Labu Madu Mahasiswa Agribisnis UNG Tembus Hypermart, Bukti Nyata Kampus Melahirkan Wirausahawan Muda

Semangat kewirausahaan mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali membuahkan hasil membanggakan. Untuk pertama kalinya, hasil budidaya labu madu (butternut squash) yang dikembangkan oleh Kelompok Mahasiswa Wirausaha Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian UNG berhasil menembus pasar ritel modern melalui pengiriman perdana sebanyak 50 kilogram ke Hypermart Gorontalo.
Capaian tersebut menjadi tonggak penting bagi pengembangan Living Lab Agribisnis UNG, yang selama ini dikembangkan sebagai laboratorium pembelajaran berbasis praktik sekaligus inkubator kewirausahaan mahasiswa. Keberhasilan memasok produk ke pasar modern menunjukkan bahwa proses pembelajaran di kampus mampu menghasilkan produk pertanian yang memiliki kualitas dan daya saing tinggi.
Labu madu yang dipasarkan merupakan hasil budidaya mahasiswa dengan menerapkan teknik budidaya ramah lingkungan di bawah pendampingan dosen pembimbing lapangan. Proses produksi dilakukan mulai dari penyiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga panen dengan menerapkan praktik budidaya yang baik sehingga menghasilkan produk berkualitas, bercita rasa manis, serta memiliki daya simpan yang baik.
Ketua Jurusan Agribisnis Faperta UNG, Zulham Sirajuddin, Ph.D., menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras mahasiswa yang berhasil membuktikan bahwa proses pembelajaran di kampus mampu melahirkan pelaku usaha muda yang siap bersaing.
"Ini adalah bukti bahwa mahasiswa kita mampu menjadi pelaku agribisnis yang sesungguhnya. Mereka tidak hanya belajar teori di ruang kuliah, tetapi juga mampu memproduksi komoditas berkualitas hingga berhasil menembus pasar ritel modern. Labu madu ini menjadi simbol keberanian, kreativitas, dan semangat inovasi mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo," ujar Zulham.
Menurutnya, Living Lab Agribisnis memang dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam mengelola usaha agribisnis secara utuh, mulai dari proses produksi hingga pemasaran.
Keberhasilan tersebut juga mendapat sambutan positif dari pihak Hypermart Gorontalo. Manajemen Hypermart menilai labu madu hasil budidaya mahasiswa UNG memiliki kualitas yang baik dan berpotensi diterima pasar, terutama di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap produk pangan sehat dan hasil pertanian lokal.
Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara dunia pendidikan dan sektor ritel modern, sekaligus memberikan ruang bagi produk-produk pertanian lokal untuk berkembang dan memiliki akses pasar yang lebih besar.
Bagi para mahasiswa, keberhasilan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga. Mereka tidak hanya belajar mengenai teknik budidaya tanaman, tetapi juga memahami proses bisnis secara menyeluruh, mulai dari perencanaan produksi, pengendalian kualitas, pengemasan, hingga distribusi produk kepada konsumen.
Salah satu mahasiswa yang tergabung dalam kelompok wirausaha mengaku bangga karena hasil kerja keras mereka mampu diterima oleh pasar modern.
"Pengalaman ini memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kami. Kami belajar bagaimana mengelola usaha pertanian secara nyata, mulai dari menanam hingga mendistribusikan produk ke pasar modern. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan usaha di bidang agribisnis," ungkapnya.
Ke depan, Kelompok Mahasiswa Wirausaha Jurusan Agribisnis UNG berkomitmen meningkatkan kapasitas produksi labu madu sekaligus memperluas jaringan pemasaran. Selain memasok produk segar, mahasiswa juga mulai mengembangkan berbagai produk olahan berbasis labu madu, seperti keripik, puree, hingga minuman sehat sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus membuka peluang usaha baru.





