Site Logo

Mahasiswa UNG Berikan Edukasi Pencegahan Bullying bagi Siswa Sekolah Dasar

PengabdianUNG Berdampak
Abdul Wahid Rauf
30 Jul 2026
11:59 WITA
9 dilihat
Mahasiswa UNG Berikan Edukasi Pencegahan Bullying bagi Siswa Sekolah Dasar

Upaya membangun lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar edukasi dan simulasi pencegahan bullying bagi siswa SDN 8 Tabongo, Kabupaten Gorontalo, sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat di Desa Ilomangga, Kecamatan Tabongo.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (29/7/2026) tersebut diikuti oleh siswa kelas IV, V, dan VI dengan tujuan meningkatkan pemahaman mengenai bullying, dampaknya terhadap kesehatan mental dan proses belajar, serta menumbuhkan budaya saling menghormati dan menghargai di lingkungan sekolah sejak usia dini.

Kepala SDN 8 Tabongo, Arifin Muhammad Eyato, S.Pd., mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG yang menghadirkan edukasi tentang pencegahan bullying di sekolahnya. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan bekal pengetahuan yang penting bagi para siswa agar mampu mengenali bentuk-bentuk perundungan sekaligus mencegah terjadinya tindakan bullying di lingkungan sekolah.

"Kami berharap materi yang disampaikan dapat meningkatkan kesadaran siswa sehingga tercipta suasana belajar yang aman, nyaman, dan saling menghargai," ujarnya.

Koordinator Desa KKN Profesi Kesehatan UNG Desa Ilomangga, Raihan Pratama Trifandi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh mahasiswa KKN dalam menjawab kebutuhan edukasi kesehatan sosial di lingkungan sekolah. Ia berharap program tersebut tidak hanya menambah wawasan siswa, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam membangun budaya sekolah yang ramah anak dan bebas dari perundungan.

Materi edukasi disampaikan oleh Clarystie Viola Goma, yang menjelaskan bahwa bullying merupakan tindakan yang dilakukan secara sengaja untuk menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun psikologis. Dalam pemaparannya, siswa diperkenalkan pada berbagai bentuk bullying, meliputi bullying fisik, verbal, dan mental atau psikologis, beserta penyebab, dampak, dan langkah-langkah pencegahannya.

Selain memahami karakteristik bullying, para siswa juga diberikan pengetahuan mengenai dampak yang dapat ditimbulkan, baik bagi korban maupun pelaku. Korban bullying berisiko mengalami penurunan rasa percaya diri, ketakutan, gangguan emosional, hingga kesulitan dalam proses belajar. Sementara itu, pelaku juga dapat menerima konsekuensi berupa sanksi sekolah, kehilangan kepercayaan dari lingkungan sekitar, hingga berpotensi mengulangi perilaku negatif apabila tidak mendapatkan pembinaan yang tepat.

Mahasiswa KKN juga menekankan pentingnya peran saksi atau bystander dalam mencegah terjadinya bullying. Siswa diajak untuk tidak bersikap pasif ketika menyaksikan tindakan perundungan, melainkan berani melaporkan kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya serta memberikan dukungan kepada teman yang menjadi korban.

Untuk meningkatkan pemahaman peserta, edukasi dilanjutkan dengan simulasi (role play) yang diperankan oleh Disya Fatima Azzahra Gobel bersama sejumlah siswa. Melalui simulasi tersebut diperagakan berbagai situasi yang sering terjadi di lingkungan sekolah, sekaligus cara merespons tindakan bullying secara tepat, seperti menolak perilaku perundungan, meminta bantuan kepada guru atau orang tua, serta memberikan dukungan kepada korban.

Metode pembelajaran yang interaktif membuat suasana kegiatan berlangsung aktif dan komunikatif. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari penyampaian materi, diskusi, hingga simulasi. Mereka juga aktif menjawab pertanyaan dan menyampaikan pendapat mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang saling menghargai.

Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo berharap edukasi mengenai pencegahan bullying dapat menumbuhkan keberanian siswa untuk menolak dan melaporkan tindakan perundungan, sekaligus memperkuat budaya saling menghormati, peduli, dan menjaga sesama. Program tersebut menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung terciptanya sekolah yang aman, inklusif, dan kondusif bagi tumbuh kembang anak.

Ikuti berita lainnya

Wisuda ke-63 UNG Mengukuhkan 700 Lulusan Terbaik Dari Berbagai Bidang Keilmuan
18 Sep 2026
06:45 WITA

Wisuda ke-63 UNG Mengukuhkan 700 Lulusan Terbaik Dari Berbagai Bidang Keilmuan

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Suasana penuh suka cita menyelimuti Auditorium Universitas Negeri Gorontalo (UNG) pada Kamis, (17/9). Sebanyak 700 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari Diploma, Sarjana, Magister, hingga Doktor resmi menyelesaikan pendidikan yang dikukuhkan dalam prosesi Wisuda ke-59 UNG.Ratusan lulusan terbaik UNG tersebut dikukuhkan melalui sidang senat terbuka wisuda ke-63 oleh Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng., didampingi Ketua Senat Prof. Dr. Femy Mahmud Sahami, M.Si., serta seluruh anggota senat. Momen ini menjadi puncak perjalanan akademik para wisudawan yang telah menempa diri di Kampus Kerakyatan selama beberapa tahun terakhir.Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng., dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberhasilan para wisudawan, merupakan pencapaian yang membahagiakan bagi seluruh keluarga besar universitas. Menurutnya, keberhasilan meraih gelar akadmeik ini bukan hanya milik individu mahasiswa semata.“Ini bukan hanya tanda keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan studi, tetapi juga bukti dedikasi para dosen yang telah mendidik, membimbing, dan mengantarkan kalian hingga merengkuh gelar akademik hari ini. Keberhasilan ini patut kita syukuri bersama,” ujar Prof. Eduart.Momentum prosesi wisuda yang diikuti para lulusan UNG ini tidak hanya menjadi perayaan akademik, namun menjadi simbol dari komitmen UNG dalam mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing. Dengan bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai karakter yang telah ditempa selama berada di lingkungan Kampus, para lulusan diharapkan dapat menjawab tantangan zaman dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.“Dengan bekal penting yang diperoleh selama menempuh pendidikan, para lulusan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa inovasi dan solusi di tengah tantangan dunia modern,” harap Prof. Eduart. (**)

