Site Logo

Penyakit Ginjal Kronis Mengintai Masyarakat Indonesia, Hipertensi Jadi Faktor Risiko Terbesar

Penelitian
Abdul Wahid Rauf
07 Jun 2026
10:17 WITA
2 dilihat
Penyakit Ginjal Kronis Mengintai Masyarakat Indonesia, Hipertensi Jadi Faktor Risiko Terbesar

Penyakit ginjal kronis atau chronic kidney disease (CKD) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang terus meningkat di seluruh dunia. Penyakit ini terjadi ketika fungsi ginjal menurun secara perlahan dan berlangsung dalam jangka waktu lama, sehingga ginjal tidak lagi mampu menyaring limbah dan menjaga keseimbangan cairan tubuh secara optimal. Yang mengkhawatirkan, banyak penderita tidak menyadari kerusakan ginjal yang dialaminya karena penyakit ini sering berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Akibatnya, pasien baru datang ke fasilitas kesehatan ketika kondisi ginjal sudah berada pada stadium lanjut dan membutuhkan terapi cuci darah atau hemodialisis. Menurut laporan Global Burden of Disease, penyakit ginjal kronis saat ini termasuk salah satu penyebab kematian utama di dunia dan diperkirakan akan terus meningkat dalam dua dekade mendatang.

Beban Penyakit Ginjal di Indonesia Terus Meningkat

Indonesia juga menghadapi peningkatan jumlah penderita penyakit ginjal kronis. Data registrasi nasional menunjukkan bahwa lebih dari 150 ribu pasien menjalani hemodialisis secara rutin. Bahkan, penyakit ginjal kini tidak hanya menyerang kelompok lanjut usia, tetapi juga mulai banyak ditemukan pada usia produktif akibat meningkatnya kasus hipertensi, diabetes melitus, pola makan tidak sehat, merokok, kurang aktivitas fisik, dan gaya hidup modern lainnya. Di Provinsi Gorontalo, jumlah penderita penyakit ginjal kronis terus menunjukkan peningkatan. Kondisi ini terlihat dari meningkatnya jumlah pasien yang menjalani hemodialisis di RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah tersebut.

Penelitian di Gorontalo Ungkap Faktor Risiko Utama

Penelitian yang dilakukan pada 53 pasien hemodialisis di RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit ginjal kronis stadium lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien sudah berada pada stadium lanjut penyakit ginjal ketika menjalani pengobatan. Analisis penelitian menemukan beberapa faktor yang berhubungan dengan tingkat keparahan penyakit ginjal kronis, yaitu:

  1. Usia

  2. Riwayat keluarga penyakit ginjal

  3. Riwayat infeksi saluran kemih

  4. Penyakit jantung

  5. Diabetes melitus

  6. Hipertensi

  7. Kebiasaan merokok

  8. Konsumsi minuman berenergi

Namun, setelah dilakukan analisis lanjutan, terdapat empat faktor yang terbukti paling berpengaruh terhadap terjadinya penyakit ginjal kronis stadium lanjut, yaitu usia, riwayat keluarga penyakit ginjal, penyakit jantung, dan hipertensi.

Hipertensi Menjadi Faktor Risiko Terkuat

Dari seluruh faktor yang diteliti, hipertensi atau tekanan darah tinggi ditemukan sebagai faktor yang paling dominan berhubungan dengan penyakit ginjal kronis stadium lanjut. Tekanan darah yang tinggi dalam waktu lama dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal. Kerusakan tersebut menyebabkan kemampuan ginjal menyaring darah semakin menurun hingga akhirnya terjadi gagal ginjal. Sayangnya, hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena banyak penderita tidak merasakan gejala apa pun sampai muncul komplikasi serius. Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara rutin menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan ginjal yang tidak dapat diperbaiki. Para peneliti menegaskan bahwa pengendalian tekanan darah hingga berada dalam batas normal dapat memperlambat progresivitas penyakit ginjal kronis secara signifikan.

