Site Logo

Kurang Tidur dan Sulit Fokus, Peneliti Fakultas Kedokteran Ungkap Mengapa Kualitas Tidur Penting bagi Mahasiswa

Penelitian
Abdul Wahid Rauf
13 May 2026
09:02 WITA
1.088 dilihat
Kurang Tidur dan Sulit Fokus, Peneliti Fakultas Kedokteran Ungkap Mengapa Kualitas Tidur Penting bagi Mahasiswa

GORONTALO – Bagi sebagian mahasiswa, begadang sering dianggap sebagai bagian dari perjuangan akademik. Tugas yang menumpuk, persiapan ujian, hingga aktivitas organisasi membuat waktu tidur kerap dikorbankan. Tidak sedikit pula yang menghabiskan malam dengan bermain gawai, menonton film, atau berselancar di media sosial sebelum akhirnya tidur menjelang pagi.

Padahal, tidur bukan sekadar waktu untuk memejamkan mata dan mengistirahatkan tubuh. Di balik aktivitas yang tampak sederhana itu, otak sedang melakukan proses penting untuk memulihkan energi, mengatur hormon, memperkuat memori, dan menjaga kemampuan konsentrasi.

Hal inilah yang diperlihatkan dalam penelitian pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian tersebut menemukan bahwa kualitas tidur memiliki hubungan yang signifikan dengan daya konsentrasi belajar mahasiswa.

Mayoritas Mahasiswa Tidur Tidak Berkualitas

Penelitian yang melibatkan 128 mahasiswa ini menunjukkan fakta yang cukup mengkhawatirkan. Sekitar 68 persen responden diketahui memiliki kualitas tidur yang buruk. Pada saat yang sama, sebagian besar mahasiswa juga menunjukkan tingkat konsentrasi belajar pada kategori sedang, bahkan cenderung tidak optimal.

Analisis statistik dalam penelitian tersebut menunjukkan adanya hubungan bermakna antara kualitas tidur dan daya konsentrasi belajar, dengan nilai signifikansi p = 0,032. Artinya, kualitas tidur memang berpengaruh terhadap kemampuan mahasiswa dalam mempertahankan fokus saat belajar. Semakin buruk kualitas tidur seseorang, semakin besar kemungkinan ia mengalami kesulitan berkonsentrasi.

Mengapa Tidur Mempengaruhi Konsentrasi?

Secara ilmiah, tidur memiliki peran penting dalam menjaga fungsi otak. Saat tidur, tubuh mengatur ulang berbagai sistem biologis, termasuk keseimbangan hormon seperti Melatonin dan serotonin yang berperan dalam mengatur siklus tidur dan suasana hati.

Ketika seseorang kurang tidur atau mengalami gangguan tidur, keseimbangan hormon tersebut dapat terganggu. Akibatnya, tubuh menjadi mudah lelah, mengantuk di siang hari, dan sulit mempertahankan fokus.

Dalam kondisi seperti ini, otak bekerja kurang optimal saat menerima dan memproses informasi. Mahasiswa mungkin tetap hadir di kelas, tetapi sulit memahami materi secara maksimal karena perhatian mudah teralihkan.

Begadang dan Gaya Hidup Mahasiswa

Penelitian ini juga menyoroti beberapa faktor yang menyebabkan buruknya kualitas tidur mahasiswa. Salah satu penyebab utama adalah kebiasaan belajar hingga larut malam untuk menyelesaikan tugas atau mempersiapkan ujian. Selain itu, penggunaan gawai sebelum tidur juga menjadi faktor yang cukup dominan.

Paparan cahaya biru dari layar ponsel atau laptop diketahui dapat menghambat produksi melatonin sehingga tubuh lebih sulit merasa mengantuk. Tekanan akademik dan stres juga berperan besar. Mahasiswa kedokteran, misalnya, sering menghadapi beban belajar yang padat dan jadwal aktivitas yang tinggi. Kondisi tersebut membuat waktu istirahat menjadi berkurang.

