Menyiapkan Generasi Emas Sejak Dini, FIP UNG Gelar Seminar Nasional PAUD

Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Membangun Fondasi Masa Depan dengan Cinta, Sukseskan Wajib Belajar PAUD 1 Tahun” pada Selasa (16/6/2026) di Aula Masjid Sabilurrasyad UNG. Kegiatan ini menghadirkan akademisi, praktisi pendidikan, serta pemangku kepentingan PAUD dari berbagai daerah untuk mendiskusikan penguatan layanan pendidikan anak usia dini sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Seminar nasional tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Bunda PAUD Provinsi Gorontalo Ir. Hj. Nani Ismail Mokodongan, M.M., dosen Universitas Pendidikan Indonesia Dr. Rudiyanto, M.Si., Ketua POKJA Bunda PAUD Prof. Dr. Wenny Hulukati, M.Pd., Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Prof. Dr. Maryam Rahim, M.Pd., Ketua Jurusan PGPAUD FIP UNG Dra. Rapi Us Djuko, M.Pd., Wakil Dekan II FIP UNG Dr. Pupung Puspa Ardini, M.Pd., serta dosen PGPAUD FIP UNG Sri Rawanti, S.Pd., M.Pd., Mohamad Awal Lakadjo, M.Pd., dan Nurul Aini MM Sodik, M.Pd.
Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan bahwa implementasi kebijakan wajib belajar PAUD satu tahun merupakan langkah strategis dalam memastikan kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan dasar. Pendidikan anak usia dini dipandang tidak hanya sebagai tahap persiapan akademik, tetapi juga sebagai fase penting dalam pembentukan karakter, kemampuan sosial-emosional, serta pengembangan potensi anak secara menyeluruh.
Salah satu materi yang menjadi perhatian peserta adalah pentingnya pendekatan pendidikan yang berlandaskan kasih sayang dan penerimaan tanpa syarat (unconditional love). Melalui pendekatan tersebut, orang tua dan pendidik diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Selain membahas aspek pengasuhan dan pendidikan, seminar juga mengangkat pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menyukseskan program wajib belajar PAUD satu tahun. Pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat dinilai memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun ekosistem pendidikan anak usia dini yang berkualitas.
Narasumber juga menyoroti perlunya pemanfaatan sumber daya lokal dan penguatan peran Bunda PAUD secara berjenjang mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga desa. Strategi tersebut diharapkan mampu memperluas akses layanan PAUD sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan anak usia dini di berbagai wilayah.





