Jurusan Kesehatan Masyarakat Perkuat Trias UKS, Bekali Siswa MTs Al-Khairat Keterampilan P3K

GORONTALO - Komitmen Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK). Mengusung tema “Optimalisasi Kebijakan Trias UKS melalui Edukasi dan Simulasi P3K dalam Meningkatkan Respons Kegawatdaruratan pada Siswa di MTs Al-Khairat,” kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat budaya hidup sehat dan kesiapsiagaan di lingkungan sekolah.
Bertempat di MTs Al-Khairat, kegiatan tersebut difokuskan pada penguatan implementasi Trias Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) melalui edukasi kesehatan dan simulasi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K). Program ini bertujuan membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam memberikan respons awal ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan ringan di lingkungan sekolah.
Dalam sesi edukasi, para siswa memperoleh pemahaman mengenai konsep Trias UKS yang meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, serta pembinaan lingkungan sekolah sehat. Materi kemudian dilanjutkan dengan simulasi P3K yang memberikan pengalaman praktik kepada siswa tentang cara menangani luka ringan, cedera, pingsan, hingga tindakan awal sebelum korban memperoleh penanganan lebih lanjut dari tenaga kesehatan.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai simulasi penanganan keadaan darurat. Pendekatan praktik tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam memberikan pertolongan pertama secara tepat, aman, dan sesuai prosedur.
Perwakilan dosen Peminatan Administrasi Kebijakan Kesehatan (AKK) Jurusan Kesehatan Masyarakat FOK UNG menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berorientasi pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi kesehatan.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu sekolah dalam mengoptimalkan pelaksanaan Trias UKS, khususnya melalui edukasi dan simulasi P3K. Siswa perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar agar mampu memberikan respons awal yang tepat ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan di lingkungan sekolah. Harapannya, kegiatan ini dapat membentuk siswa yang lebih peduli, tanggap, dan siap membantu sesama dengan cara yang benar," ujarnya.
Menurutnya, penguatan UKS tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga memerlukan kolaborasi berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, dalam membangun lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan responsif terhadap berbagai situasi darurat.
Dekan Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG, Dr. Hartono Hadjarati, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan pengabdian tersebut sebagai bentuk nyata kontribusi sivitas akademika FOK UNG dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan di lingkungan sekolah.
"Penguatan literasi kesehatan harus dimulai sejak usia sekolah. Melalui edukasi dan simulasi seperti ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan ketika menghadapi situasi darurat. Ini merupakan bentuk pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi," kata Hartono.
Ia menambahkan bahwa FOK UNG akan terus mendorong dosen dan mahasiswa untuk menghadirkan berbagai program pengabdian yang menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang promotif dan preventif kesehatan.
Melalui kegiatan ini, Jurusan Kesehatan Masyarakat FOK UNG kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan kebijakan Trias UKS dan peningkatan literasi kesehatan di sekolah. Diharapkan, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh para siswa dapat menjadi bekal penting dalam membangun budaya peduli kesehatan, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat, aman, dan tangguh.





