Mahasiswa UNG Latih Siswa dan Guru SMPN 4 Limboto Barat Menulis Berita

Di tengah gempuran informasi digital yang sering kali tidak tervalidasi, kemampuan menulis dan memilah berita menjadi keterampilan yang sangat krusial. Menyadari hal tersebut, mahasiswa Program UNG Mengajar Batch 8 dari Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar pelatihan penulisan berita di SMP Negeri 4 Limboto Barat.
Kegiatan ini menyasar perwakilan guru serta siswa yang aktif dalam berbagai organisasi sekolah, mulai dari OSIS, Pramuka, hingga PIK-R, sebagai motor penggerak literasi di lingkungan sekolah.
Kepala SMPN 4 Limboto Barat, Rety Usman, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, kemampuan menulis berita sesuai kaidah jurnalistik adalah bekal penting bagi warga sekolah agar lebih bijak dalam memproses informasi.
“Di tengah maraknya penyebaran informasi yang tidak valid, keterampilan jurnalistik dasar ini membantu guru dan siswa untuk tidak hanya sekadar menerima informasi, tetapi juga mampu menyampaikannya kembali dengan benar dan bertanggung jawab,” ujar Rety Usman.
Satu hal yang membuat pelatihan ini istimewa adalah para pematerinya. Mahasiswa UNG yang bertugas merupakan mereka yang telah memiliki pengalaman praktis di dunia jurnalistik melalui program magang MBKM di media lokal ternama seperti Halo-Post.com dan Gorontalo Post.
Berbekal pengalaman tersebut, materi yang disampaikan menjadi lebih aplikatif. Para peserta tidak hanya belajar teori, tetapi langsung terjun mempraktikkan teknik penulisan dengan memahami struktur berita serta prinsip dasar seperti akurasi, objektivitas, dan keberimbangan.
Antusiasme terlihat jelas dari para peserta, salah satunya Rahmat Ali, Ketua OSIS SMPN 4 Limboto Barat. Ia mengaku pelatihan ini meningkatkan kepercayaan dirinya dalam menyusun laporan kegiatan sekolah menjadi tulisan yang informatif.
“Sekarang kami lebih paham cara menyusun berita yang baik. Ini sangat bermanfaat untuk mendokumentasikan kegiatan organisasi kami agar lebih menarik dibaca,” ungkap Rahmat.
Melalui program UNG Mengajar Batch 8 ini, mahasiswa UNG tidak hanya mentransfer ilmu penulisan, tetapi juga membangun kesadaran literasi media. Harapannya, pelatihan ini mampu melahirkan generasi muda yang kritis, kreatif, dan bijak dalam menyikapi arus informasi di era digital, sekaligus menjadi bukti nyata peran mahasiswa dalam membentuk karakter siswa yang adaptif terhadap perkembangan zaman.





