Menjaga "Nadi" Budaya Gorontalo, Akademisi FOK UNG Bedah Filosofi Olahraga Tradisional Langga

GORONTALO – Olahraga tradisional bukan sekadar permainan masa lalu, melainkan cerminan identitas dan karakter sebuah bangsa. Menyadari hal tersebut, Radio Republik Indonesia (RRI) Gorontalo menggelar sharing session spesial yang mengupas tuntas eksistensi Langga, seni bela diri sekaligus olahraga tradisional kebanggaan masyarakat Gorontalo.
Hadir sebagai narasumber utama, Akademisi UNG Hartono Hadjarati, S.Pd., M.Pd., yang juga sebagai Dekan Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Negeri Gorontalo, mengajak pendengar untuk menyelami lebih dalam filosofi di balik gerakan tangkas Langga.
Dalam pemaparannya yang interaktif, Hartono menegaskan bahwa Langga memiliki dimensi yang jauh lebih luas daripada sekadar aktivitas fisik. Di dalam setiap jurus dan gerakannya, terkandung nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi masyarakat Gorontalo sejak dulu.
“Olahraga Langga adalah kearifan lokal yang mengajarkan keberanian, sportivitas, dan penghormatan yang tinggi kepada lawan. Ini bukan sekadar permainan tradisional, melainkan sarana membangun karakter dan identitas budaya kita,” jelas Hartono.
Sebagai akademisi, Hartono juga menekankan bahwa perguruan tinggi memegang peran kunci dalam memastikan Langga tidak hilang ditelan zaman. FOK UNG berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian ini melalui jalur formal, mulai dari edukasi kepada mahasiswa, penelitian ilmiah, hingga pengembangan olahraga berbasis budaya lokal.
Sinergi antara dunia pendidikan dan media publik seperti RRI diharapkan mampu menjadi jembatan informasi agar generasi muda kembali melirik dan mencintai warisan leluhur mereka sendiri.
Melalui sharing session ini, Langga diharapkan tidak hanya berhenti sebagai catatan sejarah, tetapi kembali berdenyut di lapangan-lapangan terbuka dan menjadi kebanggaan anak muda Gorontalo. Dengan kolaborasi yang kuat, "nadi" budaya Gorontalo ini dipastikan akan terus berdenyut kencang melintasi zaman.





