Site Logo

Laksanakan Penelitian Multidisiplin, Peneliti UNG Kembangkan Teknologi Informasi Machine Learning

Abdul Wahid Rauf
10 Jun 2024
11:48 WITA
561 dilihat
Laksanakan Penelitian Multidisiplin, Peneliti UNG Kembangkan Teknologi Informasi Machine Learning

GORONTALO - Peneliti program studi ilmu lingkungan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) melaksanakan proyek penelitian multidisiplin, yang fokus pada pengembangan teknologi informasi untuk lingkungan hidup. Proyek penelitian yang berjudul The Jurisdictional Forest Cover Benchmark maps for Indonesia lead by Dr Murray Collins dari Space Intelligence Ltd dan melibatkan dua insitusi lainnya institusi yakni, Prof Dr Edward Mitchard dari The University of Edinburg UK dan UNG.

Ketua tim peneliti UNG Dr. Iswan Dunggio, S.P., M.Si menjelaskan proyek penelitian multidisiplin mengembangkan teknologi informasi, berupa penggunaan Machine Learning (ML) untuk mendeteksi cadangan karbon dan serapan karbon secara cepat dan presisi dalam skala luas.

Dengan menggunakan Machine Learning, perubahan dalam penutupan lahan atau degradasi ekosistem yang mengurangi serapan karbon dapat dideteksi lebih cepat dan lebih akurat. Ini akan membantu dalam mengambil tindakan yang lebih cepat untuk melindungi area yang penting bagi penyerapan karbon.

“Teknik Machine Learning dapat digunakan untuk mengoptimalkan praktik pengelolaan lahan yang meningkatkan serapan karbon. Misalnya, Machine Learning dapat membantu petani menentukan tanaman yang paling efektif dalam menyerap karbon atau mengidentifikasi metode pertanian yang meminimalkan emisi karbon,” ujar Iswan.

Dalam pelaksanaan proyek penelitian, peneliti UNG bersama Space Intelligence dan University of Edinburg menggunakan data satelit dan drone untuk memantau hutan. Algoritma Machine Learning kemudian menganalisis data ini untuk menghitung jumlah karbon yang diserap oleh hutan.

“Pengambilan data karbon dilakukan dengan cara mengukur ketinggian pohon, kepadatan daun, dan perubahan dalam tutupan hutan dari waktu ke waktu selama kurun waktu 10 tahun (2013-2024) di seluruh wilayah Indonesia,” jelasnya.

Menurut Iswan, dengan menggunakan Machine Learning untuk memantau dan mendeteksi deforestasi serta degradasi hutan secara real-time, Indonesia dapat lebih efektif dalam melindungi hutan-hutannya dari penebangan liar dan konversi lahan yang tidak berkelanjutan. Ini tidak hanya menjaga serapan karbon tetapi juga melestarikan biodiversitas yang kaya.

“Untuk manfaat secara global, Machine Learning ini memantau dan melindungi hutan-hutan ini, serta meningkatkan serapan karbon, maka penelitian ini berkontribusi langsung terhadap pengurangan emisi karbon global, membantu dalam menstabilkan iklim dunia dan menjaga suhu bumi di bawah ambang batas kritis yang bermanfaat bagi semua negara, membantu melestarikan spesies-spesies ini, yang merupakan bagian dari warisan alam dunia,” terang Iswan.

Dengan mitigasi dampak perubahan iklim dan perlindungan terhadap sumber daya alam, kegiatan ini mendukung stabilitas iklim dan kesejahteraan jangka panjang, baik di tingkat lokal maupun global.Penelitian ini berkontribusi signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat melalui deteksi dini kerusakan lingkungan hidup seperti pengurangan polusi udara, meningkatkan kesehatan, mendukung pertanian berkelanjutan yang memastikan ketahanan pangan dan peningkatan pendapatan petani. (**)

Ikuti berita lainnya

Perkuat Tata Kelola Keuangan, UNG Gelar Sosialisasi Pemutakhiran Akun Belanja dan SOP BLU
24 Jun 2026
06:44 WITA

