Menjangkau Wilayah Rawan Bencana, TBM Cutaneus FK UNG Gelar Layanan Kesehatan Gratis di Desa Hutadaa

GORONTALO – Wilayah rawan bencana bukan menjadi halangan bagi civitas akademika Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) untuk hadir memberikan layanan kesehatan. Pada Minggu (19/4/2026), Tim Bantuan Medis (TBM) Cutaneus FK UNG sukses menggelar aksi sosial bertajuk “Tenda Tensi I” di Desa Hutadaa, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo.
Desa Hutadaa yang dikenal sebagai daerah rawan banjir seringkali memiliki tantangan kesehatan tersendiri bagi warganya. Memahami kondisi tersebut, FK UNG hadir dengan misi promotif dan preventif melalui program bertema HEART (Health Evaluation and Risk Testing).
Meski hanya berupa tenda sederhana, layanan yang diberikan sangatlah lengkap. Sekitar 50 warga Desa Hutadaa mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan komprehensif, mulai dari pengecekan tekanan darah, tanda-tanda vital, kadar gula darah, kolesterol, asam urat, hingga pengukuran antropometri.
Seluruh rangkaian pemeriksaan dilakukan secara terstandar dengan pendampingan langsung oleh tenaga medis dan akademisi. Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FK UNG, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., dokter umum dr. Jeane Kirania Tangahu, serta dosen FK UNG Ryskina Fatimah Siregar, M.Keb., dan Astri Anita, S.Ft., M.Biomed.
Kegiatan ini tidak berhenti pada skrining kesehatan. Tim medis juga memberikan edukasi kesehatan secara door-to-door dan komunikatif kepada warga. Pendekatan ini dinilai krusial untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini, terutama bagi warga yang tinggal di lingkungan dengan kerentanan tinggi terhadap penyakit pascabanjir.
Antusiasme warga terlihat sangat tinggi. Suasana pelayanan yang hangat membuat warga tidak ragu untuk berkonsultasi mengenai keluhan kesehatan yang mereka alami.
Bagi mahasiswa kedokteran yang terlibat, "Tenda Tensi I" menjadi laboratorium lapangan yang tak ternilai harganya. Mereka tidak hanya mengasah keterampilan klinis, tetapi juga ditempa untuk memiliki empati sosial yang tinggi.
FK UNG meyakini bahwa keterlibatan aktif mahasiswa di tengah masyarakat adalah kunci utama untuk mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten secara teori, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan riil di lapangan.