Faktor Keturunan Juga Perlu Diwaspadai

Penelitian ini juga menemukan bahwa seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit ginjal memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit yang sama. Faktor genetik dapat memengaruhi struktur maupun fungsi ginjal sehingga seseorang menjadi lebih rentan terhadap kerusakan ginjal. Oleh karena itu, masyarakat yang memiliki orang tua atau saudara kandung dengan penyakit ginjal disarankan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala meskipun belum mengalami keluhan.

Penyakit Jantung dan Ginjal Saling Berkaitan

Hubungan antara penyakit jantung dan ginjal juga menjadi salah satu temuan penting dalam penelitian ini. Pasien yang memiliki riwayat penyakit jantung lebih banyak ditemukan pada kelompok penyakit ginjal stadium lanjut. Para ahli menjelaskan bahwa jantung dan ginjal memiliki hubungan yang sangat erat. Ketika fungsi jantung terganggu, aliran darah ke ginjal ikut menurun sehingga mempercepat kerusakan ginjal. Sebaliknya, gangguan ginjal juga dapat memperberat kerja jantung. Kondisi ini dikenal sebagai cardiorenal syndrome, yaitu gangguan yang terjadi akibat interaksi antara penyakit jantung dan penyakit ginjal.

Gaya Hidup Tidak Sehat Tetap Berbahaya

Penelitian juga menemukan bahwa kebiasaan merokok dan konsumsi minuman berenergi memiliki hubungan dengan penyakit ginjal kronis pada analisis awal. Meskipun pengaruhnya tidak lagi signifikan setelah memperhitungkan faktor lain, kedua kebiasaan tersebut tetap berpotensi memperburuk kesehatan ginjal. Merokok dapat meningkatkan stres oksidatif, merusak pembuluh darah, dan mempercepat penurunan fungsi ginjal. Sementara itu, konsumsi minuman berenergi secara berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan memberikan beban tambahan bagi ginjal.

Langkah Pencegahan yang Dapat Dilakukan

Untuk menurunkan risiko penyakit ginjal kronis, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah sederhana:

Bagi Masyarakat Umum

  1. Memeriksa tekanan darah secara rutin.

  2. Menjaga kadar gula darah tetap normal.

  3. Mengurangi konsumsi garam berlebihan.

  4. Menghindari rokok dan minuman berenergi.

  5. Rutin berolahraga.

  6. Mengonsumsi air putih yang cukup.

Bagi Kelompok Berisiko Tinggi

  1. Melakukan pemeriksaan fungsi ginjal secara berkala.

  2. Mengontrol hipertensi dan diabetes secara teratur.

  3. Berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila memiliki riwayat keluarga penyakit ginjal.

Bagi Pemerintah dan Tenaga Kesehatan

  1. Memperkuat program deteksi dini penyakit ginjal kronis.

  2. Meningkatkan edukasi masyarakat tentang hipertensi dan diabetes.

  3. Mengembangkan layanan skrining fungsi ginjal di fasilitas kesehatan primer.

  4. Memperluas program promosi gaya hidup sehat.

Investasi Kesehatan Dimulai dari Pencegahan

Hasil penelitian di RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie menunjukkan bahwa usia lanjut, riwayat keluarga penyakit ginjal, penyakit jantung, dan terutama hipertensi merupakan faktor utama yang berhubungan dengan penyakit ginjal kronis stadium lanjut pada pasien hemodialisis. Temuan ini memberikan pesan penting bahwa gagal ginjal bukanlah kondisi yang muncul secara tiba-tiba. Sebagian besar kasus berkembang perlahan selama bertahun-tahun dan dapat dicegah melalui deteksi dini, pengendalian tekanan darah, pengelolaan penyakit kronis, serta penerapan gaya hidup sehat. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko penyakit ginjal kronis, Indonesia dapat menekan angka gagal ginjal dan mengurangi beban pengobatan hemodialisis yang terus meningkat setiap tahun.

