Site Logo

Kolaborasi Riset Internasional UNG, UNPAD dan University of Medical Sciences Nigeria Mengungkap Temuan Terkini dalam Sistem Predator-Mangsa

Penelitian
Abdul Wahid Rauf
11 Mar 2026
13:52 WITA
93 dilihat
Kolaborasi Riset Internasional UNG, UNPAD dan University of Medical Sciences Nigeria Mengungkap Temuan Terkini dalam Sistem Predator-Mangsa

GORONTALO - Dalam alam liar, dinamika antara predator dan mangsa tidak hanya dipengaruhi oleh insting bertahan hidup semata, namun juga faktor penting yang selama ini diabaikan: ketakutan. Penelitian yang dipublikasikan dalam PLoS One, jurnal internasional terindeks Scopus dengan kuartil Q1, mengajukan model matematika revolusioner yang mempertimbangkan dampak ketakutan, penyakit, dan memori terhadap interaksi predator-mangsa. Penelitian ini berpotensi mengubah cara kita memahami keseimbangan ekosistem dan membantu upaya konservasi spesies yang terancam punah dengan menggambarkan interaksi kompleks antara ketakutan, penyakit, dan pemangsaan.

Bisa dipahami sebagai penambahan memori pada perilaku sistem, seperti halnya bagaimana kejadian masa lalu memengaruhi keputusan yang diambil saat ini. Dalam model ini, turunan orde fraksional mencatat bagaimana interaksi antara spesies sebelumnya memengaruhi dinamika mereka di masa depan. Model SIS (Rentan-Terinfeksi-Rentan): Bayangkan sekelompok orang yang bisa tertular dan sembuh dari flu. Setelah sembuh, mereka bisa tertular lagi. Model ini menjelaskan bagaimana penyakit menyebar pada populasi mangsa yang bisa tertular lagi setelah sembuh.Efek ketakutan: Ini adalah bahaya tidak langsung yang ditimbulkan oleh predator. Bukan hanya tentang predator yang membunuh mangsanya, tapi juga bagaimana ketakutan mangsa terhadap predator mempengaruhi tingkat kelangsungan hidup dan reproduksinya. Intinya, ketakutan itu sendiri dapat mengurangi kemampuan mangsa untuk berkembang biak, yang pada akhirnya menyebabkan penurunan populasi.Artikel Utama:

Selama ini, para ahli ekologi telah banyak mempelajari dinamika predator-mangsa, dengan fokus utama pada bagaimana predator mempengaruhi populasi mangsa. Namun, banyak model yang mengabaikan satu aspek penting—ketakutan. Ketakutan dapat secara drastis mengubah perilaku mangsa, mempengaruhi tingkat kelahiran dan tingkat kelangsungan hidup mereka. Lebih lanjut, pengenalan penyakit pada populasi mangsa menambah lapisan kompleksitas lain dalam interaksi ini. Apa yang terjadi ketika mangsa terinfeksi, dan bagaimana predator merespons mangsa yang sakit atau lemah? Jawaban atas pertanyaan ini sangat penting untuk mempertahankan keseimbangan ekosistem, terutama dalam upaya konservasi spesies yang terancam punah.

Tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Padjadjaran dan University of Medical Sciences telah mengembangkan model baru yang tidak hanya mempertimbangkan efek mematikan dari pemangsaan, tetapi juga efek tidak langsung yang disebabkan oleh ketakutan. Dengan menggabungkan ketakutan, dinamika penyakit, dan memori (menggunakan kalkulus orde fraksional), model mereka menunjukkan bagaimana faktor-faktor ini memengaruhi keseimbangan predator-mangsa. Misalnya, ketakutan dapat mengurangi tingkat kelahiran pada spesies mangsa, dan penelitian ini menemukan bahwa predator sering kali memilih mangsa yang terinfeksi karena kondisi mereka yang lebih lemah.

