Site Logo

Kurang Tidur dan Sulit Fokus, Peneliti Fakultas Kedokteran Ungkap Mengapa Kualitas Tidur Penting bagi Mahasiswa

Penelitian
Abdul Wahid Rauf
13 May 2026
09:02 WITA
472 dilihat
Kurang Tidur dan Sulit Fokus, Peneliti Fakultas Kedokteran Ungkap Mengapa Kualitas Tidur Penting bagi Mahasiswa

GORONTALO – Bagi sebagian mahasiswa, begadang sering dianggap sebagai bagian dari perjuangan akademik. Tugas yang menumpuk, persiapan ujian, hingga aktivitas organisasi membuat waktu tidur kerap dikorbankan. Tidak sedikit pula yang menghabiskan malam dengan bermain gawai, menonton film, atau berselancar di media sosial sebelum akhirnya tidur menjelang pagi.

Padahal, tidur bukan sekadar waktu untuk memejamkan mata dan mengistirahatkan tubuh. Di balik aktivitas yang tampak sederhana itu, otak sedang melakukan proses penting untuk memulihkan energi, mengatur hormon, memperkuat memori, dan menjaga kemampuan konsentrasi.

Hal inilah yang diperlihatkan dalam penelitian pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian tersebut menemukan bahwa kualitas tidur memiliki hubungan yang signifikan dengan daya konsentrasi belajar mahasiswa.

Mayoritas Mahasiswa Tidur Tidak Berkualitas

Penelitian yang melibatkan 128 mahasiswa ini menunjukkan fakta yang cukup mengkhawatirkan. Sekitar 68 persen responden diketahui memiliki kualitas tidur yang buruk. Pada saat yang sama, sebagian besar mahasiswa juga menunjukkan tingkat konsentrasi belajar pada kategori sedang, bahkan cenderung tidak optimal.

Analisis statistik dalam penelitian tersebut menunjukkan adanya hubungan bermakna antara kualitas tidur dan daya konsentrasi belajar, dengan nilai signifikansi p = 0,032. Artinya, kualitas tidur memang berpengaruh terhadap kemampuan mahasiswa dalam mempertahankan fokus saat belajar. Semakin buruk kualitas tidur seseorang, semakin besar kemungkinan ia mengalami kesulitan berkonsentrasi.

Mengapa Tidur Mempengaruhi Konsentrasi?

Secara ilmiah, tidur memiliki peran penting dalam menjaga fungsi otak. Saat tidur, tubuh mengatur ulang berbagai sistem biologis, termasuk keseimbangan hormon seperti Melatonin dan serotonin yang berperan dalam mengatur siklus tidur dan suasana hati.

Ketika seseorang kurang tidur atau mengalami gangguan tidur, keseimbangan hormon tersebut dapat terganggu. Akibatnya, tubuh menjadi mudah lelah, mengantuk di siang hari, dan sulit mempertahankan fokus.

Dalam kondisi seperti ini, otak bekerja kurang optimal saat menerima dan memproses informasi. Mahasiswa mungkin tetap hadir di kelas, tetapi sulit memahami materi secara maksimal karena perhatian mudah teralihkan.

Begadang dan Gaya Hidup Mahasiswa

Penelitian ini juga menyoroti beberapa faktor yang menyebabkan buruknya kualitas tidur mahasiswa. Salah satu penyebab utama adalah kebiasaan belajar hingga larut malam untuk menyelesaikan tugas atau mempersiapkan ujian. Selain itu, penggunaan gawai sebelum tidur juga menjadi faktor yang cukup dominan.

Paparan cahaya biru dari layar ponsel atau laptop diketahui dapat menghambat produksi melatonin sehingga tubuh lebih sulit merasa mengantuk. Tekanan akademik dan stres juga berperan besar. Mahasiswa kedokteran, misalnya, sering menghadapi beban belajar yang padat dan jadwal aktivitas yang tinggi. Kondisi tersebut membuat waktu istirahat menjadi berkurang.

Menariknya, penelitian juga menemukan bahwa kualitas tidur buruk lebih banyak dialami mahasiswa perempuan. Hal ini diduga berkaitan dengan faktor hormonal yang memengaruhi ritme biologis tubuh sehingga perempuan cenderung lebih rentan mengalami gangguan tidur.

Dampaknya Tidak Hanya pada Nilai Akademik

Penurunan konsentrasi akibat kurang tidur tidak hanya berdampak pada proses belajar, tetapi juga pada prestasi akademik secara keseluruhan.