Artikel Penelitian Dipublikasikan Melalui Laman Berikut

Ikuti berita lainnya

Racana Nani Wartabone – Mbui Bungale Sambut Mahasiswa Baru Melalui Penerimaan Tamu Racana 2026
01 Sep 2026
01:53 WITA

Racana Nani Wartabone – Mbui Bungale Sambut Mahasiswa Baru Melalui Penerimaan Tamu Racana 2026

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Gerakan Pramuka Dewan Racana Nani Wartabone–Mbui Bungale Pangkalan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi membuka kegiatan Penerimaan Tamu Racana (PTR) Tahun 2026, Jumat (28/8). Mengusung tema “Bersatu dalam Karya, Menyambut Jejak Baru di Racana”, kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal, berproses, serta mengembangkan potensi diri melalui organisasi kepramukaan di lingkungan perguruan tinggi.Penerimaan Tamu Racana menjadi salah satu tahapan penting, dalam proses pembinaan anggota baru Gerakan Pramuka di tingkat perguruan tinggi. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya diperkenalkan dengan kehidupan organisasi Racana, tetapi juga dibekali pemahaman mengenai nilai-nilai kepramukaan, kepemimpinan, kebersamaan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.Mengusung semangat kebersamaan dan karya, PTR 2026 difokuskan pada penguatan soliditas antaranggota, penanaman nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma, serta pembekalan orientasi kepramukaan di lingkungan perguruan tinggi. Para calon anggota diharapkan mampu menjadikan Racana sebagai ruang untuk belajar, bertumbuh, dan menghadirkan kontribusi positif melalui berbagai kegiatan yang produktif.Pembina Racana Nani Wartabone–Mbui Bungale UNG, Dr. Rustam I. Husain, S.Ag., M.Pd. dalam arahannya menekankan pentingnya peran kepramukaan di perguruan tinggi, dalam membentuk generasi yang memiliki karakter kuat, jiwa kepemimpinan, loyalitas, serta kepedulian terhadap masyarakat.Menurutnya, Penerimaan Tamu Racana bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi menjadi proses awal dalam membentuk karakter dan menyiapkan generasi muda yang siap berkarya.“Penerimaan Tamu Racana bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan langkah awal dalam penempaan karakter, kepemimpinan, dan wadah untuk melahirkan karya-karya produktif,” ungkapnya.Ia berharap kehadiran calon anggota baru dapat membawa energi positif, serta semangat baru bagi perkembangan Racana Nani Wartabone–Mbui Bungale UNG.“Melalui kegiatan ini, para calon Tamu Racana diharapkan mampu membawa semangat baru, memperkuat kebersamaan, serta memberikan kontribusi positif bagi organisasi maupun masyarakat,” tambahnya.Kegiatan penyabutan tamu racana 2026 turut dihadiri jajaran pembina, pengurus Dewan Racana Nani Wartabone–Mbui Bungale, purna racana, serta puluhan mahasiswa calon anggota baru yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.Melalui penerimaan anggora baru ini, Gerakan Pramuka Pangkalan UNG diharapkan terus menjadi ruang pembinaan generasi muda kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, jiwa kepemimpinan, semangat kebersamaan, dan kepedulian untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (**)

Prodi Pendidikan Profesi Apoteker UNG Raih Tingkat Kelulusan di Atas 90 Persen untuk UKOMNAS 2026
01 Sep 2026
01:38 WITA

Prodi Pendidikan Profesi Apoteker UNG Raih Tingkat Kelulusan di Atas 90 Persen untuk UKOMNAS 2026