Perkuat Tata Kelola Keuangan, UNG Gelar Sosialisasi Pemutakhiran Akun Belanja dan SOP BLU

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Komitmen untuk terus melakukan penyempurnaan tata kelola keuangan, terus dilakukan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam mewujudkan yang transparan, akuntabel, dan sesuai regulasi. Hal ini diwujudkan melalui pelaksanaan Sosialisasi Pemutakhiran Kodefikasi Segmen Akun Belanja dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Keuangan Badan Layanan Umum (BLU) Tahun 2026, yang digelar di Gedung The Gade Creative Lounge, Rabu (3/6).Kegiatan yang diikuti tim kerja bidang keuangan, para bendahara dan tim Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) dari seluruh unit kerja di lingkungan UNG tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan universitas agar semakin tertib, efektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Ketua Tim Kerja Keuangan UNG, Mukmin Dunggio, S.T., M.T., menjelaskan bahwa pelaksanaan sosialisasi merupakan tindak lanjut, atas rekomendasi Dewan Pengawas Badan Layanan Umum (BLU) yang disampaikan dalam kunjungan kerja beberapa waktu lalu.Menurutnya sosialisasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan UNG dalam memperkuat sistem pengawasan internal, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi, serta memastikan setiap pengelolaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan secara transparan demi mendukung kemajuan universitas sebagai perguruan tinggi unggul dan berdaya saing.“Pemutakhiran kodefikasi akun belanja dan penyempurnaan SOP keuangan menjadi kebutuhan penting untuk memastikan seluruh proses pengelolaan anggaran berjalan lebih terstruktur, akurat, dan sesuai regulasi,” ujar Mukmin.Sementara itu, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan (BAKP) UNG, Darman, S.Kom., M.Ap., menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi memiliki peran strategis dalam menyamakan persepsi seluruh pengelola anggaran mengenai aturan terbaru yang berkaitan dengan kodefikasi segmen akun belanja.Menurutnya, pemahaman yang seragam menjadi kunci utama agar proses pencatatan, pelaporan, hingga pelaksanaan anggaran dapat dilakukan secara benar dan sesuai standar akuntansi yang berlaku.“Pengelolaan keuangan yang baik harus didukung oleh pemahaman yang sama terhadap regulasi dan mekanisme yang digunakan. Dengan demikian, transparansi, akuntabilitas, serta efektivitas pengelolaan anggaran dapat terwujud secara optimal,” jelas Darman.Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pengelola keuangan di setiap unit kerja semakin memahami perubahan dan pembaruan sistem yang diterapkan, sehingga mampu mendukung tata kelola keuangan BLU yang lebih profesional, modern, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan institusi. (**)

Prodi Psikologi Lahirkan Lulusan Perdana, Tiga Mahasiswa Resmi Raih Gelar Sarjana Psikologi
24 Jun 2026
03:16 WITA

Prodi Psikologi Lahirkan Lulusan Perdana, Tiga Mahasiswa Resmi Raih Gelar Sarjana Psikologi