Menariknya, penelitian juga menemukan bahwa kualitas tidur buruk lebih banyak dialami mahasiswa perempuan. Hal ini diduga berkaitan dengan faktor hormonal yang memengaruhi ritme biologis tubuh sehingga perempuan cenderung lebih rentan mengalami gangguan tidur.

Dampaknya Tidak Hanya pada Nilai Akademik

Penurunan konsentrasi akibat kurang tidur tidak hanya berdampak pada proses belajar, tetapi juga pada prestasi akademik secara keseluruhan.

Konsentrasi adalah kemampuan memusatkan perhatian pada suatu aktivitas tanpa terganggu oleh hal lain. Ketika kemampuan ini menurun, proses pembelajaran menjadi kurang efektif. Mahasiswa menjadi lebih sulit memahami materi, mudah lupa, dan kurang mampu menyerap informasi baru.

Dalam jangka panjang, kondisi ini juga dapat memengaruhi kesehatan mental dan kualitas hidup mahasiswa.

Tidur Cukup Bukan Kemalasan

Temuan penelitian ini menjadi pengingat bahwa menjaga kualitas tidur sama pentingnya dengan belajar itu sendiri. Mahasiswa perlu mulai membangun pola hidup yang lebih sehat, seperti menjaga jadwal tidur yang teratur, mengurangi penggunaan gawai sebelum tidur, mengelola stres akademik dengan baik, dan menghindari begadang yang tidak perlu.

Tidur yang cukup dan berkualitas bukan tanda kemalasan, melainkan bagian penting dari strategi belajar yang efektif.

Belajar Lebih Baik Dimulai dari Istirahat yang Baik

Di tengah budaya akademik yang sering mengagungkan begadang, tidur kerap dianggap hal sepele. Padahal, kualitas tidur merupakan fondasi penting bagi kemampuan berpikir, konsentrasi, dan kesehatan mental mahasiswa.

Pada akhirnya, keberhasilan akademik bukan hanya ditentukan oleh seberapa lama seseorang belajar, tetapi juga seberapa baik tubuh dan otaknya mendapatkan waktu untuk beristirahat. Karena terkadang, cara terbaik untuk meningkatkan fokus belajar bukan menambah jam begadang, melainkan memberi tubuh kesempatan untuk tidur dengan cukup. (Artikel penelitian dipublikasikan melalui laman berikut)

Ikuti berita lainnya

UNG Laksanakan Uji Publik Pedoman Akademik, Serap Masukan untuk Perkuat Tata Kelola Akademik
29 Sep 2026
09:34 WITA

UNG Laksanakan Uji Publik Pedoman Akademik, Serap Masukan untuk Perkuat Tata Kelola Akademik

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat tata kelola akademik melalui penyempurnaan pedoman, yang menjadi acuan penyelenggaraan kegiatan akademik di lingkungan kampus. Langkah tersebut dilakukan melalui uji publik Draf Pedoman Akademik 2026 yang dilaksanakan secara daring dan luring, Selasa (29/9).Uji publik yang dipimpin langsung Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si., tersebut melibatkan berbagai unsur civitas akademika, mulai dari pimpinan jurusan, program studi, penjamin mutu fakultas, hingga Gugus Penjamin Mutu Program Studi. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi ruang untuk memastikan, pedoman yang disusun dapat mengakomodasi kebutuhan akademik secara lebih komprehensif.Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si., menjelaskan, penyusunan Draf Pedoman Akademik 2026 merupakan bagian dari upaya UNG, untuk menyempurnakan sekaligus memperkuat tata kelola kegiatan akademik di lingkungan kampus kerakyatan UNG.“Pedoman tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan acuan yang lebih jelas, terarah, dan terukur bagi pelaksanaan berbagai aktivitas akademik,” ujar Hafidz.Menurutnya, uji publik memiliki posisi penting dalam proses penyusunan pedoman karena menjadi ruang untuk menghimpun berbagai masukan, kritik, maupun saran konstruktif dari pihak-pihak yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan akademik. Berbagai perspektif tersebut diperlukan agar aturan yang disusun tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan pelaksanaan akademik di lapangan.“Sebelum ditetapkan dan disahkan secara resmi, substansi dalam pedoman akademik perlu melalui proses penyempurnaan secara menyeluruh. Karena itu, berbagai masukan menjadi bagian penting, untuk mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki maupun diperjelas dalam draf pedoman,” terangnya.Melalui proses uji publik ini, UNG menunjukkan komitmennya untuk membangun tata kelola akademik secara partisipatif. Pedoman Akademik 2026 diharapkan nantinya tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi menjadi instrumen yang mampu memberikan arah yang seragam, menyempurnakan mekanisme penyelenggaraan akademik, serta mendukung peningkatan mutu pendidikan di seluruh lingkungan UNG. (**)