Peneliti juga memperkenalkan konsep reinfeksi pada mangsa—di mana mangsa yang terinfeksi dapat tertular kembali, menciptakan efek siklik pada ukuran populasi. Dengan mengintegrasikan kompleksitas-kompleksitas ini dalam model mereka, peneliti dapat memprediksi beberapa hasil sebagai berikut:

Di mana hanya mangsa yang sehat yang ada, penyakit menghilang, dan predator punah. Titik keseimbangan tanpa predator (PFP): Di mana populasi mangsa bertahan tetapi predator punah.Titik keseimbangan koeksistensi (CEP): Di mana populasi predator dan mangsa, termasuk yang terinfeksi, tetap ada. Model ini memberikan wawasan yang mendalam tentang bagaimana ketakutan dan penyakit saling berinteraksi untuk mempengaruhi kelangsungan hidup spesies. Bagi upaya konservasi, memahami peran ketakutan dan penyakit dalam dinamika ekosistem sangatlah penting. Dalam aplikasi dunia nyata, temuan ini bisa menjadi panduan untuk strategi pengelolaan satwa liar, khususnya dalam situasi di mana spesies terancam oleh pemangsaan dan penyakit. Selain itu, pengenalan memori dalam sistem melalui turunan orde fraksional membuka dimensi baru dalam pemodelan ekologi, yang juga dapat diterapkan pada sistem biologis kompleks lainnya.

Temuan ini juga dapat memandu rancangan program konservasi. Misalnya, dengan mengelola tingkat ketakutan pada spesies mangsa, para konservasionis dapat membantu meningkatkan tingkat reproduksi mangsa, sehingga meningkatkan peluang bertahannya spesies tersebut. Model ini juga menjelaskan bagaimana penyakit menyebar dalam populasi dan bagaimana predator dapat membantu mengendalikan penyakit dengan memangsa mangsa yang terinfeksi.

Penelitian inovatif ini menyoroti keterkaitan antara ketakutan, penyakit, dan pemangsaan dalam membentuk dinamika predator-mangsa. Dengan memasukkan elemen-elemen ini dalam model mereka, peneliti telah membuka jalur baru untuk memahami dan mengelola sistem ekologi, serta memberikan wawasan berharga bagi para konservasionis, pengelola satwa liar, dan pelestari lingkungan.

Ikuti berita lainnya

Raih Penghargaan Kemenkeu RI, UNG Jadi Salah Satu Instansi Terbaik Pengelolaan Aset BMN
26 Jun 2026
00:23 WITA

Raih Penghargaan Kemenkeu RI, UNG Jadi Salah Satu Instansi Terbaik Pengelolaan Aset BMN

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Begitu baiknya pengelolaan aset Barang Milik Negara (BMN) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), mendapat apresiasi langsung dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI). Apresiasi diberikan Kemenkeu RI melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sulawesi Utara, Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara (Kanwil DJKN Suluttenggomalut) kepada UNG melalui ajang Pemberian Apresiasi Bentenan Awards tahun 2026.Kampus kerakyatan UNG terpilih sebagai peringkat III instansi terbaik, atas kontribusi terhadap program Persertipikatan Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah tahun 2025, dengan kategori coordinator wilayah dengan target di atas 50 bidang tanah. Penghargaan tersebut diterima langsung Kepala Biro Keuangan, Kerjasama dan Umum (BKKU) Arief Rachman Hakim Abdul, M.Pd., pada Kamis (25/5), di Gedung Keuangan Negara Manado.Kepala BKKU Arief Rachman Hakim Abdul, M.Pd.,menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan UNG, yang berhasil mendapatkan apresiasi  pada Bentenan Awards tahun 2026 tahun ini. Apresiasi ini bentuk pengakuan dari Kementerian, atas hasil kinerja serta kerja keras seluruh jajaran di UNG, yang senantiasa berkomitmen untuk memberikan yang terbaik, terutama dalam hal pengelolaan aset BMN.“Penghargaan ini menjadi bukti komitmen UNG dalam mengelola aset negara secara optimal, transparan dan akuntabel untuk mewujudkan birokasi yang profesional serta pelayanan publik yang semakin baik,” ujar Arief.Melalui gelaran Bentenan Awards 2026 ini, UNG berhasil mewujudkan bahwa institusi pendidikan tidak hanya berfokus pada keunggulan pelayanan akademik saja, tetapi juga memegang teguh komitmen dalam mendukung transparansi dan keberlanjutan tata kelola aset milik negara. (**)

UNG Bekali Pengurus Ormawa 2026, Siapkan Pemimpin Muda Kampus yang Solid dan Berprestasi
25 Jun 2026
06:38 WITA

UNG Bekali Pengurus Ormawa 2026, Siapkan Pemimpin Muda Kampus yang Solid dan Berprestasi

