Mahasiswa KKN-PK UNG Luncurkan SIGAP KIA, Inovasi Digital Perkuat Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Desa Datahu

GORONTALO – Komitmen Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam menghadirkan solusi berbasis inovasi bagi masyarakat, kembali diwujudkan melalui program Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK). Mahasiswa KKN-PK UNG memperkenalkan SIGAP KIA (Sistem Informasi Kesehatan Ibu dan Anak) berbasis website sebagai inovasi digital, untuk mendukung peningkatan layanan kesehatan ibu hamil dan anak di Desa Datahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo.
Inovasi tersebut diperkenalkan dalam Seminar Awal KKN-PK yang berlangsung di Aula Kantor Desa Datahu, Rabu (22/7). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk memaparkan hasil pendataan kesehatan masyarakat, sekaligus menyosialisasikan program kerja yang akan dijalankan selama masa pengabdian.
Seminar turut dihadiri pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader kesehatan, serta masyarakat setempat. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut menjadi langkah awal membangun kolaborasi dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih efektif, terintegrasi, dan berbasis data.
Koordinator Desa KKN-PK UNG Desa Datahu menjelaskan bahwa SIGAP KIA dirancang sebagai sistem informasi berbasis website yang memudahkan proses pendataan ibu hamil, pemantauan kondisi kehamilan, serta memperkuat koordinasi antara bidan desa, kader kesehatan, dan pemerintah desa.
"Melalui SIGAP KIA, kami ingin membantu pemerintah desa dan tenaga kesehatan melakukan pemantauan ibu hamil secara lebih sistematis. Sistem ini dipadukan dengan pendampingan melalui home visit sehingga ibu hamil yang memiliki risiko tinggi dapat terdeteksi lebih dini dan segera memperoleh penanganan yang tepat," jelasnya.
Lebih dari sekadar aplikasi digital, SIGAP KIA juga menjadi bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa akan memberikan pelatihan kepada kader kesehatan mengenai penggunaan sistem informasi tersebut, sehingga proses pencatatan dan pemantauan kesehatan ibu hamil dapat terus berjalan secara berkelanjutan setelah program KKN berakhir.
Selain menghadirkan inovasi digital, mahasiswa KKN-PK UNG juga menyiapkan berbagai program promotif dan preventif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Program tersebut meliputi kerja bakti lingkungan, edukasi pemilahan sampah, sosialisasi HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS), senam hipertensi, cek kesehatan gratis (CKG), hingga sosialisasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) sebagai upaya pencegahan hipertensi dan diabetes melitus.
Pemerintah Desa Datahu menyambut positif kehadiran mahasiswa KKN-PK UNG beserta inovasi yang mereka bawa. Menurut pemerintah desa, SIGAP KIA merupakan terobosan yang sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui pemanfaatan teknologi digital.
Program tersebut diyakini mampu meningkatkan kualitas pendataan, mempercepat deteksi dini kehamilan berisiko tinggi, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat dalam memberikan pendampingan kepada ibu hamil.





