Menuju KKN Berdampak, LP2M UNG Bekali DPL dengan Strategi Pendampingan Inovatif

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memantapkan komitmennya dalam menghadirkan pengabdian masyarakat yang berkualitas. Sebagai langkah strategis menyambut KKN Tematik dan KKN Berdampak Periode I Tahun 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UNG menggelar agenda coaching bagi para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan upaya krusial untuk memperkuat kapasitas DPL agar mampu menjadi kompas bagi mahasiswa di lapangan. Fokus utamanya jelas: mengubah paradigma KKN dari sekadar pemenuhan beban akademik menjadi instrumen nyata yang menjawab persoalan di tengah masyarakat.
Dr. Rosbin Pakaya, S.Pd., M.Pd., Kepala Pusat Studi KKN, menegaskan bahwa posisi DPL adalah kunci keberhasilan KKN. Dalam arahannya, ia menekankan agar para dosen tidak terjebak pada aspek administratif semata, melainkan harus mampu memicu lahirnya inovasi.
"Peran DPL sangat krusial dalam memastikan program KKN tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi mampu menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kami mendorong pendampingan yang lebih efektif, kolaboratif, dan berbasis solusi," ujar Dr. Rosbin Pakaya.
Melalui coaching ini, para DPL dibekali dengan pemahaman komprehensif mengenai konsep KKN Tematik dan KKN Berdampak. Pendekatan ini menuntut DPL untuk lebih adaptif dalam memetakan masalah sekaligus membimbing mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu untuk pemberdayaan daerah.
LP2M UNG menyatakan optimisme tinggi bahwa dengan persiapan yang matang melalui coaching ini, seluruh DPL akan mampu menjalankan perannya secara optimal. Harapannya, mahasiswa tidak hanya belajar dari masyarakat, tetapi benar-benar memberikan dampak positif yang membekas bagi kesejahteraan masyarakat di lokasi pengabdian.