Alat Deteksi Kualitas Air dan Objek Dipasang di Laut Botubarani, Dukung Keselamatan Wisatawan dan Prediksi Kemunculan Hiu Paus
26 Sep 2026
01:13 WITA

Alat Deteksi Kualitas Air dan Objek Dipasang di Laut Botubarani, Dukung Keselamatan Wisatawan dan Prediksi Kemunculan Hiu Paus

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO - Alat deteksi kualitas air dan alat deteksi objek mulai dipasang di kawasan perairan Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, pada hari Rabu 23 September 2026, sebagai bagian dari kegiatan riset yang didanai melalui skema RIIM BRIN-LPDP (multiyears) dengan melibatkan mitra Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bone Bolango.Pemasangan kedua perangkat tersebut ditujukan untuk menghasilkan data kondisi perairan secara berkelanjutan selama satu tahun. Data yang dikumpulkan dalam bentuk time series diharapkan dapat memberikan informasi mengenai kondisi lingkungan laut sekaligus mendukung pengelolaan aktivitas wisata bahari di kawasan Botubarani, khususnya wisata interaksi dengan hiu paus.Salah satu manfaat utama riset ini adalah membantu wisatawan maupun pengelola wisata dalam mengambil keputusan terkait aktivitas snorkeling dan diving bersama hiu paus. Informasi mengenai kondisi kualitas air dan keberadaan objek di perairan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan sebelum wisatawan melakukan aktivitas di laut.Selain untuk mendukung aktivitas wisata, data yang dihasilkan perangkat tersebut memiliki potensi pemanfaatan yang lebih luas. Rekaman kondisi perairan selama satu tahun dapat digunakan untuk mempelajari pola kemunculan hiu paus serta berbagai organisme laut lainnya.Data tersebut juga diharapkan dapat membantu mengidentifikasi pola kemunculan ubur-ubur yang pada kondisi tertentu dapat mengganggu kenyamanan wisatawan karena menyebabkan rasa gatal pada kulit. Kemunculan organisme laut tersebut berkaitan dengan kondisi lingkungan perairan yang mendukung siklus hidupnya. Dengan tersedianya data kualitas air secara berkala, pola hubungan antara kondisi perairan dan kemunculan organisme tersebut dapat dipelajari lebih lanjut.Tidak hanya aspek biota laut, sistem deteksi ini juga berpotensi menghasilkan informasi mengenai aktivitas manusia di kawasan perairan Botubarani. Data yang terkumpul dapat digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan atau tingkat kemunculan sampah plastik, material yang berasal dari aktivitas pertanian, kepadatan perahu wisatawan, aktivitas pengunjung, serta kemunculan berbagai hewan laut lainnya.Tim peneliti UNG, Dr. Mohamad Hidayat Koniyo, ST.MT., mengungkapkan teknologi deteksi objek memungkinkan berbagai objek dan aktivitas yang terlihat di perairan, untuk direkam dan diolah menjadi dataset.“Berdasarkan deteksi objek, seperti warna air laut, binatang yang bergerak dan terlihat, aktivitas wisatawan, dan lainnya, akan menghasilkan dataset yang bisa dikembangkan untuk penelitian klasifikasi hingga prediksi,” ujar Hidayat.Ia menjelaskan, dataset yang dikumpulkan secara terus-menerus menjadi bagian penting dalam pengembangan penelitian berbasis data. Dengan tersedianya rekaman selama satu tahun, peneliti dapat menganalisis pola perubahan kondisi perairan dan objek yang terdeteksi dari waktu ke waktu."Melalui pengembangan lebih lanjut, data tersebut dapat diarahkan untuk membangun model klasifikasi maupun prediksi, termasuk mempelajari hubungan antara kondisi lingkungan laut dengan kemunculan hiu paus, ubur-ubur, maupun objek dan aktivitas lain di kawasan perairan Botubarani," terangnya.Riset ini sekaligus diharapkan dapat memberikan basis data bagi pengelolaan wisata bahari yang lebih informatif. Data yang dihasilkan tidak hanya berguna untuk kepentingan penelitian, tetapi juga berpotensi menjadi bahan pendukung bagi pengelola dan pemangku kepentingan dalam memantau kondisi perairan serta aktivitas wisata di Botubarani.

