Peluang Emas! Bank Indonesia Membuka Research Grant Tahun 2026

Bank Indonesia melalui BI Institute resmi membuka Research Grant Bank Indonesia (RGBI) Tahun 2026, sebuah program pendanaan riset strategis yang ditujukan bagi peneliti perguruan tinggi dan lembaga riset di Indonesia. Program ini menjadi peluang penting bagi akademisi untuk mengembangkan penelitian yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga berdampak pada kebijakan dan pembangunan ekonomi nasional.
Program RGBI 2026 dirancang untuk mendukung penguatan ekosistem riset nasional sekaligus menyediakan rekomendasi berbasis data bagi perumusan kebijakan. Penelitian yang diajukan diharapkan relevan dengan isu-isu strategis dan memiliki kontribusi nyata terhadap perkembangan ekonomi, keuangan, dan sektor riil di Indonesia.
Dalam skema ini, Bank Indonesia menyediakan hibah penelitian hingga Rp250 juta untuk setiap proposal yang lolos seleksi. Selain dukungan pendanaan, peneliti juga berkesempatan memperluas jejaring kolaborasi, baik di tingkat nasional maupun internasional, serta meningkatkan kualitas publikasi ilmiah.
Adapun beberapa topik prioritas dalam RGBI 2026 meliputi:
1) Dampak globalisasi dan digitalisasi terhadap penciptaan lapangan kerja2) Ketahanan pangan dan perubahan iklim3) Hilirisasi dan inovasi produk berbasis rare earth elements4) Pengembangan energi terbarukan (renewable energy)5) Inovasi keuangan daerah dan kemandirian fiskal6) Digitalisasi UMKM dan inklusi keuangan7) Ekonomi syariah berbasis pesantren8) Regulasi dan hukum aset keuangan digital
Dari sisi persyaratan, program ini terbuka bagi peneliti Warga Negara Indonesia yang berafiliasi dengan perguruan tinggi atau lembaga riset di dalam negeri. Penelitian yang diajukan harus merupakan riset baru, belum pernah dipublikasikan, serta memiliki potensi luaran berupa publikasi internasional bereputasi atau hak kekayaan intelektual (HKI).
Pendaftaran proposal dilakukan secara daring melalui platform resmi BI Institute, dengan batas akhir pengumpulan dokumen pada 30 Maret 2026 pukul 17.00 WIB. Tahapan seleksi meliputi pengajuan concept note, seleksi kandidat, presentasi proposal, hingga penetapan penerima hibah.
Civitas akademika Universitas Negeri Gorontalo, khususnya dosen dan peneliti, didorong untuk turut berpartisipasi aktif. Program ini dinilai sejalan dengan upaya peningkatan kualitas riset kampus yang berorientasi pada luaran dan dampak nyata bagi masyarakat. Partisipasi peneliti UNG dalam program ini tidak hanya akan memperkuat rekam jejak akademik, tetapi juga membuka peluang kontribusi nyata dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan, khususnya di kawasan timur Indonesia.
Melalui kesempatan ini, diharapkan semakin banyak riset dari UNG yang mampu menembus skema pendanaan nasional dan menghasilkan inovasi yang relevan, aplikatif, serta berdampak luas.





