Perkuat Budaya Mutu, FEB UNG Matangkan Dokumen SPMI untuk Tingkatkan Kualitas Akademik

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat komitmennya dalam membangun tata kelola pendidikan tinggi yang berkualitas melalui penyelenggaraan Penguatan Dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (14/5) di The Gade Creative Lounge ini menjadi langkah strategis fakultas dalam memastikan implementasi budaya mutu berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Dekan I FEB UNG Dr. Irawati Abdul, S.E., M.Si., Sekretaris Penjaminan Mutu Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) UNG Dr. Muchtar Ahmad, S.Pd., M.Si., Sekretaris Penjaminan Mutu FEB UNG Dr. Hartati Tuli, S.E., Ak., M.Si., serta Gugus Penjamin Mutu Program Studi Ilmu Ekonomi Fitri Hadi Yulia Akib, S.E., M.E. Kehadiran para pimpinan dan tim penjaminan mutu menunjukkan keseriusan FEB UNG dalam memperkuat sistem penjaminan mutu sebagai fondasi peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta melakukan penelaahan dan penyempurnaan berbagai dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal yang menjadi acuan dalam pelaksanaan kegiatan akademik maupun nonakademik di lingkungan fakultas. Pembahasan difokuskan pada penyelarasan dokumen mutu dengan kebijakan pendidikan tinggi terkini, penyempurnaan instrumen evaluasi, serta penguatan dokumen pendukung akreditasi program studi dan fakultas.
Wakil Dekan I FEB UNG, Dr. Irawati Abdul, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa penguatan dokumen SPMI merupakan bagian penting dalam memastikan seluruh proses pendidikan di FEB berjalan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan.
Menurutnya, dokumen mutu bukan sekadar persyaratan administratif, tetapi menjadi pedoman utama dalam menjaga konsistensi pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi serta mendorong budaya perbaikan berkelanjutan di lingkungan fakultas.
"Penguatan dokumen SPMI merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh proses akademik dan tata kelola fakultas berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Dengan sistem penjaminan mutu yang kuat, kita dapat terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memperkuat daya saing institusi," ujar Irawati.
Sementara itu, Sekretaris Penjaminan Mutu LP3M UNG, Dr. Muchtar Ahmad, S.Pd., M.Si., menekankan bahwa implementasi SPMI harus dipahami sebagai budaya organisasi yang diterapkan secara berkelanjutan oleh seluruh sivitas akademika.
Menurutnya, keberhasilan sistem penjaminan mutu tidak hanya diukur dari kelengkapan dokumen, tetapi juga dari konsistensi implementasi, monitoring, evaluasi, serta tindak lanjut terhadap berbagai rekomendasi perbaikan.
"Budaya mutu harus menjadi bagian dari setiap aktivitas di perguruan tinggi. Dokumen yang baik harus diikuti dengan implementasi yang konsisten sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kepada mahasiswa," jelasnya.
Melalui forum ini, para peserta juga berdiskusi mengenai berbagai strategi untuk memperkuat tata kelola mutu di tingkat program studi maupun fakultas. Berbagai masukan yang muncul diharapkan dapat menjadi dasar penyempurnaan dokumen sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal di lingkungan FEB UNG.