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO –  Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNG menorehkan tonggak sejarah penting dengan sukses melahirkan lulusan perdana, setelah melaksanakan sidang skripsi dan yudisium perdana bagi mahasiswa angkatan pertama. Momentum bersejarah ini menandai keberhasilan Prodi Psikologi dalam melahirkan lulusan sarjana psikologi pertama sejak program studi tersebut berdiri.Tiga mahasiswa yang berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian akademik dan mengikuti yudisium perdana tersebut adalah Siti Bidaria Paputungan, S.Psi., Ika Prawesti Andini, S.Psi., dan Maghfira Nazelin Butolo, S.Psi. Ketiganya berhasil menuntaskan studi tepat waktu dalam kurun empat tahun sekaligus menjadi lulusan pertama Prodi Psikologi.Koordinator prodi psikologi, Irvan Usman, S.Psi., M.Si., mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian para mahasiswa, yang telah menunjukkan dedikasi dan prestasi luar biasa selama menempuh pendidikan. Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan hanya ditandai dengan penyelesaian studi tepat waktu, tetapi juga kualitas akademik yang ditunjukkan hingga akhir masa perkuliahan.“Ketiga mahasiswa ini menunjukkan potensi yang sangat baik. Mereka mampu menyelesaikan seluruh kewajiban akademik dengan hasil yang membanggakan. Bahkan sebelum mengikuti ujian skripsi, mereka masih aktif mengikuti kompetisi internasional di Malaysia dan berhasil meraih prestasi. Ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Psikologi FIP UNG memiliki kualitas serta daya saing yang tinggi,” ujar Irvan.Pencapaian tersebut semakin istimewa karena ketiga lulusan tidak hanya unggul di ruang akademik, tetapi juga aktif mengharumkan nama universitas melalui berbagai kompetisi dan kegiatan internasional. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa Psikologi UNG telah mampu mengembangkan kompetensi akademik sekaligus keterampilan nonakademik yang menjadi bekal penting dalam dunia profesional.Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Abdul Hafidz Olii, M.Si., menyebut, kelulusan tiga sarjana psikologi perdana ini sebagai capaian bersejarah bagi UNG. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa prodi psikologi, mampu menjalankan proses pendidikan secara efektif hingga menghasilkan lulusan berkualitas dalam waktu yang tepat.“Kehadiran lulusan pertama ini menunjukkan bahwa Prodi Psikologi telah berjalan dengan baik dan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang siap bersaing,” jelas Hafidz.Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan meluluskan mahasiswa angkatan pertama, menjadi langkah strategis dalam mendukung pengembangan program studi ke depan, khususnya dalam menghadapi proses reakreditasi. Dengan terpenuhinya salah satu komponen penting penilaian akreditasi, Prodi Psikologi kini memiliki fondasi yang semakin kuat untuk meningkatkan kualitas dan meraih akreditasi yang lebih unggul. (**)

Berprestasi Gemilang, Mahasiswa BK FIP UNG Raih Medali Perak FOSNAS 2026
24 Jun 2026
02:01 WITA

Berprestasi Gemilang, Mahasiswa BK FIP UNG Raih Medali Perak FOSNAS 2026

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Sebuah prestasi di tingkat Nasional kembali dipersembahkan oleh mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Natifa Awallya, mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) , berhasil meraih Medali Perak pada Festival Olimpiade Sains Nasional (FOSNAS) Bidang Biologi Tingkat Perguruan Tinggi Tahun 2026.Kompetisi yang diselenggarakan secara daring tersebut diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Keberhasilan Natifa menjadi bukti bahwa mahasiswa UNG tidak hanya unggul pada bidang keilmuan yang ditekuni, tetapi juga mampu menunjukkan kapasitas akademik yang kompetitif pada disiplin ilmu lainnya.Raihan medali perak tersebut tidak diraih secara instan. Natifa mempersiapkan diri dengan belajar secara intensif, mempelajari kembali materi-materi biologi tingkat perguruan tinggi, mengulas konsep-konsep dasar yang telah dipelajari sejak sekolah menengah, hingga menganalisis berbagai soal olimpiade dari tahun-tahun sebelumnya untuk memahami karakteristik dan tingkat kesulitan kompetisi.Bagi Natifa, penghargaan ini memiliki arti yang sangat istimewa. Setelah beberapa kali mengikuti berbagai kompetisi tanpa berhasil meraih kemenangan, FOSNAS 2026 menjadi momentum yang membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan pada akhirnya membuahkan hasil.“Prestasi ini menjadi medali pertama yang saya raih setelah beberapa kali mengikuti lomba. Pengalaman ini mengajarkan bahwa kegagalan bukan alasan untuk berhenti mencoba, tetapi menjadi motivasi untuk terus belajar dan berkembang,” ungkap Natifa.Ia berharap capaian tersebut dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk lebih berani mengikuti berbagai kompetisi akademik, mengasah kemampuan diri, dan terus meningkatkan kualitas intelektual sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan.Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNG, Prof. Dr. Arwildayanto, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih mahasiswanya. Menurutnya, keberhasilan Natifa yang masih berada di semester dua menunjukkan potensi besar mahasiswa FIP UNG dalam bersaing di tingkat nasional.“Prestasi ini sangat membanggakan, terlebih diraih oleh mahasiswa yang masih berada pada semester awal. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa FIP UNG memiliki kemampuan akademik yang luar biasa dan mampu bersaing secara nasional. Fakultas tentu memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian ini,” ujar Arwildayanto.Festival Olimpiade Sains Nasional (FOSNAS) sendiri merupakan ajang kompetisi akademik yang diselenggarakan oleh Lembaga Berlian Hati Mulia, lembaga yang terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan akademik, memperluas wawasan keilmuan, serta meningkatkan daya saing di tingkat nasional. (**)

