Mahasiswa PBI UNG Kampanyekan Pentingnya Bahasa Inggris Lewat Siaran RRI Gorontalo

GORONTALO – Suara generasi muda kini bergema di frekuensi 92,4 FM. Melalui program siaran Pro 2 RRI Gorontalo bertajuk "Sore Ceria: Chat & Chill (English Talk)", mahasiswa magang Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sukses menghadirkan diskusi edukatif mengenai pentingnya bahasa internasional di dunia kerja.
Bukan sekadar magang biasa, para mahasiswa ini terjun langsung sebagai narasumber sekaligus tim produksi, mengubah ruang siar menjadi panggung literasi bahasa yang santai namun sarat akan informasi.
Dalam siaran langsung tersebut, topik yang diangkat menyentuh kegelisahan generasi muda saat ini: bagaimana bersaing di pasar kerja yang kian kompetitif? Para mahasiswa memaparkan secara komunikatif bahwa penguasaan bahasa Inggris bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan mendasar di berbagai sektor mulai dari industri kreatif hingga perkantoran profesional.
Diskusi yang dikemas secara interaktif ini menyoroti bagaimana bahasa Inggris mampu membuka pintu peluang yang lebih luas, meningkatkan rasa percaya diri, dan memperkuat jejaring komunikasi di tingkat global.
Keterlibatan mahasiswa dalam program English Talk ini mendapat apresiasi dari pihak RRI Gorontalo. Program ini dinilai sebagai wadah praktis untuk melatih mental dan kemampuan komunikasi massa mahasiswa sebelum benar-benar terjun ke dunia profesional.
“Mahasiswa tidak hanya dibekali teori di kampus, tetapi di sini mereka dilatih menggunakan bahasa Inggris dalam konteks profesional yang nyata. Ini adalah bagian dari upaya mempersiapkan mereka menghadapi tantangan kerja yang sesungguhnya,” ungkap pembimbing magang di RRI Gorontalo.
Kegiatan ini membuktikan bahwa di tengah gempuran media digital, radio tetap memiliki peran strategis sebagai sarana edukasi publik. Melalui frekuensi udara, pesan mengenai pentingnya literasi bahasa dapat menjangkau masyarakat luas dengan cara yang lebih personal dan hangat.
Bagi mahasiswa PBI UNG, pengalaman ini bukan hanya soal mengasah lidah dalam berbahasa Inggris, tetapi juga tentang kerja tim, manajemen program, dan keberanian menyuarakan ide di depan publik. Harapannya, program serupa terus berkembang untuk mencetak generasi yang literat, cakap berkomunikasi, dan siap menghadapi tantangan global.