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Pelaksanaan ujian Ujian Kompetensi Nasional (UKOMNAS) Peserta Didik Profesi Apoteker (PDPA) periode 2 tahun 2026, menjadi ajang pembuktian Program Studi (Prodi) Pendidikan Profesi Apoteker UNG. Pada ujian yang mengukur kompetensi komprehensif calon apoteker tersebut, prodi pendidikan profesi apoteker menorehkan pencapaian membanggakan dengan tingkat kelulusan peserta mencapai 92,3 persen.Capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan proses pendidikan profesi apoteker yang dilaksanakan secara terarah, sekaligus menunjukkan kesiapan mahasiswa dalam memenuhi standar kompetensi sebagai calon tenaga kefarmasian profesional.Dekan FOK UNG, Dr. Hartono Hadjarati, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa tingginya tingkat kelulusan tersebut, tidak terlepas dari komitmen Pendidikan Profesi Apoteker dalam menghadirkan proses pembelajaran yang berkualitas.Menurutnya, penguatan kompetensi mahasiswa dilakukan melalui berbagai proses, mulai dari pembelajaran akademik, pengembangan kompetensi klinis, pembimbingan, hingga persiapan menghadapi tahapan evaluasi kompetensi profesi.“Capaian ini merupakan hasil dari kerja keras mahasiswa, dukungan para dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan profesi apoteker,” ungkapnya.Keberhasilan tersebut, lanjut Hartono, semakin memperkuat komitmen FOK untuk terus menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan, khususnya dalam menghasilkan tenaga kesehatan yang kompeten, profesional, dan memiliki integritas.Sementara itu Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., turut memberikan apresiasi, atas capaian tingkat kelulusan mahasiswa Pendidikan Profesi Apoteker pada UKOMNAS kali ini.Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika, untuk terus memperkuat kualitas pembelajaran dan layanan akademik, khususnya dalam menyiapkan lulusan profesi kesehatan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.“Profesi apoteker memiliki peran yang sangat strategis dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu, lulusan Profesi Apoteker UNG harus memiliki kompetensi yang kuat, menjunjung tinggi etika profesional, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, serta siap menghadapi berbagai tantangan di dunia pelayanan kefarmasian,” ujar Eduart.Melalui proses pembelajaran yang memadukan penguatan teori, praktik, pengalaman klinis, serta evaluasi kompetensi, UNG terus berupaya menyiapkan calon apoteker yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menjalankan peran profesional dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. (**)

Kiprah Tenaga Kependidikan PLP UNG di MUNAS IV PPLPI, Perkuat Jejaring Nasional Pengelolaan Laboratorium
31 Aug 2026
06:03 WITA

Kiprah Tenaga Kependidikan PLP UNG di MUNAS IV PPLPI, Perkuat Jejaring Nasional Pengelolaan Laboratorium

Abdul Wahid Rauf

Gelaran Musyawarah Nasional (MUNAS) IV Perhimpunan Pengelola Laboratorium Pendidikan Indonesia (PPLPI) yang dirangkaikan dengan Workshop dan Sertifikasi Kompetensi pada 27–29 Agustus 2026 di Lombok Raya Hotel, Mataram, resmi berakhir. Ajang nasional bertaraf internasional ini sukses menyedot perhatian 500 peserta dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah se-Indonesia.Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mencatatkan kiprah strategis dalam perhelatan tersebut melalui tampilnya salah satu ASN Jabatan Fungsional Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) UNG, Nurfaisal Harun, S.T., M.T., MCE, dalam bursa Pemilihan Ketua Umum PPLPI Periode 2026–2030.Kiprah Nurfaisal Harun — yang memiliki kualifikasi pendidik tersertifikasi internasional (Microsoft Certified Educator) — di kancah nasional tersebut membawa aspirasi untuk memperkuat standarisasi dan tata kelola laboratorium daerah. Keikutsertaan hingga potensi kepemimpinan kader UNG di tingkat nasional ini diproyeksikan membuka akses langsung terhadap jejaring kolaborasi pengujian, informasi kebijakan kementerian, hingga peluang kerja sama pemanfaatan sarana riset lintas institusi.Akses dan jaringan nasional tersebut diposisikan sebagai support system bagi sivitasakademika UNG, khususnya dalam menunjangkeandalan fasilitas riset terapan dosen (IKU 5) serta mengoptimalisasi potensi pendapatan non-UKT kampus melalui pengembangan jasa pengujian laboratorium terintegrasi (IKU 9).Di samping itu, rekognisi SDM di tingkat nasional ini turut memperkuat kriteria penilaian Tata Kelola, Penjaminan Mutu, serta Sarana - Prasarana pada akreditasi program studi di lingkungan LAMTEK dan BAN-PT, sekaligus mendongkrak capaian Indeks Profesionalitas ASN (IP-ASN) Universitas Negeri Gorontalo.Keikutsertaan Nurfaisal Harun, S.T., M.T., MCE hingga tuntasnya rangkaian Munas IV PPLPI di Lombok membuktikan bahwa SDM Tenaga Kependidikan dari UNG mampu berkontribusi aktif, bersaing, dan memberikan sumbangsih nyata bagi penguatan ekosistem laboratorium pendidikan di tingkat nasional.Sebelumnya, pembukaan Munas IV PPLPI dihadiri langsung oleh Direktur SDM DiktisaintekKemdiktisaintek, Prof. Dr. Ir. Sri Suning Kusumawardani, S.T., M.T., IPM., Rektor Universitas Mataram Prof. Dr. Sukardi, S.Pd., M.Pd., Asisten I Setda NTB Dr. Fathul Gani, M.Si., sertaperwakilan Pegawai Sains Malaysia ChM.Asrul Azani Mahmood dariUniversiti Malaysia Terengganu (UMT).Dalam pengarahannya, Kemdiktisaintek menegaskan komitmen untuk mempertahankan anggaran Karya Inovasi Laboratorium serta memperkuat diklat pra-uji kompetensi guna mendongkrak sertifikasi PLP, sejalan dengan perankrusial PLP dalam menjaga keandalan serta optimalisasi instrumen laboratorium kampus.

