Mahasiswa UNG Gaungkan Gerakan Anti-Bullying di SMAN 1 Tapa

gorontalo - Menjelang purna tugas dalam program UNG Mengajar Batch 8, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Bastrasia) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) meninggalkan jejak pengabdian yang mendalam. Mereka menggelar sosialisasi pencegahan bullying di SMA Negeri 1 Tapa sebagai misi penyelamatan lingkungan pendidikan dari ancaman perundungan.
Kegiatan ini lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya menciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan menjadi ruang tumbuh yang sehat bagi seluruh siswa.
Sosialisasi ini menghadirkan Jumadi Mori Salam Tuasikal, M.Pd. sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, materi bullying tidak hanya disampaikan sebagai teori, melainkan dibedah secara kontekstual agar relevan dengan kehidupan sehari-hari para pelajar.
Siswa diajak memahami secara menyeluruh mengenai jenis-jenis perundungan—mulai dari verbal hingga fisik—dampak psikologis yang menghancurkan masa depan korban, hingga langkah konkret dalam penanganan kasus yang terjadi di lingkungan sekolah.
Menggunakan pendekatan komunikatif dan partisipatif, suasana sosialisasi jauh dari kesan kaku. Sesi diskusi interaktif dan tanya jawab menjadi panggung bagi siswa untuk berani bersuara. Banyak siswa yang mulai terbuka menyampaikan pendapat serta berbagi pengalaman terkait fenomena perundungan yang sering mereka temui.
“Kami ingin para siswa tidak hanya menjadi penonton. Mereka harus menjadi agen perubahan yang berani melapor dan berani membela sesama. Sikap empati dan toleransi adalah fondasi utama sekolah yang ramah,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa UNG Mengajar.
Hasilnya sangat positif. Antusiasme siswa menunjukkan adanya peningkatan kesadaran akan pentingnya saling menghargai. Fokus kegiatan ini adalah mendorong siswa agar tidak takut melaporkan tindakan bullying, baik yang dialami sendiri maupun yang disaksikan, sebagai langkah awal memutus rantai kekerasan.





