Perkuat Sinergi Akademik, Farmasi UNG Jalin Kolaborasi Strategis dengan Fakultas Farmasi UNHAS

GORONTALO – Jurusan Farmasi Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali memperluas jejaring akademiknya. Langkah besar diambil melalui penandatanganan implementasi kerja sama dengan Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin (UNHAS) pada Senin (06/04/2026) di Aula Farmasi.
Kerja sama ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah konkret untuk membangun kemitraan berkelanjutan yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan tinggi farmasi di tanah air.
Fokus pada Kolaborasi NyataPenandatanganan ini menandai babak baru bagi kedua institusi. Tidak hanya berfokus pada tataran formalitas, kesepakatan ini dirancang untuk mewujudkan program-program yang memberikan dampak nyata bagi pengembangan akademik dan profesionalisme.
Beberapa poin utama yang menjadi fokus dalam kolaborasi ini meliputi Pengembangan Pendidikan: Pertukaran pengalaman akademik dan peningkatan standar mutu pembelajaran, Riset Bersama: Mendorong lahirnya inovasi dan penelitian lintas institusi yang berdampak bagi dunia kefarmasian, Pengabdian Masyarakat: Sinergi dalam aksi-aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, serta Peningkatan Kapasitas SDM: Pengembangan kompetensi dosen dan mahasiswa melalui berbagai forum ilmiah dan praktik kerja.
Bagi Jurusan Farmasi FOK UNG, kolaborasi dengan UNHAS—yang dikenal memiliki rekam jejak kuat di bidang farmasi—merupakan strategi kunci untuk memperluas konektivitas akademik. Langkah ini menjadi bukti keseriusan FOK UNG dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif, terbuka, dan berorientasi pada kualitas global.
Dekan FOK UNG, Dr. Hartono Hadjarati, M.Pd., menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan upaya nyata untuk menghadirkan kolaborasi yang produktif.
"Penandatanganan implementasi kerja sama ini bukan sekadar agenda seremonial. Ini adalah upaya nyata kami untuk menghadirkan kolaborasi yang produktif dan memberikan dampak langsung bagi pengembangan institusi, baik bagi dosen maupun mahasiswa," ujar Dr. Hartono.
Dengan menggabungkan kekuatan dan sumber daya dari kedua institusi, diharapkan akan tercipta akselerasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi farmasi yang relevan dengan kebutuhan industri maupun pelayanan kesehatan.