Konsentrasi adalah kemampuan memusatkan perhatian pada suatu aktivitas tanpa terganggu oleh hal lain. Ketika kemampuan ini menurun, proses pembelajaran menjadi kurang efektif. Mahasiswa menjadi lebih sulit memahami materi, mudah lupa, dan kurang mampu menyerap informasi baru.

Dalam jangka panjang, kondisi ini juga dapat memengaruhi kesehatan mental dan kualitas hidup mahasiswa.

Tidur Cukup Bukan Kemalasan

Temuan penelitian ini menjadi pengingat bahwa menjaga kualitas tidur sama pentingnya dengan belajar itu sendiri. Mahasiswa perlu mulai membangun pola hidup yang lebih sehat, seperti menjaga jadwal tidur yang teratur, mengurangi penggunaan gawai sebelum tidur, mengelola stres akademik dengan baik, dan menghindari begadang yang tidak perlu.

Tidur yang cukup dan berkualitas bukan tanda kemalasan, melainkan bagian penting dari strategi belajar yang efektif.

Belajar Lebih Baik Dimulai dari Istirahat yang Baik

Di tengah budaya akademik yang sering mengagungkan begadang, tidur kerap dianggap hal sepele. Padahal, kualitas tidur merupakan fondasi penting bagi kemampuan berpikir, konsentrasi, dan kesehatan mental mahasiswa.

Pada akhirnya, keberhasilan akademik bukan hanya ditentukan oleh seberapa lama seseorang belajar, tetapi juga seberapa baik tubuh dan otaknya mendapatkan waktu untuk beristirahat. Karena terkadang, cara terbaik untuk meningkatkan fokus belajar bukan menambah jam begadang, melainkan memberi tubuh kesempatan untuk tidur dengan cukup. (Artikel penelitian dipublikasikan melalui laman berikut)

Ikuti berita lainnya

UNG Buka Pendaftaran Program KKN Tematik Tahap II dan KKN Profesi Kesehatan Tahun 2026
02 Jul 2026
07:11 WITA

UNG Buka Pendaftaran Program KKN Tematik Tahap II dan KKN Profesi Kesehatan Tahun 2026

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) telah membuka pendaftaran Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui aplikasi PALUWALA, sehingga mahasiswa dapat melakukan registrasi dengan lebih mudah, cepat, dan transparan.Pembukaan pendaftaran ini ditujukan bagi mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan akademik maupun administrasi sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui sistem digital PALUWALA, mahasiswa dapat mengakses seluruh layanan pendaftaran KKN, mulai dari pengisian data hingga pemantauan status verifikasi secara real time.Kepala Pusat KKN UNG, Dr. Rosbin Pakaya, M.Pd., menjelaskan bahwa pendaftaran KKN Tematik Tahap II dibuka mulai 2 hingga 30 Juli 2026, sedangkan KKN Profesi Kesehatan dibuka pada 2 hingga 15 Juli 2026. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara online melalui aplikasi PALUWALA yang dapat diakses melalui laman https://paluwala.ung.ac.id/.Mahasiswa cukup masuk menggunakan akun masing-masing, kemudian memilih jenis program KKN yang akan diikuti sesuai pilihan yang tersedia, seperti KKN Tematik maupun program yang terintegrasi dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)."Mahasiswa diwajibkan mengisi seluruh data yang diperlukan serta mengunggah dokumen persyaratan secara lengkap. Kelengkapan administrasi menjadi salah satu syarat penting agar proses verifikasi dapat berjalan lancar dan pendaftaran dapat diproses oleh panitia," jelas Rosbin.Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menunda proses pendaftaran hingga batas akhir. Selain memastikan seluruh persyaratan telah dipenuhi, peserta juga diminta untuk rutin memantau perkembangan status pendaftaran melalui aplikasi PALUWALA guna menghindari kendala administratif.“Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat sekaligus mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, serta pemecahan masalah di masyarakat,” ujarnya.Dengan dibukanya pendaftaran KKN Tahun 2026, UNG mengajak seluruh mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan untuk segera melakukan registrasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Partisipasi aktif mahasiswa dalam program KKN diharapkan dapat menghadirkan berbagai inovasi dan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.Panduan Pendaftaran Mahasiswa KKN/MBKM dapat diakses melalui gambar berikut:

Dua Program Studi UNG Raih Akreditasi Unggul LAMDIK, Bukti Komitmen Hadirkan Pendidikan Berkualitas
02 Jul 2026
01:56 WITA

Dua Program Studi UNG Raih Akreditasi Unggul LAMDIK, Bukti Komitmen Hadirkan Pendidikan Berkualitas

