Memuliakan Senja di Bulan Suci, Perempuan ICMI dan FK UNG Hadirkan Layanan Terpadu bagi Lansia

GORONTALO – Ramadan bukan sekadar momen meningkatkan ibadah pribadi, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial kepada kelompok rentan. Semangat inilah yang melandasi kegiatan bertajuk “Ramadhan Bersama Lansia” yang diinisiasi oleh Perempuan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) bekerja sama dengan ICMI Wilayah Gorontalo pada Sabtu (7/3/2026).
Bertempat di Masjid Sabilurrasyad, kegiatan ini menjadi simbol sinergi luar biasa antara cendekiawan, tenaga medis, dan institusi pendidikan untuk memastikan para orang tua (lansia) dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan raga yang sehat dan hati yang tenang.
Menyadari bahwa lansia membutuhkan perhatian medis khusus selama berpuasa, LD Avicenna Fakultas Kedokteran UNG bersama BSMI Gorontalo turun langsung memberikan layanan kesehatan gratis. Sebanyak 150 peserta lansia mendapatkan pemeriksaan lengkap, mulai dari pengukuran antropometri hingga cek kadar gula darah, kolesterol, asam urat, dan tekanan darah.
Istimewanya, para lansia mendapatkan konsultasi medis langsung dari Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., yang merupakan Wakil Dekan II FK UNG sekaligus Ketua BSMI Wilayah Gorontalo. Kehadiran pakar medis ini memastikan para lansia mendapatkan arahan kesehatan yang tepat sesuai kondisi fisik mereka masing-masing.
Tak hanya urusan fisik, aspek spiritualitas dan pemenuhan kebutuhan dasar juga menjadi prioritas. Rangkaian kegiatan diperkaya dengan:
1) Edukasi Kesehatan Puasa: Tips bagi lansia agar tetap bugar selama menjalankan ibadah.2) Talkshow Keagamaan: Membahas tata cara salat yang benar dan sesuai tuntunan bagi lansia.3) Penyaluran Paket Sembako: Sebanyak 150 paket bantuan Ramadan dibagikan sebagai wujud solidaritas dan kepedulian sosial.
“Program ini adalah model kolaborasi holistik. Kami ingin menghadirkan dampak nyata, bukan sekadar seremonial. Lansia adalah kelompok yang membutuhkan dukungan spiritual sekaligus perhatian kesehatan yang serius,” ungkap perwakilan panitia pelaksana.
Keterlibatan organisasi keislaman, tenaga medis, dan akademisi dalam satu panggung mencerminkan model pelayanan sosial yang ideal. Inisiatif "Ramadhan Bersama Lansia" ini diharapkan tidak hanya berhenti di Gorontalo, tetapi menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk memperkuat pelayanan sosial berbasis komunitas.





