Mangrove Goes to Campus, FMIPA Perkuat Kolaborasi Nyata untuk Kelestarian Ekosistem Pesisir Gorontalo

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali membuktikan perannya sebagai motor penggerak ilmu pengetahuan yang berakar pada kepedulian lingkungan. Pada Senin, 18 Mei 2026, Aula FMIPA UNG menjadi panggung strategis bagi terselenggaranya kegiatan "Mangrove Goes to Campus" sebuah forum kolaboratif yang mempertemukan civitas akademika FMIPA UNG dengan Komunitas Konservasi Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Gorontalo melalui Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Bone Limboto.
Kegiatan ini digagas sebagai respons atas urgensi penguatan literasi konservasi mangrove di kalangan akademisi muda, sekaligus menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat dalam mengelola ekosistem pesisir Gorontalo secara berkelanjutan.
Data yang dipaparkan dalam forum ini mengungkap kondisi mangrove Gorontalo yang memprihatinkan sekaligus menantang: dari total kawasan mangrove eksisting seluas sekitar 9.000 hektare, terdapat sekitar 13.000 hektare kawasan yang telah mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut sebagian besar dipicu oleh aktivitas tambak yang tidak berbasis pengendalian ekosistem, sehingga mendegradasi fungsi ekologis kawasan pesisir secara signifikan.
Bagi FMIPA UNG, kegiatan Mangrove Goes to Campus bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah cerminan nyata dari komitmen fakultas dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi—khususnya pengabdian kepada masyarakat dan penguatan riset berbasis ekosistem lokal. Sebagai rumah bagi program studi Biologi, Ilmu Lingkungan, Geografi, dan berbagai disiplin sains lainnya, FMIPA UNG memiliki kewajiban akademik dan moral untuk terlibat aktif dalam isu-isu lingkungan strategis seperti konservasi mangrove.
Kehadiran mahasiswa dan akademisi FMIPA UNG dalam forum ini menandai komitmen fakultas untuk tidak hanya menghasilkan pengetahuan di balik tembok laboratorium, tetapi juga mengintegrasikan sains dengan aksi nyata pelestarian alam. Pemilihan aula FMIPA sebagai venue kegiatan pun memperkuat simbolisme bahwa kampus adalah garda terdepan dalam gerakan literasi dan konservasi lingkungan.
Terselenggaranya Mangrove Goes to Campus di FMIPA UNG memperkuat tekad fakultas untuk menjadikan isu-isu lingkungan pesisir sebagai bagian integral dari agenda akademik dan pengabdian masyarakat. FMIPA UNG berkomitmen untuk menindaklanjuti momentum ini melalui penguatan kurikulum berbasis ekosistem lokal, pengembangan riset mangrove yang kolaboratif, serta keterlibatan aktif mahasiswa dalam program-program konservasi lapangan.





