Site Logo

Mencegah Stunting, Peneliti UNG Ungkap Penting Frekuensi MP-ASI

Penelitian
Abdul Wahid Rauf
05 May 2026
13:53 WITA
274 dilihat
Mencegah Stunting, Peneliti UNG Ungkap Penting Frekuensi MP-ASI

Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan anak yang paling serius di Indonesia. Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan tinggi badan anak yang lebih pendek dibandingkan dengan anak seusianya, tetapi juga mencerminkan adanya gangguan pertumbuhan dan perkembangan akibat kekurangan gizi dalam jangka waktu yang lama. Stunting dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti asupan nutrisi yang tidak memadai, infeksi yang berulang, serta kurangnya stimulasi perkembangan pada anak. Dampak dari stunting tidak hanya terlihat pada masa kanak-kanak, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang hingga dewasa. Anak yang mengalami stunting berisiko mengalami gangguan perkembangan kognitif, penurunan kemampuan belajar, serta kerentanan terhadap berbagai penyakit. Bahkan dalam jangka panjang, stunting dapat berdampak pada produktivitas ekonomi dan kesehatan reproduksi di masa depan.

Secara global, jutaan anak masih mengalami stunting. Data menunjukkan bahwa sekitar 149 juta anak di bawah usia lima tahun mengalami kondisi ini. Di Indonesia sendiri, prevalensi stunting masih tergolong tinggi, yaitu sekitar 24,4 persen. Oleh karena itu, berbagai upaya pencegahan terus dilakukan untuk menurunkan angka stunting, terutama pada periode awal kehidupan anak. Salah satu faktor penting yang berperan dalam mencegah stunting adalah pemberian makanan pendamping ASI atau yang dikenal dengan MP-ASI. MP-ASI mulai diberikan ketika bayi berusia enam bulan, karena pada usia tersebut ASI saja tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Makanan pendamping ini berfungsi untuk melengkapi kebutuhan energi, protein, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Namun, pemberian MP-ASI tidak hanya berkaitan dengan jenis makanan yang diberikan, tetapi juga frekuensi pemberiannya. Anak usia enam hingga dua puluh empat bulan memiliki kebutuhan nutrisi yang cukup tinggi, sehingga makanan harus diberikan secara teratur sesuai dengan usia dan kebutuhan mereka. Jika frekuensi pemberian makanan tidak mencukupi, maka kebutuhan gizi anak tidak terpenuhi dan berpotensi menghambat pertumbuhan.

Penelitian yang dilakukan pada anak usia 6–24 bulan menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara frekuensi pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang menerima MP-ASI dengan frekuensi yang tidak sesuai memiliki risiko stunting sekitar 7,7 kali lebih besar dibandingkan dengan anak yang mendapatkan MP-ASI sesuai dengan rekomendasi yang berlaku.

Rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan bahwa bayi usia 6–8 bulan sebaiknya diberikan MP-ASI sebanyak dua hingga tiga kali sehari. Ketika anak memasuki usia 9–12 bulan, frekuensi makan meningkat menjadi tiga kali sehari, dan pada usia 12–24 bulan anak juga dianjurkan makan tiga kali sehari dengan tambahan makanan selingan yang bergizi. Frekuensi makan ini penting karena anak pada usia tersebut biasanya hanya mampu makan dalam jumlah kecil, sehingga kebutuhan gizi mereka harus dipenuhi melalui pemberian makanan yang lebih sering.

Selain frekuensi makan, kualitas makanan yang diberikan juga berperan penting. Anak memerlukan makanan yang beragam, mengandung sumber protein, karbohidrat, lemak, serta vitamin dan mineral. Namun, dalam praktiknya, masih banyak anak yang mendapatkan makanan dengan frekuensi yang kurang atau tidak sesuai. Beberapa orang tua bahkan lebih sering memberikan susu formula atau makanan ringan dibandingkan makanan bergizi seimbang. Kondisi ini dapat menyebabkan anak tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan mereka.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bahwa praktik pemberian makan pada bayi dan anak merupakan salah satu kunci penting dalam meningkatkan kesehatan dan kelangsungan hidup anak. Pemberian makanan yang tidak memadai, baik dari segi kualitas maupun frekuensi, dapat meningkatkan risiko malnutrisi kronis yang berujung pada stunting.

Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting dalam memastikan anak mendapatkan makanan yang cukup dan bergizi. Edukasi mengenai pola pemberian MP-ASI yang tepat perlu terus ditingkatkan agar orang tua memahami pentingnya frekuensi makan yang sesuai dengan usia anak. Dengan pola makan yang baik dan seimbang, risiko stunting dapat dikurangi sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Pada akhirnya, pencegahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga dan masyarakat. Dengan memberikan perhatian yang lebih besar pada pola makan anak sejak usia dini, kita dapat membantu menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif di masa depan. (Artikel penelitian dipublikasikan melalui laman berikut)

Ikuti berita lainnya

Jaksa Agung Muda Intelijen Suntikkan Semangat kepada Mahasiswa Baru UNG
12 Aug 2026
08:00 WITA

Jaksa Agung Muda Intelijen Suntikkan Semangat kepada Mahasiswa Baru UNG

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) pada hari ketiga pelaksanaan, kedatangan tamu istimewa yakni Jaksa Agung Muda Intelijen, Prof. Dr. Reda Manthovani, SH., MH., Rabu (12/8).Ditengah kunjungan kerja di Provinsi Gorontalo, salah satu pejabat penting di Kejaksaan Agung Republik Indonesia hadir membersamai mahasiswa baru UNG yang tengah mengikuti kegiatan orientasi. Selain bertemu langsung dengan mahasiswa, Prof. Reda juga menyempatkan diri untuk memberikan pembekalan khusus untuk mahasiswa baru agar bisa sukses dalam dunia kampus yang akan digeluti.Di hadapan mahasiswa baru, Prof. Reda banyak memberikan suntikan motivasi kepada mahasiswa baru, untuk serius dalam mengikuti seluruh rangkaian pendidikan di Kampus Kerakyatan UNG. Keseriusan tersebut harus dibarengi dengan konsistensi, agar bisa menyelesaikan pendidikan tepat waktu dengan prestasi yang memuaskan.“Konsisten itu sangat penting, karena selama perjalanan kuliah akan banyak cobaan dan hambatan yang akan dihadapi. Hal ini akan tentunya akan membuat mahasiswa terkadang berhenti berjuang ataupun lulus dengan tidak maksimal. Olehnya mahasiswa harus konsisten dengan keinginan untuk menyelesaikan pendidikan di UNG,” ujarnyaProf. Reda juga menekankan pentingnya membangun jaringan positif. Lingkungan pertemanan dan jejaring yang baik dapat menjadi modal penting dalam mendukung perkembangan akademik, keterampilan, maupun perjalanan karier mahasiswa di masa depan.Dalam kesempatan tersebut Prof. Reda turut berpesan bahwa kehidupan mahasiswa dimasa mendatang, salah satunya ditentukan dari proses perjalanan selama di Kampus. Olehnya canangkan di pikiran cita-cita ataupun terget terbaik yang ingin diraih, yang tentunya harus diperjuangan sejak dini di bangku perkuliahan sehingga nanti dapat benar-benar mewujudkannya.“The power of mind itu penting untuk diterapkan bukan untuk dihayalkan. Apa yang diingkan harus diterapkan sejak jauh hari sebelumnya. Upaya untuk meraih keinginan itu harus dilatih dan dibentuk sejak dini,” pesannya.Prof. Reda juga mengingatkan kepada mahasiswa untuk tidak hanya fokus dalam memperkaya ilmu pengetahuan saja, namun juga perlu memperkuat karakter maupun keterampilan, serta harus menjadi individu yang produktif dan kreatif.Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyebut Kehadiran Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen tersebut, memberikan warna tersendiri dalam rangkaian PKKMB UNG. Pesan yang disampaikan menjadi pengingat bagi mahasiswa baru bahwa perjalanan mereka di perguruan tinggi bukan sekadar proses memperoleh gelar, tetapi merupakan fase penting untuk membentuk pribadi, memperluas jaringan, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan masa depan. (**)

Bekali Mahasisa Baru Pengetahuan Anti Korupsi, UNG Berkomitmen Lahirkan Generasi Muda Berintegritas
11 Aug 2026
01:21 WITA

