Menjemput Sehat di Desa, Mahasiswa Ners UNG Berdayakan Ibu Hamil di Desa Tilote

GORONTALO – Peran perawat kini melampaui tembok rumah sakit. Hal ini dibuktikan oleh mahasiswa Program Profesi Ners Angkatan 23 Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang terjun langsung ke Desa Tilote pada Rabu (1/4/2026) untuk menggelar edukasi kesehatan bagi para ibu hamil.
Kegiatan ini bukan sekadar tugas akademik, melainkan langkah nyata dalam upaya promotif dan preventif untuk memastikan kehamilan yang sehat, aman, dan berkualitas bagi masyarakat setempat.
Suasana di Desa Tilote berlangsung penuh keakraban. Mahasiswa Profesi Ners UNG berhasil membangun komunikasi yang efektif dengan para ibu hamil, mengubah materi kesehatan yang seringkali terdengar rumit menjadi edukasi yang komunikatif dan mudah dicerna.
Topik yang dibahas mencakup hal-hal fundamental namun krusial dalam masa kehamilan, antara lain Pemenuhan Nutrisi: Pentingnya asupan gizi seimbang bagi ibu dan janin, Deteksi Dini: Pengenalan tanda-tanda bahaya kehamilan, Perilaku Hidup Bersih: Menjaga kebersihan diri sebagai upaya mencegah infeksi, serta Kontinuitas Pemeriksaan: Pentingnya rutin memeriksakan kandungan ke fasilitas kesehatan.
Bagi para mahasiswa, kunjungan ini memberikan pelajaran berharga bahwa garda terdepan kesehatan masyarakat dimulai dari edukasi di tingkat desa. Seorang perwakilan mahasiswa mengungkapkan bahwa pengalaman ini mengubah cara pandang mereka terhadap profesi keperawatan.
"Kami belajar bahwa peran perawat tidak hanya berada di ruang perawatan fasilitas kesehatan, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan ibu hamil di Desa Tilote memiliki bekal pengetahuan yang cukup agar lebih percaya diri dan peduli terhadap kesehatan diri serta janinnya," ujarnya.
Kehadiran mahasiswa disambut dengan apresiasi tinggi oleh warga. Salah seorang ibu hamil yang menjadi peserta mengaku mendapatkan pencerahan besar dari sesi tersebut. Menurutnya, informasi yang disampaikan mahasiswa sangat praktis dan menjawab kebingungan yang selama ini ia alami.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat. Materi yang diberikan mudah dipahami, sehingga sekarang saya dan ibu-ibu lainnya di sini jadi lebih mengerti apa saja yang harus diperhatikan untuk menjaga kesehatan bayi di kandungan," ungkapnya dengan penuh syukur.
Langkah yang dilakukan mahasiswa Profesi Ners Angkatan 23 UNG ini diharapkan dapat menjadi model bagi upaya peningkatan kesadaran kesehatan di tingkat desa. Dengan semakin teredukasinya ibu hamil, diharapkan angka kesehatan ibu dan anak di Gorontalo dapat terus membaik, sejalan dengan komitmen UNG dalam berkontribusi bagi masyarakat.