UNG Siapkan Program Fast Track Double Degree, Mahasiswa Berpeluang Raih Gelar Dua Sekaligus dalam Lima Tahun
24 Jun 2026
01:43 WITA

UNG Siapkan Program Fast Track Double Degree, Mahasiswa Berpeluang Raih Gelar Dua Sekaligus dalam Lima Tahun

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali melakukan terobosan dalam pengembangan pendidikan tinggi. Tahun 2026 ini, UNG mulai merintis pelaksanaan program Fast Track Double Degree, yang memungkinkan mahasiswa menempuh pendidikan sarjana dan magister secara terintegrasi bersama sejumlah perguruan tinggi terbaik di Indonesia.Program inovatif tersebut akan melibatkan beberapa mitra strategis, di antaranya Institut Pertanian Bogor, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Indonesia. Kehadiran program ini menjadi langkah besar UNG dalam memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional.Rektor UNG, Eduart Wolok, menjelaskan bahwa skema pendidikan dirancang secara terintegrasi sehingga mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan jalur konvensional.Menurutnya, mahasiswa akan menjalani pendidikan di UNG selama tiga tahun atau enam semester. Setelah itu, mahasiswa akan melanjutkan studi selama satu tahun atau dua semester di perguruan tinggi mitra. Selanjutnya, mereka kembali ke UNG untuk menyelesaikan pendidikan selama satu tahun terakhir.“Melalui skema ini, mahasiswa dapat menyelesaikan studi hanya dalam waktu lima tahun. Pada akhir pendidikan, mereka tidak hanya memperoleh gelar sarjana dari UNG, tetapi juga mendapatkan gelar magister yang diterbitkan UNG dan perguruan tinggi mitra,” ungkap Rektor disela-sela pelaksanaan prosesi Wisuda ke-61 UNG.Program Fast Track Double Degree ini dipandang sebagai salah satu strategi UNG, dalam mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain memberikan pengalaman akademik lintas kampus, program tersebut juga membuka peluang kolaborasi riset, penguatan kompetensi, serta perluasan jejaring profesional bagi mahasiswa sejak dini.Bagi mahasiswa, program ini menjadi kesempatan istimewa untuk memperoleh pendidikan berstandar tinggi, belajar dari para akademisi terbaik di Indonesia, sekaligus meningkatkan daya saing di dunia kerja maupun dunia akademik.Rektor berharap rencana besar tersebut mendapatkan dukungan penuh dari civitas akademika dan masyarakat, sehingga dapat segera direalisasikan dan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.“Program ini merupakan bentuk komitmen UNG untuk terus berinovasi dalam pendidikan dan menyiapkan generasi muda yang unggul, adaptif, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” tegasnya.Jika terealisasi, Fast Track Double Degree akan menjadi salah satu program unggulan UNG yang membuka jalan bagi mahasiswa untuk meraih pendidikan yang lebih cepat, lebih kompetitif, dan lebih relevan dengan kebutuhan masa depan. Dengan langkah ini, UNG semakin menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang terus bertransformasi dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas untuk Indonesia. (**)

Lihat Semua Berita