Bekali Mahasisa Baru Pengetahuan Anti Korupsi, UNG Berkomitmen Lahirkan Generasi Muda Berintegritas

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Dalam mendukung agenda nasional pemberantasan korupsi, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menegaskan komitmennya untuk mendidik generasi muda yang berintegritas. Melalui rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), UNG memberikan materi penguatan integritas mahasiswa sebagai upaya memerangi perilaku korupsi.Materi yang dikemas dengan judul “Pencegahan korupsi dari kampus: Membangun generasi muda yang jujur dan beretika” ini disampaikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo, yang diwakili Kepala seksi penyidikan pidana khusus Rafid Mufti Humolungo, S.H., Selasa (11/8).Dalam pemaparannya, Rafid menekankan bahwa perguruan tinggi memegang peranan vital sebagai wadah pembentukan karakter, tanggung jawab, dan integritas. Menurutnya, benih-benih perilaku koruptif kerap muncul dari kebiasaan kecil yang dibiarkan di bangku kuliah.“Korupsi bukan hanya persoalan uang, melainkan juga menyangkut penyalahgunaan kekuasaan, jabatan, atau kepercayaan demi keuntungan pribadi. Perilaku ini tidak mendadak muncul saat seseorang menjadi pejabat, tetapi bisa berakar sejak masa kuliah,” ujar Rafid di hadapan ribuan mahasiswa baru.Ia membeberkan sejumlah contoh konkret aksi 'korupsi kecil' yang rawan terjadi di lingkungan kampus, mulai dari tradisi titip absen, menyontek, praktik plagiarisme, manipulasi data penelitian, hingga penyalahgunaan dana organisasi. Kebiasaan tidak jujur tersebut dinilai dapat mengikis moral, serta merusak karakter mahasiswa sebagai calon pemimipin masa depan.Lebih lanjut, Rafid mengingatkan bahwa integritas sejati seorang individu justru diuji ketika tidak ada orang lain yang mengawasi. Mengingat mahasiswa hari ini adalah penentu kebijakan di masa depan, penanaman nilai kejujuran sejak dini menjadi benteng utama agar mereka tidak tergiur melakukan penyelewengan di kemudian hari.Ketua pelaksana PKKMB UNG Zulkarnain Anu, S.Pd., M.Pd., menuturkan upaya menyelipkan materi antikorupsi dalam PKKMB, menjadi bentuk komitmen Kampus Kerakyatan UNG  dalam mendidik serta melahirkan melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara moral dan berintegritas.“Pendidikan anti korupsi adalah bagian penting dari pembentukan karakter siswa sejak mereka menapaki dunia kampus. Pendidikan anti korupsi merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan lingkungan pendidikan tinggi yang positif,” pungkasnya. (**)

Hadir Langsung di Kegiatan PKKMB, Rektor Sampaikan Pesan Penting Untuk Mahasiswa Baru UNG
11 Aug 2026
00:28 WITA

Hadir Langsung di Kegiatan PKKMB, Rektor Sampaikan Pesan Penting Untuk Mahasiswa Baru UNG