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperkuat kualitas organisasi kemahasiswaan melalui kegiatan Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan Tahun 2026 yang digelar pada Kamis (25/6) di Aula Rektorat UNG. Kegiatan ini menjadi langkah strategis universitas dalam membekali para pengurus organisasi mahasiswa agar mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi secara profesional, kreatif, dan berdampak.Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan, Darman, S.Kom., M.Ap., mengatakan, pembekalan tersebut diikuti oleh para pengurus organisasi kemahasiswaan (Ormawa) yang baru dilantik untuk periode 2026. Melalui kegiatan ini, UNG berupaya memastikan setiap pengurus memiliki pemahaman yang kuat mengenai tata kelola organisasi, perencanaan program kerja, hingga mekanisme pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan yang sejalan dengan kebijakan universitas.Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Mohamad Amir Arham, M.E., menjelaskan bahwa, penguatan kapasitas ini merupakan bagian penting dalam menyiapkan organisasi mahasiswa, yang mampu menjadi motor penggerak prestasi dan pengembangan karakter mahasiswa.Menurutnya, para pengurus perlu memahami secara menyeluruh alur pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan, termasuk berbagai program yang dapat memperoleh dukungan pendanaan dari institusi. Dengan pemahaman tersebut, organisasi mahasiswa diharapkan dapat menyusun program kerja yang lebih terarah, efektif, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan kampus.“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman yang komprehensif terkait pelaksanaan kegiatan organisasi, termasuk berbagai program yang dapat didukung oleh universitas. Harapannya, kepengurusan Ormawa tahun 2026 dapat tampil lebih solid dan mampu menghadirkan berbagai prestasi yang membanggakan bagi UNG,” ujar Amir.Tidak hanya membahas aspek administratif dan teknis organisasi, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bagi para pengurus mahasiswa untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan amanah kepemimpinan.“Diharapkan para pengurus Ormawa periode 2026 mampu menjadi mitra strategis universitas dalam mengembangkan budaya prestasi, memperkuat kontribusi mahasiswa, serta menciptakan berbagai kegiatan yang memberikan dampak positif bagi kampus dan masyarakat,” harap Amir. (**)

Resmi Dilantik Rektor, Pengurus Ormawa UNG 2026 Diminta Menjalankan Amanah Dengan Sepenuh Hati
25 Jun 2026
03:41 WITA

Resmi Dilantik Rektor, Pengurus Ormawa UNG 2026 Diminta Menjalankan Amanah Dengan Sepenuh Hati

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Babak baru organisasi kemahasiswaan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi dimulai. Rabu (24/6), Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., secara resmi melantik seluruh pengurus organisasi kemahasiswaan (ormawa) tingkat universitas periode 2026.  Pelantikan ini menjadi momen yang menandai lahirnya struktur kepemimpinan mahasiswa yang baru dan siap bergerak menjalankan roda organisasi.Pengurus yang dilantik terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), serta Unit Kegiatan Khusus (UKK). Kegiatan pelantikan turut dihadiri jajaran pimpinan universitas, mulai dari para wakil rektor, dekan dan wakil dekan bidang kemahasiswaan dan alumni fakultas, hingga Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan (BAKP).Di hadapan seluruh pengurus yang baru dilantik, Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T. menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan yang sarat makna. Bagi Rektor, jabatan yang kini disandang para pengurus bukan sekadar gelar, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan sepenuh hati dan penuh tanggung jawab.“Jabatan yang saat ini diemban oleh pengurus merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Seluruh roda organisasi dan kegiatan kemahasiswaan UNG kini berada di pundak seluruh pengurus Ormawa periode 2026,” tegasnya.Lebih lanjut, Rektor mendorong seluruh organisasi kemahasiswaan untuk menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan inovatif, yang mampu memberikan dampak positif bagi kemajuan kampus. Menurutnya, mahasiswa memiliki potensi besar sebagai agen perubahan yang dapat berkontribusi melalui berbagai program kerja, kegiatan pengembangan diri, hingga aksi sosial yang bermanfaat bagi mahasiswa.“Tuangkan seluruh ide kreatif dan inovasi yang dimiliki dalam program-program yang berdampak. Jadikan organisasi sebagai wadah untuk belajar memimpin, berkolaborasi, serta menciptakan perubahan yang bermanfaat bagi mahasiswa dan universitas,” tambahnya.Rektor juga menegaskan bahwa organisasi kemahasiswaan memiliki posisi yang sangat strategis bagi universitas. Selain menjadi wadah pengembangan kepemimpinan dan karakter mahasiswa, Ormawa juga merupakan mitra penting kampus dalam mendukung kemajuan dan penguatan bidang kemahasiswaan. (**)