1.613 Mahasiswa Baru UNG Terima Bantuan Beasiswa KIP-Kuliah 2026
15 Sep 2026
06:16 WITA

1.613 Mahasiswa Baru UNG Terima Bantuan Beasiswa KIP-Kuliah 2026

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Langkah 1.613 mahasiswa baru Universitas Negeri Gorontalo (UNG) untuk menempuh pendidikan tinggi, mendapat dukungan pemerintah melalui bantuan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Tahun 2026. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis melalui penyerahan buku tabungan dan kartu ATM kepada penerima, sebagai penanda dimulainya penyaluran bantuan pendidikan bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah UNG.Ketua Pengelola KIP Kuliah UNG, Taufiq Ismail Yusuf, S.T., M.T., menjelaskan bahwa mahasiswa yang menerima buku tabungan dan ATM tersebut, merupakan penerima beasiswa KIP-K UNG yang diterima melalui jalur SNBT dan SNBP.Melalui rekening penerima, mahasiswa akan memperoleh bantuan biaya hidup sebesar Rp950 ribu setiap bulan. Bantuan tersebut disalurkan langsung ke rekening mahasiswa penerima tanpa potongan, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menunjang berbagai kebutuhan selama menjalani perkuliahan.“Bantuan biaya hidup tersebut kami salurkan setiap bulannya, langsung ke rekening penerima beasiswa tanpa dilakukan potongan. Biaya tersebut dapat dimanfaatkan mahasiswa, untuk membantu memenuhi keperluan mereka dalam kegiatan perkuliahan nanti,” ujar Taufiq.Menurutnya, KIP Kuliah merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang merata. Program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa berprestasi, yang memiliki keterbatasan ekonomi namun tetap memiliki semangat dan potensi untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG, Prof. Dr. Muhamad Amir Arham, M.E., menyampaikan selamat kepada 1.613 mahasiswa baru yang telah resmi menerima KIP Kuliah. Ia menilai bantuan tersebut bukan hanya memberikan dukungan dari sisi finansial, tetapi juga menjadi dorongan moral bagi mahasiswa untuk semakin serius menjalani proses pendidikan dan mengembangkan prestasi, baik akademik maupun nonakademik.“Semoga para penerima dapat memanfaatkan bantuan tersebut secara bijak untuk menunjang kebutuhan perkuliahan, sekaligus menjaga komitmen akademik agar mampu menyelesaikan studi tepat waktu dengan hasil yang membanggakan,” pesannya.Dengan diterimanya KIP Kuliah kata Amir, ribuan mahasiswa baru UNG kini memiliki dukungan tambahan untuk menapaki perjalanan akademiknya. Lebih dari sekadar bantuan biaya pendidikan dan biaya hidup, program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesempatan generasi muda untuk memperoleh pendidikan tinggi serta mempersiapkan sumber daya manusia unggul yang kelak mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa. (**)

Untuk Lindungi Laut, Mahasiswa KKN Infrastruktur UNG Desain Pengelolaan Air Limbah dan Persampahan Pesisir Leato Selatan
14 Sep 2026
06:29 WITA

Untuk Lindungi Laut, Mahasiswa KKN Infrastruktur UNG Desain Pengelolaan Air Limbah dan Persampahan Pesisir Leato Selatan

