Perangi Narkoba Sejak Dini, Mahasiswa UNG Mengajar Ajak Siswa Jadi Generasi Resilien

GORONTALO - Ancaman narkotika di kalangan remaja menjadi perhatian serius mahasiswa yang tergabung dalam program UNG Mengajar Batch 9. Sebagai langkah preventif untuk membentengi generasi muda dari jerat penyalahgunaan obat terlarang, tim mahasiswa menyambangi MAS Muhammadiyah Isimu untuk menggelar sosialisasi bahaya narkoba, Senin (20/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula MAS Muhammadiyah Isimu ini tidak hanya menjadi ajang transfer pengetahuan, tetapi juga wadah penguatan karakter agar siswa memiliki "filter" yang kuat terhadap lingkungan pergaulan yang berisiko.
Mahasiswa UNG Mengajar sadar bahwa isu narkoba harus didekati secara komprehensif. Oleh karena itu, mereka menggandeng pihak kepolisian sebagai narasumber ahli.
Arman Hantoe, Kanit Binmas Polsek Tibawa, hadir langsung untuk memberikan pemahaman mendalam bagi para siswa. Dalam paparannya, ia mengupas tuntas klasifikasi narkotika, bahaya nyata yang menyerang sistem saraf (neuropsikologis) dan fisik, hingga konsekuensi hukum berat bagi penyalahgunanya.
Tak sekadar teori, siswa diajak berdiskusi interaktif untuk membangun kesadaran kritis. Mereka belajar bagaimana mengenali tekanan sosial dan pentingnya ketahanan diri (self-resilience) agar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan negatif di lingkungan pergaulan.
Inisiatif mahasiswa ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Guru Pamong Bahasa Inggris, Moh. Desriyanto Kau, S.S., memberikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
"Dinamika remaja saat ini sangat rentan terhadap tekanan lingkungan. Edukasi berbasis literasi kesehatan dan hukum ini sangat relevan sebagai bekal preventif bagi siswa kami sejak dini," ungkap Desriyanto.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Sekolah MAS Muhammadiyah Isimu, Selvianty Dunggi, S.Pd., berharap agar kegiatan ini tidak berhenti pada satu pertemuan saja. "Kami berharap ada keberlanjutan. Edukasi seperti ini sangat penting untuk menanamkan perilaku hidup sehat dan tanggung jawab kolektif terhadap bahaya narkoba," ujarnya.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Haris Danial, S.Pd., M.A., menegaskan bahwa aksi mahasiswa ini adalah implementasi nyata dari Tridarma Perguruan Tinggi. Baginya, mahasiswa tidak boleh hanya terpaku pada bangku kuliah, tetapi harus mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
"Mahasiswa UNG Mengajar diharapkan mampu mentransfer ilmu sekaligus menanamkan nilai-nilai sosial yang konstruktif. Kegiatan ini adalah bukti komitmen kami untuk hadir dan memberi manfaat nyata bagi lingkungan pendidikan," jelas Haris.
Melalui pendekatan yang edukatif dan preventif, mahasiswa UNG Mengajar Batch 9 berhasil membawa energi positif bagi siswa MAS Muhammadiyah Isimu. Diharapkan, langkah kecil ini menjadi batu pijakan bagi terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih sehat, resilien, dan berintegritas di Kabupaten Gorontalo.