Fakultas Kedokteran UNG Konsisten Pertahankan Kelulusan 100 Persen UKNPPD, Tegaskan Kualitas Pendidikan Dokter Berdaya Saing Nasional
25 Jun 2026
01:52 WITA

Fakultas Kedokteran UNG Konsisten Pertahankan Kelulusan 100 Persen UKNPPD, Tegaskan Kualitas Pendidikan Dokter Berdaya Saing Nasional

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Pencapaian yang konsisten terus ditunjukan oleh Fakultas Kedokteran (FK) UNG, dalam menghasilkan lulusan dokter yang kompeten. Untuk kesekian kalinya, FK konsisten mempertahankan tingkat kelulusan 100 persen pada Uji Kompetensi Nasional Program Profesi Dokter (UKNPPD). Keberhasilan mahasiswa profesi dokter periode V meraih 100 persen kelulusan pada UKNPPD, sebagai capaian yang menjadi indikator penting kualitas pendidikan dokter di Indonesia.Keberhasilan ini semakin menegaskan konsistensi FK UNG dalam menghasilkan lulusan dokter yang kompeten, profesional, dan siap memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat. Di tengah berbagai tantangan transformasi sistem kesehatan nasional dan meningkatnya kebutuhan tenaga medis berkualitas, capaian tersebut menjadi bukti bahwa institusi pendidikan kedokteran di kawasan timur Indonesia mampu bersaing dan menunjukkan kualitas akademik.Dekan Fakultas Kedokteran UNG, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp.G.K., mengungkapkan bahwa keberhasilan mempertahankan kelulusan sempurna, merupakan hasil kerja keras dan sinergi berbagai pihak khususnya mahasiswa, yang telah menunjukkan dedikasi tinggi selama menjalani pendidikan profesi dokter.“Kelulusan 100 persen ini merupakan amanah sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran. Ini bukan sekadar angka, tetapi wujud komitmen FK UNG dalam menyiapkan dokter-dokter berkualitas yang siap mengabdi kepada masyarakat,” ujar Cecy.Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari sistem pembinaan akademik yang dilakukan secara berkelanjutan. FK UNG terus berupaya memberikan pendampingan yang maksimal kepada mahasiswa agar mampu menyelesaikan pendidikan profesi dengan baik dan memenuhi standar kompetensi nasional yang telah ditetapkan.Menariknya, FK UNG bersama Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin menjadi salah satu fakultas kedokteran di wilayah Sulawesi, yang tetap mempertahankan pendekatan pembinaan akademik. Dengan mengedepankan pembinaan, pendampingan, dan penguatan kapasitas, mahasiswa didorong agar dapat menyelesaikan pendidikan secara optimal, tanpa menerapkan dropout bagi mahasiswa profesi dokter akibat semester berlebih.“Pendekatan tersebut dinilai mampu menciptakan lingkungan akademik yang lebih suportif, sekaligus mendorong mahasiswa untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki tanpa mengabaikan standar mutu pendidikan kedokteran,” terangnya.Apresiasi turut diberikan oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., atas konsistensi FK UNG, dalam mempertahankan capaian kelulusan sempurna pada UKNPPD. Menurutnya, capaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan FK UNG, menuju institusi pendidikan kedokteran yang semakin unggul dan berdaya saing.“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa FK UNG terus berada pada jalur yang tepat dalam menghasilkan dokter-dokter yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan semangat pengabdian kepada masyarakat,” kata Eduart.Ia menambahkan bahwa di tengah transformasi sektor kesehatan yang terus berkembang, FK UNG harus terus menghadirkan inovasi dalam proses pendidikan agar mampu menjawab kebutuhan zaman dan tantangan pelayanan kesehatan masa depan.Dengan berbagai capaian akademik yang terus ditorehkan, penguatan pendidikan profesi dokter, serta pengembangan PPDS, diharapkan FK UNGsemakin menegaskan perannya sebagai salah satu pilar penting dalam mencetak sumber daya manusia kesehatan yang berkualitas dan kompeten di Indonesia. (**)

Lihat Semua Berita