Perkuat Kualitas Akademik, Prodi Manajemen Sumber Daya Perairan Perkuat Laporan Evaluasi Diri

Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan (MSP), Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), menggelar rapat pembahasan Laporan Evaluasi Diri (LED) sebagai bagian dari persiapan menghadapi proses akreditasi program studi. Kegiatan ini berlangsung dengan melibatkan tim penyusun LED, pimpinan fakultas, dosen, serta tenaga kependidikan yang terkait dalam proses penyusunan dokumen akreditasi.
Rapat dilaksanakan untuk melakukan penelaahan dan penyempurnaan dokumen LED yang menjadi salah satu komponen penting dalam penilaian akreditasi. Melalui forum tersebut, peserta rapat membahas berbagai aspek yang menjadi indikator penilaian, mulai dari tata pamong, tata kelola, kemahasiswaan, sumber daya manusia, keuangan, sarana dan prasarana, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga luaran dan capaian tridarma perguruan tinggi.
Dalam rapat tersebut, setiap kriteria dibahas secara detail guna memastikan kesesuaian data, kelengkapan dokumen pendukung, serta sinkronisasi antara narasi evaluasi dan bukti-bukti yang tersedia. Seluruh tim juga berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi agar proses penyusunan dokumen dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh lembaga akreditasi.
Dekan Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan Prof. Dr. Ir. Yuniarti Koniyo, M.P memberikan apresiasi atas kerja sama seluruh tim yang terlibat dalam persiapan akreditasi. Ia berharap proses penyusunan LED dapat berjalan dengan baik sehingga mampu merepresentasikan capaian dan kualitas Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan secara objektif dan akurat.
Melalui rapat pembahasan LED ini, Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan UNG semakin memantapkan langkah dalam menghadapi proses akreditasi, sekaligus memperkuat komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat demi mewujudkan program studi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing.