Rachmad Hidayah

Gorontalo — Mahasiswa KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, mengangkat tema “Kemitraan Multipihak untuk Pengelolaan Sanitasi dan Persampahan Berkelanjutan”.Melalui tema tersebut, mahasiswa mendesain pengelolaan air limbah domestik melalui biofilter dan cubluk kembar, serta merancang sistem pengelolaan sampah pesisir berbasis ekonomi sirkular.Rancangan mahasiswa KKN yang dibimbing oleh Dr. Raghel Yunginger, Mulyani Z. Paramata, M.T., dan Dr. Boby R. Payu tersebut berangkat dari hasil survei lapangan dan pendataan Identifikasi Masalah dan Analisis Potensi (IMAP). Hasil pendataan tersebut telah dipaparkan mahasiswa pada FGD pertama kepada OPD terkait, Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Gorontalo, pemerintah kecamatan dan kelurahan, SDGs Center UNG, masyarakat, serta pemerhati lingkungan Rosyid A. Adzhar.Pada FGD kedua yang dilaksanakan pada 12 September 2026, mahasiswa memaparkan dua desain pengolahan air limbah rumah tangga, yaitu sistem biofilter untuk greywater dan cubluk kembar untuk blackwater. Kedua sistem tersebut dirancang untuk menurunkan beban pencemar antropogenik sebelum air limbah masuk ke lingkungan perairan.Di samping itu, untuk pengelolaan persampahan pesisir, mahasiswa mendata profil sampah dan volumenya untuk mendesain sistem pengelolaan terpadu mulai dari pemilahan, pengangkutan, hingga daur ulang berbasis ekonomi sirkular.Pengelolaan sampah organik diarahkan menjadi pupuk kompos dan pellet pakan. Sementara itu, sampah anorganik difokuskan pada pengepakan sampah sesuai dengan profil sampah anorganik yang bernilai jual.Dengan demikian, material yang masih bernilai dapat diolah secara terpadu di TPS3R Leato Selatan, sekaligus mengurangi sumber pencemaran antropogenik yang dapat mencemari kawasan permukiman dan perairan laut.Integrasi desain tersebut diarahkan untuk memutus jalur utama pencemaran dari daratan, yaitu air limbah domestik dan sampah yang berpotensi terbawa hingga ke kawasan pantai dan laut.Camat Dumbo Raya, Heriyanto M. Abas, S.E., menyampaikan apresiasi terhadap desain inovatif mahasiswa yang disusun berbasis data dan kondisi nyata di lapangan.Menurutnya, solusi yang ditawarkan sangat inovatif, ilmiah, dan dapat menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam menentukan arah kebijakan, khususnya terkait sanitasi, persampahan, dan perlindungan lingkungan pesisir.Inovasi ini penting karena Leato Selatan merupakan kawasan pesisir yang terhubung langsung dengan perairan Teluk Tomini, salah satu kekayaan alam Gorontalo yang memiliki fungsi ekologis, ekonomi, sosial, dan pariwisata.Melalui KKN Tematik Infrastruktur, kerja sama LP2M-UNG dengan Kementerian PUPR, mahasiswa menghadirkan desain ilmiah dan aksi nyata pengelolaan air limbah dan persampahan yang diharapkan dapat mendukung arah kebijakan pemerintah dalam pencapaian pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan 11 (kota dan permukiman berkelanjutan), 13 (penanganan perubahan iklim), dan 14 (ekosistem lautan).Melalui desain tersebut, mahasiswa KKN menunjukkan bahwa perlindungan laut dapat dimulai dari pembenahan sanitasi dan persampahan di tingkat rumah tangga yang didukung dengan tata kelola berbasis kemitraan multipihak secara berkelanjutan, yang selaras dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Alur Permohonan Akun SIAKAD Orang Tua / Wali
11 Sep 2026
05:05 WITA

Alur Permohonan Akun SIAKAD Orang Tua / Wali

Abdul Wahid Rauf

Memantau perjalanan akademik mahasiswa kini semakin mudah. Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus menyempurnakan layanan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) dengan menghadirkan fitur akses khusus bagi orang tua atau wali mahasiswa untuk mengetahui perkembangan studi anaknya secara lebih mudah dan terintegrasi.Untuk memperoleh akses tersebut, orang tua atau wali terlebih dahulu perlu mengajukan permohonan pembuatan akun SIAKAD. Pengajuan dilakukan dengan mengisi formulir permohonan melalui tautan https://s.ung.ac.id/permohonan-akun-siakad-wali. Dalam prosesnya, pemohon diwajibkan melengkapi sejumlah data penting, serta menyetujui Pernyataan Pengajuan Pembuatan Akun.Setelah formulir berhasil dikirimkan, Tim UPA TIK Universitas Negeri Gorontalo akan melakukan proses pembuatan akun SIAKAD Orang Tua/Wali. Selanjutnya, setelah akun selesai dibuat, informasi akun akan dikirimkan kepada pemohon melalui WhatsApp atau email yang telah dicantumkan dalam formulir permohonan.Pengembangan fitur ini menjadi langkah UNG dalam menghadirkan layanan akademik yang semakin informatif, mudah diakses, dan terintegrasi. Di sisi lain, keterlibatan orang tua atau wali diharapkan dapat semakin kuat dalam memberikan perhatian, pendampingan, serta dukungan terhadap perjalanan pendidikan mahasiswa hingga menyelesaikan studinya.Melalui penyempurnaan SIAKAD secara berkelanjutan, UNG terus membangun ekosistem layanan akademik berbasis digital yang tidak hanya mendukung kebutuhan mahasiswa dan pengelola akademik, tetapi juga membuka ruang keterlibatan orang tua dalam mengawal perkembangan pendidikan mahasiswa.

Lihat Semua Berita