Peneliti Fakultas Kedokteran Raih Pendanaan Riset Nasional RIIM 2026

GORONTALO – Kabar membanggakan datang dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Salah satu akademisi terbaiknya, dr. Sri Manovita Pateda, Ph.D., berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih pendanaan dalam Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi Gelombang 4 Tahun 2026.
Prestasi ini bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan bukti nyata komitmen UNG dalam menghadirkan solusi konkret bagi permasalahan kesehatan di masyarakat melalui sains dan teknologi.
Dalam riset yang didanai pemerintah ini, dr. Sri Manovita mengangkat judul penelitian: “Pengembangan Teknologi Retord sebagai Solusi Pencegahan Gangguan Respiratorik Akibat Inhalasi Uap Merkuri oleh Penambang Emas Skala Kecil.”
Topik ini dinilai sangat krusial dan mendesak. Seperti diketahui, aktivitas pertambangan emas skala kecil (PESK) sering kali melibatkan penggunaan merkuri. Bagi para penambang, paparan uap merkuri bukan sekadar risiko pekerjaan, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan jangka panjang. Paparan berulang dapat memicu gangguan pernapasan (respiratorik), gangguan saraf (neurologis), hingga kerusakan organ vital.
Melalui riset ini, dr. Sri Manovita memperkenalkan teknologi Retort sebagai solusi preventif. Secara sederhana, teknologi ini dirancang untuk menangkap dan mencegah uap merkuri agar tidak terhirup langsung oleh penambang selama proses pengolahan emas.
Pendekatan ini dipilih karena karakteristiknya yang aplikatif, aman, dan sangat dibutuhkan di lapangan. Harapannya, inovasi ini mampu memutus rantai paparan merkuri di lingkungan kerja penambang tradisional, sehingga kesehatan mereka tetap terlindungi tanpa harus menghentikan aktivitas ekonomi mereka.
Pendanaan RIIM 2026 ini diharapkan menjadi batu loncatan agar penelitian dr. Sri Manovita dapat diimplementasikan secara luas di berbagai wilayah pertambangan di Indonesia. Jika berhasil, model inovasi kesehatan lingkungan ini berpotensi menjadi standar baru dalam mitigasi risiko paparan merkuri secara nasional.
Capaian ini sekali lagi menegaskan posisi UNG sebagai salah satu perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam penguatan inovasi nasional. Melalui riset yang membumi, UNG membuktikan bahwa sains memiliki kekuatan untuk menyentuh kehidupan dan memberikan perlindungan bagi mereka yang paling rentan.





