri dari 81 peserta pada Seleksi Tahap I dan 89 peserta pada Seleksi Tahap II. Seluruh kandidat merupakan calon mahasiswa penerima Program ADik yang berasal dari berbagai daerah afirmasi di Indonesia.Wakil Rektor Bidang Akademik UNG Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si., menyampaikan bahwa Program ADik merupakan salah satu instrumen strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi putra-putri terbaik dari wilayah terdepan, terluar, tertinggal, serta kelompok masyarakat yang memerlukan dukungan khusus untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.“UNG berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan Program ADik sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemerataan akses pendidikan tinggi yang berkualitas. Melalui proses seleksi yang objektif dan transparan, UNG berharap dapat menjaring calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik serta motivasi kuat untuk menyelesaikan studi,” ungkap Hafidz.Keikutsertaan UNG dalam seleksi ADik 2026 diharapkan dapat membuka kesempatan yang lebih luas, bagi calon mahasiswa dari daerah afirmasi untuk mengenyam pendidikan tinggi dan mengembangkan potensi diri di berbagai program studi yang tersedia.Melalui Program Beasiswa ADik, para penerima tidak hanya memperoleh dukungan biaya pendidikan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi akademik, kepemimpinan, dan karakter yang akan menjadi bekal dalam membangun daerah asal mereka di masa depan.“Dengan tingginya minat calon mahasiswa pada Program ADik tahun ini, UNG optimistis dapat berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap mendukung pembangunan nasional dan daerah secara berkelanjutan,” terangnya.Seleksi ADik Tahun 2026 dilaksanakan melalui beberapa putaran yang melibatkan perguruan tinggi penyelenggara. Berdasarkan jadwal kegiatan, proses seleksi berlangsung selama tiga hari yang mencakup pengantar program, seleksi putaran I hingga III, penyusunan berita acara, serta penutupan kegiatan.

Lihat Semua Berita