Akademisi UNG Ambil Peran di Forum Nasional, Perkuat Arah Pendidikan Vokasi Teknik Elektro
25 Sep 2026
09:48 WITA

Akademisi UNG Ambil Peran di Forum Nasional, Perkuat Arah Pendidikan Vokasi Teknik Elektro

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) turut mengambil bagian, dalam penguatan pendidikan vokasi rumpun Teknik Elektro di tingkat nasional. Keterlibatan tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan akademisi UNG, Ervan Hasan Harun, S.T., M.T., yang juga Pengurus FORTEI Nasional sekaligus Anggota Divisi Forkom Vokasi – Direktorat Pengembangan Society, Forkom PTS dan Forkom Vokasi.Keterlibatan ini dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) FORTEI dan FORTEI-ICEE (International Conference on Electrical Engineering) 2026 di Universitas Hasanuddin, Makassar, 24–26 September 2026.Tidak sekadar menghadiri forum nasional, Ervan juga terlibat sebagai kontributor dalam penyusunan dan pembahasan sejumlah panduan pengembangan pendidikan Sarjana Terapan pada rumpun Teknik Elektro. Kontribusi tersebut menjadi bagian dari upaya FORTEI memperkuat penyelenggaraan pendidikan vokasi, agar semakin selaras dengan kebutuhan dunia kerja, dunia usaha, dan dunia industri (DUDI).Tiga dokumen panduan yang menjadi bagian dari kontribusi tersebut meliputi Panduan Kurikulum Vokasi (Sarjana Terapan) Rumpun Teknik Elektro, Panduan Magang di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) bagi Mahasiswa Sarjana Terapan, serta Panduan Capstone Project. Ketiga panduan tersebut menjadi bagian penting, dalam mendorong pengembangan pembelajaran vokasi yang lebih dekat dengan kebutuhan kompetensi di lapangan.Menurut Ervan, salah satu agenda penting dalam forum tersebut adalah pemaparan Panduan Kurikulum Vokasi Rumpun Teknik Elektro. Dalam kesempatan tersebut, Ia turut mempresentasikan substansi panduan sebagai bagian dari pembahasan, sekaligus penguatan rekomendasi FORTEI terkait pengembangan pendidikan Sarjana Terapan bidang Teknik Elektro.“Panduan kurikulum tersebut diarahkan untuk menjadi rujukan bersama, bagi program studi Sarjana Terapan dalam mengembangkan kurikulum yang memiliki karakteristik pendidikan vokasi,” ujarnya.Selain memperkuat keterkaitan pembelajaran dengan kebutuhan DUDI, pengembangan kurikulum juga diarahkan agar tetap responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan kompetensi tenaga kerja di bidang Teknik Elektro.Bagi Ervan, keterlibatan akademisi UNG dalam forum tersebut memiliki relevansi strategis, terhadap pengembangan pendidikan vokasi di lingkungan Sekolah Vokasi, khususnya Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan (TRET).“Forum nasional ini menjadi ruang bagi UNG untuk memperoleh perspektif, sekaligus memperkuat jejaring akademik dan profesional dengan perguruan tinggi serta program studi Teknik Elektro di Indonesia,” terangnya.Melalui keterlibatan ini, UNG kata Ervan tidak hanya memperluas jejaring kelembagaan, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan arah pendidikan vokasi pada tingkat nasional. Partisipasi tersebut memperkuat komitmen UNG dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang berorientasi pada kompetensi, kebutuhan dunia kerja, keterhubungan dengan industri, serta perkembangan teknologi.Kegiatan Munas FORTEI dan FORTEI-ICEE Tahun 2026 berlangsung di Universitas Hasanuddin, Makassar, pada 24–26 September 2026, dan menjadi salah satu forum nasional bagi pengembangan serta penguatan jejaring pendidikan tinggi Teknik Elektro di Indonesia.