UNG Kawal Program Pengabdian Smart Aquaponic untuk Pangan Bergizi di Desa Ombulo Kabupaten Gorontalo
31 Aug 2026
01:53 WITA

UNG Kawal Program Pengabdian Smart Aquaponic untuk Pangan Bergizi di Desa Ombulo Kabupaten Gorontalo

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Lahirnya inovasi dari para peneliti, terus berupaya dikawal Universitas negeri Gorontalo sehingga mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat.  Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), UNG melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Ombulo.Kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan pelaksanaan program sekaligus memastikan inovasi yang dikembangkan oleh tim pengabdi mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.Program pengabdian yang dimonitor mengangkat judul “Pemberdayaan Masyarakat Desa Ombulo melalui Integrated Smart Aquaponic Berbasis Green Technology untuk Mendukung Program Makan Bergizi Gratis Berkelanjutan.” Program ini dilaksanakan oleh tim pengabdi UNG yang terdiri atas Faramita Hiola, S.Farm., M.Sc., Dr. Yoyanda Bait, M.DSi., dan Dr. Djuna Lamondo, M.Si.Program tersebut memperoleh dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026.Melalui program ini, tim pengabdi memperkenalkan penerapan Integrated Smart Aquaponic, sebuah inovasi yang mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem dengan pendekatan teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.Penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendukung ketersediaan sumber pangan bergizi bagi masyarakat. Selain menghasilkan komoditas perikanan, sistem aquaponic juga memungkinkan masyarakat melakukan budidaya tanaman secara terintegrasi sehingga pemanfaatan sumber daya dapat dilakukan dengan lebih efektif.Dalam kegiatan monev, tim LPPM UNG meninjau langsung perkembangan pelaksanaan program, capaian kegiatan, serta penerapan teknologi Integrated Smart Aquaponic berbasis green technology yang dikembangkan bersama masyarakat Desa Ombulo.Evaluasi juga dilakukan untuk melihat sejauh mana inovasi tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, serta peluang keberlanjutan program setelah periode pelaksanaan pengabdian berakhir.Ketua LPPM UNG, Prof. Lanto Ningrayati Amali, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat melalui penerapan hasil penelitian dan inovasi.“Melalui monev ini, kami ingin memastikan program yang dilaksanakan tidak hanya berjalan sesuai rencana, tetapi juga memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Inovasi yang dikembangkan diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat Desa Ombulo,” ujarnya.Menurutnya, kegiatan pengabdian kepada masyarakat perlu terus diarahkan pada upaya pemecahan berbagai persoalan, melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memiliki nilai manfaat serta keberlanjutan.Melalui pengembangan Integrated Smart Aquaponic, UNG berharap masyarakat Desa Ombulo dapat memperoleh alternatif teknologi dalam mendukung pengembangan sumber pangan yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.Program ini sekaligus menjadi wujud komitmen UNG dalam memperkuat peran perguruan tinggi melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada inovasi, pemberdayaan, serta penyelesaian persoalan di tengah masyarakat.Dengan semangat menghadirkan kampus yang berdampak, UNG terus berupaya memastikan setiap inovasi yang lahir dari lingkungan akademik dapat melampaui ruang laboratorium dan kampus, untuk kemudian tumbuh bersama masyarakat serta memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan.

Lihat Semua Berita