Perkuat Budaya Kerja Bersih, UPA Perpustakaan UNG Mantapkan Langkah Menuju Zona Integritas

GORONTALO - Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan tata kelola institusi yang bersih dan akuntabel. Pada Kamis (16/04/2026), giliran Unit Pelaksana Teknis (UPA) Perpustakaan UNG yang menggelar Sosialisasi Zona Integritas di Aula Lantai 4 UPA Perpustakaan, Kampus 4 UNG, Tilongkabila.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan langkah strategis untuk mentransformasi UPA Perpustakaan menjadi unit kerja yang transparan, disiplin, dan memiliki orientasi tinggi pada kepuasan layanan publik.
Kepala UPA Perpustakaan UNG, Prof. Dr. Ismet Sulila, S.E., M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa pembangunan Zona Integritas adalah tentang perubahan pola pikir (mindset) dan perilaku.
"Pembangunan integritas bukan sekadar pemenuhan administrasi. Ini adalah upaya nyata kita untuk membentuk budaya kerja yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. Kami berkomitmen untuk membangun Zona Integritas ini secara berkelanjutan," tegas Prof. Ismet yang juga membawakan materi edukasi terkait pencegahan korupsi di lingkungan perpustakaan.
Keunikan dalam sosialisasi ini adalah adanya kolaborasi lintas unit di lingkungan UNG. UPA Perpustakaan menggandeng Tim Kerja Zona Integritas Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNG sebagai narasumber. Hadir memberikan pendampingan, Sekretaris Zona Integritas FIP UNG, Prof. Dr. Maryam Rahim, M.Pd., bersama anggota tim Mohamad Awal Lakadjo, M.Pd., dan Admin Zona Integritas, Nur Yusriyyah Atuna, M.Si.
Prof. Maryam Rahim menjelaskan bahwa target utama Zona Integritas adalah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
"Pembangunan Zona Integritas harus diwujudkan melalui perubahan nyata dalam kualitas layanan dan budaya kerja, bukan sekadar kelengkapan dokumen saja," ujar Prof. Maryam.
Sementara itu, Mohamad Awal Lakadjo mengurai komponen pembangunan Zona Integritas secara sistematis. Ia menegaskan bahwa setiap tahapan, mulai dari manajemen perubahan, penguatan tata laksana, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik, harus berjalan secara terintegrasi agar memberikan dampak langsung bagi civitas akademika UNG yang menggunakan fasilitas perpustakaan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah pembelajaran bagi staf perpustakaan, tetapi juga bukti nyata bahwa semangat pembinaan di lingkungan UNG dilakukan secara kolektif. Dengan sinergi ini, UPA Perpustakaan UNG optimis dapat memberikan pelayanan yang lebih bersih, transparan, dan tentunya semakin melayani kebutuhan literasi masyarakat kampus.