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali mencatatkan capaian strategis, dalam penguatan mutu pendidikan tinggi. Dua program studi, yakni Program Studi S1 Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dan Program Studi S1 Pendidikan Kepelatihan dan Olahraga Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK), berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK).Predikat tertinggi tersebut menjadi pengakuan atas kualitas penyelenggaraan pendidikan, yang selama ini dibangun kedua program studi. Capaian itu diperoleh setelah melalui proses akreditasi yang komprehensif, mulai dari evaluasi dokumen, penilaian kinerja akademik, hingga asesmen lapangan oleh tim asesor LAMDIK.Hasil penilaian menunjukkan bahwa kedua program studi telah memenuhi standar tertinggi dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia. Berbagai aspek menjadi indikator penilaian, di antaranya kualitas kurikulum berbasis capaian pembelajaran, kompetensi dosen, tata kelola program studi, produktivitas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kemitraan, hingga kualitas lulusan.Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh sivitas akademika yang telah bekerja keras hingga mampu mengantarkan kedua program studi meraih Akreditasi Unggul. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari komitmen bersama dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan universitas.“Akreditasi Unggul merupakan pengakuan bahwa kualitas kedua prodi tersebut, telah sejajar dengan perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Capaian ini adalah buah dari dedikasi dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta seluruh pihak yang terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di UNG,” ujar Eduart.Ia menegaskan, pencapaian tersebut tidak boleh dipandang sebagai akhir dari sebuah proses. Sebaliknya, status Akreditasi Unggul menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bagi prodi untuk terus menjaga bahkan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di masa mendatang.Menurut Eduart, mutu pendidikan tinggi harus terus berkembang mengikuti dinamika zaman, termasuk menjawab tantangan transformasi digital, penguatan riset dan inovasi, internasionalisasi, serta peningkatan relevansi lulusan terhadap kebutuhan dunia kerja dan pembangunan nasional.“Akreditasi Unggul bukan sekadar prestasi administratif. Ini adalah bukti nyata komitmen UNG dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, adaptif, dan berdaya saing. Pengakuan ini harus menjadi motivasi untuk terus berinovasi, menjaga konsistensi mutu, serta memberikan layanan pendidikan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.Keberhasilan ini sekaligus memperkuat posisi UNG sebagai salah satu perguruan tinggi yang terus menunjukkan peningkatan kualitas akademik secara berkelanjutan. Dengan semakin bertambahnya program studi berstatus Akreditasi Unggul, UNG optimistis mampu mencetak lulusan yang unggul, kompetitif, berkarakter, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, nasional, hingga tingkat global.

Bukan Sekadar Relaksasi, Peneliti Fakultas Kedokteran Ungkap Pijat Kaki dengan Lavender Berpotensi Membantu Menurunkan Tekanan Darah
30 Jun 2026
04:09 WITA

Bukan Sekadar Relaksasi, Peneliti Fakultas Kedokteran Ungkap Pijat Kaki dengan Lavender Berpotensi Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Abdul Wahid Rauf

Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar di Indonesia. Penyakit ini sering disebut sebagai silent killer karena berkembang tanpa gejala yang jelas, tetapi diam-diam dapat merusak organ vital. Jutaan orang hidup dengan tekanan darah tinggi tanpa menyadari bahwa kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, gagal ginjal, hingga kematian mendadak.Selama ini, pengobatan hipertensi identik dengan konsumsi obat-obatan. Padahal, para ahli kini semakin menekankan pentingnya pendekatan yang lebih menyeluruh. Selain terapi medis, perubahan gaya hidup dan terapi komplementer dapat membantu menjaga tekanan darah tetap terkendali. Salah satu pendekatan yang mulai menarik perhatian adalah pijat kaki menggunakan minyak esensial lavender.Sebuah penelitian yang dilakukan oleh akademisi Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo memberikan bukti bahwa terapi sederhana ini berpotensi membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.Terapi Sederhana dengan Hasil MenjanjikanPenelitian dilakukan di Puskesmas Kabila dengan melibatkan 30 pasien hipertensi. Para peserta dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok pertama mendapatkan terapi pijat kaki menggunakan minyak lavender selama 20 menit, sedangkan kelompok lainnya berperan sebagai kelompok kontrol yang tidak memperoleh perlakuan khusus.Hasil penelitian menunjukkan perubahan yang cukup menarik. Pada kelompok yang menerima terapi, rata-rata tekanan darah sistolik menurun dari 156,20 mmHg menjadi 150,20 mmHg. Sementara itu, tekanan darah diastolik turun dari 92 mmHg menjadi 81 mmHg.Sebaliknya, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan tekanan darah yang berarti.Analisis statistik memperkuat temuan tersebut. Penurunan tekanan darah pada kelompok yang mendapatkan terapi terbukti signifikan dengan nilai p sebesar 0,001. Bahkan ketika dibandingkan langsung dengan kelompok kontrol, perbedaan hasilnya tetap bermakna secara statistik.Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi pijat kaki dan aromaterapi lavender memiliki potensi sebagai terapi pendamping dalam pengelolaan hipertensi.Mengapa Pijat Kaki Dapat Menurunkan Tekanan Darah?Sekilas, pijat kaki mungkin hanya dianggap sebagai aktivitas relaksasi. Namun, di balik sentuhan tersebut terjadi berbagai respons fisiologis yang memengaruhi kerja sistem saraf dan sistem peredaran darah.Ketika telapak kaki dipijat, reseptor saraf pada kulit menerima rangsangan yang kemudian diteruskan ke sistem saraf pusat. Respons ini membantu menekan aktivitas sistem saraf simpatis, yaitu bagian dari sistem saraf yang bekerja lebih aktif ketika seseorang mengalami stres, cemas, atau berada dalam kondisi tertekan.Saat aktivitas saraf simpatis menurun, pembuluh darah menjadi lebih rileks sehingga aliran darah mengalir lebih lancar. Pada saat yang sama, denyut jantung juga cenderung melambat. Kombinasi kedua proses tersebut berkontribusi terhadap penurunan tekanan darah.Lavender Menambah Efek RelaksasiEfek pijatan dalam penelitian ini diperkuat oleh penggunaan minyak lavender.Lavender telah lama dikenal sebagai salah satu tanaman aromatik yang memiliki efek menenangkan. Minyak esensialnya mengandung senyawa aktif seperti linalool dan linalyl acetate, yang diketahui mampu memberikan sensasi relaksasi pada tubuh.Saat aroma lavender dihirup, sistem penciuman mengirimkan sinyal ke bagian otak yang mengatur emosi dan respons terhadap stres. Proses ini membantu menurunkan produksi hormon stres seperti kortisol dan norepinefrin yang selama ini diketahui berperan dalam meningkatkan tekanan darah.Dengan demikian, terapi ini bekerja melalui dua jalur sekaligus: sentuhan fisik melalui pijatan dan stimulasi psikologis melalui aromaterapi. Kombinasi keduanya menciptakan efek relaksasi yang lebih optimal dibandingkan hanya menggunakan salah satu metode saja.Terapi Pendamping, Bukan Pengganti ObatTemuan ini menjadi kabar baik, terutama bagi penderita hipertensi yang mengalami kesulitan menjalani pengobatan secara rutin. Tidak sedikit pasien yang menghentikan konsumsi obat karena efek samping, keterbatasan biaya, atau sulit menjangkau fasilitas kesehatan.Dalam kondisi tersebut, terapi sederhana seperti pijat kaki dapat menjadi alternatif pendamping yang relatif murah, mudah dilakukan, dan memberikan rasa nyaman bagi pasien.Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa terapi ini bukanlah pengganti obat antihipertensi. Pengobatan yang diresepkan dokter tetap menjadi terapi utama untuk mengendalikan tekanan darah.Pijat kaki dengan minyak lavender lebih tepat diposisikan sebagai bagian dari pendekatan komplementer yang melengkapi pengobatan medis, bersama pola makan sehat, aktivitas fisik yang cukup, pengelolaan berat badan, dan pengendalian stres.Menuju Penanganan Hipertensi yang Lebih HolistikHasil penelitian ini memberikan pesan penting bahwa penanganan hipertensi sebaiknya tidak hanya berfokus pada pemberian obat.Edukasi mengenai pola hidup sehat, manajemen stres, aktivitas fisik, hingga pemanfaatan terapi relaksasi berbasis bukti ilmiah perlu menjadi bagian dari pelayanan kesehatan, termasuk di tingkat puskesmas.Pendekatan yang lebih holistik diyakini mampu meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi sekaligus membantu menurunkan risiko komplikasi jangka panjang.Menjaga tekanan darah tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. Kadang, perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan. Meluangkan waktu sekitar dua puluh menit untuk relaksasi melalui pijat kaki dengan aromaterapi, disertai pola hidup sehat dan pengobatan yang tepat, dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu menjaga kesehatan jantung. Sebab, kesehatan bukan hanya ditentukan oleh angka pada alat pengukur tekanan darah, tetapi juga oleh kemampuan kita merawat tubuh dan mengelola stres dalam kehidupan sehari-hari.

Lihat Semua Berita