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO - Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., hadir di tengah-tengah kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), untuk menyambut mahasiswa baru UNG tahun akademik 2026-2027, Senin (10/8).Dihadapan para mahasiswa baru, Rektor menyampaikan sejumlah pesan penting, bahwa kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi khususnya di UNG, adalah dambaan banyak masyarakat. Namun, hanya segelintir yang berhasil lolos dan menjadi bagian dari keluarga besar UNG.“Kesempatan tersebut dapat disyukuri oleh mahasis baru, salah satu cara yakni dengan mengikuti seluruh rangkaian pendidikan akademik untuk menempa ilmu, membentuk karakter, dan mengasah keterampilan yang bermanfaat bagi masa depan, kemudia menyelesaikan pendidikan tepat waktu,” ujar Rektor.Di lingkungan pendidikan tinggi khususnya UNG, memiliki regulasi akademik yang harus ditaati oleh seluruh mahasiswa. Untuk itu mahasiswa dituntut untuk menjalankan aktifitas akademik sesuai ketentuan berlaku, serta berkomitmen menyelesaikan seluruh tahapan tepat waktu.“Dalam menempuh pendidikan di kampus tentunya perjalanan kuliah tidak selalu mulus, akan ada dinamika, tantangan, dan lika-liku yang harus dihadapi. Namun yang perlu diingat, setiap tantangan yang kalian lalui akan menempa pribadi yang lebih kuat. Proses ini akan menjadi bekal berharga untuk terus berkarya dan memberi kontribusi di masa mendatang,” ujarnya.Sebagai mahasiswa baru, Rektor mewanti-wanti untuk dapat beradaptasi dengan cepat dengan kehidupan kampus serta sistem akademik. Karena dengan cepat beradaptasi, mahasiswa baru dapat menjalankan pendidikan tepat waktu dengan dibarengi pencapaian prestasi yang memuaskan.“Selamat memulai perjalanan kalian di kampus kerakyatan UNG, doa saya selalu menyertai ribuan mahasiswa baru agar sukses meraih cita-cita melalui UNG kampus kita tercinta,” pungkas Rektor. (**)

Melalui Kegiatan PKKMB, Mahasiswa Baru UNG Dibekali Pengenalan Tentang Kehidupan di Kampus
10 Aug 2026
06:04 WITA

Melalui Kegiatan PKKMB, Mahasiswa Baru UNG Dibekali Pengenalan Tentang Kehidupan di Kampus

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Sebagai langkah awal dalam menjalani aktivitas di lingkungan Kampus, Universitas Negeri Gorontalo memberikan pembekalan terkait kehidupan kampus bagi mahasiswa baru. Pembekalan tersebut dilaksanakan melalui kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026, Senin (10/8).Ketua pelaksana PKKMB UNG Zulkarnain Anu, S.Pd., M.Pd., mengatakan pelaksanaan PKKMB sebagai wadah pengenalan sistem pendidikan tinggi, budaya akademik serta tata kehidupan kampus, serta nilai-nilai dasar yang harus dimiliki mahasiswa. Ini juga sekaligus sebagai langkah awal pembinaan mahasiswa baru, agar siap mengikuti proses pendidikan tinggi secara aktif, mandiri, kreatif dan bertanggung jawab.“PKKMB ini diikuti oleh 5166 mahasiswa baru, yang berasal dari 27 Provinsi di Indonesia. Kegiatan akan berlangsung selama 5 hari mulai 10-14 Agustus 2026,” ujar Zulkarnain.Teknis pelaksanaan PKKMB kata Zulkarnanin, akan dilaksanakan mulai di tingkat universitas maupun fakultas. Selama pembekalan mahasiswa baru akan dibekali dengan nilai-nilai penting, yang akan menopang perjalanan akademik mereka selama mengikuti perkuliahan di UNG.“Adapun  materi yang diberikan meliputi kehidupan berbangsa dan bernegara, jati diri bangsa dan pembinaan kesadaran bela negara, sistem pendidikan tinggi di indonesia, Perguruan Tinggi di era digital dan revolusi industri, pengembangan karakter mahasiswa, muatan lokal dan kearifan lokal di Kawasan Teluk Tomini,” jelasnnya.Sementera itu Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menekankan pentingnya mengikuti pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru. Pengetahuan dan informasi yang diperoleh pada PKKMB akan sangat penting, sebagai langkah awal bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan dunia perkuliahan.“Kehidupan kampus memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan masa sekolah. Karena itu, diperlukan pembekalan khusus agar mahasiswa baru memahami pola kehidupan di lingkungan kampus, sistem pembelajaran, serta berbagai kegiatan akademik dan non-akademik yang akan dijalani selama masa studi,” ujar Rektor.Untuk itu Eduart berpesan agar seluruh mahasiswa baru dapat menuntaskan seluruh rangkaian PKKMB, karena menjadi momen penting untuk mengenalkan mahasiswa baru pada lingkungan belajar yang berbeda. Terlebih dalam kegiatan ini memberi gambaran bagaimana mahasiswa baru, akan menempuh perjalanan akademik dan beradaptasi dengan dinamika kehidupan kampus selama empat tahun ke depan. (**)

Lihat Semua Berita