Dzikir dan Doa Berkumandang di Lingkungan Kampus Melalui Kegiatan UNG Bersholawat
25 Sep 2026
04:27 WITA

Dzikir dan Doa Berkumandang di Lingkungan Kampus Melalui Kegiatan UNG Bersholawat

Abdul Wahid Rauf

Suasana penuh khidmat dan syahdu mewarnai lapangan Rektorat Universitas Negeri Gorontalo (UNG) saat ribuan jemaah memadati area kampus, untuk mengikuti kegiatan UNG Bersholawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan bulan lahir UNG, Rabu (23/9).Kegiatan ini menjadi momentum istimewa bagi civitas akademika UNG dan masyarakat Gorontalo, untuk bersama-sama melantunkan dzikir dan sholawat sebagai ungkapan cinta kepada Rasulullah.Pembacaan dzikir dan sholawat dipandu langsung oleh jemaah Majelis Arbain dengan menghadirkan empat penceramah sekaligus yakni, Dr. H. Abd. Rahman Abubakar Bahmid, Lc ,MH., Moh Fadly Aljufri, Lc., S.H., M.H., Dr. Husni Idrus, Lc., M.Si., dan KH. Yahya Salilama, S.Ag,. Lantunan sholawat yang menggema dari ribuan jemaah menciptakan suasana religius dan menambah kekhusyukan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW di lingkungan kampus.Antusiasme tampak begitu besar, di mana dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga masyarakat sekitar turut hadir dan larut dalam kebersamaan. Lapangan Rektorat UNG menjadi saksi bagaimana ribuan jemaah menyatu dalam lantunan doa dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW, mencerminkan kecintaan yang mendalam kepada junjungan umat Islam.Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., mengungkapkan kegiatan UNG Bersholawat merupakan wujud syukur sekaligus upaya mempererat ukhuwah islamiyah di tengah civitas akademika dan masyarakat. Melalui momentum UNG bersholawat ini, diharapkan jemaah yang hadir dapat meneladani akhlak mulia Rasulullah sekaligus memperkuat nilai spiritualitas dalam kehidupan akademik maupun sosial.“Selain untuk memperingati maulid Nabi Muhammad SAW, UNG bersholawat juga menjadi wadah untuk memperkuat interaksi sosial antara civitas akademika dengan seluruh lapisan masyarakat di Gorontalo,” ujarnya.Rektor menyampaikan harapannya kepada ribuan jemaah yang hadir dalam kegiatan UNG Bersholawat, agar senantiasa mendoakan kebaikan dan kemajuan kampus. Menurutnya, doa dari seluruh civitas akademika dan masyarakat memiliki peran penting dalam memperkuat ikhtiar universitas, untuk terus tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun bangsa.“Dukungan spiritual melalui doa diharapkan semakin mengokohkan upaya UNG untuk terus bergerak maju, serta terus melahirkan karya dan inovasi yang bermanfaat. Terlebih UNG saat ini tengah bergerak maju berkembang, yang ditandai dengan berbagai capaian dan prestasi,” pungkas Rektor. (**)

Lihat Semua Berita