Site Logo

Jurusan Kesehatan Masyarakat Perkuat Implementasi Kurikulum OBE melalui Integrasi SIAT

Siaran PersAkademik
Abdul Wahid Rauf
14 May 2026
02:54 WITA
139 dilihat
Jurusan Kesehatan Masyarakat Perkuat Implementasi Kurikulum OBE melalui Integrasi SIAT

GORONTALO - Transformasi sistem pembelajaran berbasis digital terus diperkuat Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK), melalui Pelatihan Integrasi Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) dengan Sistem Informasi Akademik Terpadu (SIAT) yang dilaksanakan pada Rabu (13/5) di Aula Jurusan Kesehatan Masyarakat Lantai 1.

Pelatihan ini diikuti oleh seluruh dosen dan pengelola akademik sebagai bagian dari upaya menyelaraskan implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education dengan sistem informasi akademik yang terintegrasi. Kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran sekaligus memperkuat tata kelola akademik yang lebih efektif, terukur, dan berbasis teknologi.

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh penguatan mengenai penyusunan capaian pembelajaran lulusan (CPL), pemetaan capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), sistem asesmen berbasis luaran pembelajaran, hingga mekanisme dokumentasi akademik melalui SIAT. Integrasi ini diharapkan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih sistematis, terdokumentasi dengan baik, serta mendukung pemenuhan standar akreditasi program studi.

Ketua panitia menjelaskan bahwa implementasi OBE tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran, tetapi juga memastikan seluruh aktivitas akademik dapat diukur berdasarkan capaian kompetensi mahasiswa. Oleh karena itu, pemanfaatan SIAT menjadi instrumen penting dalam mendukung pengelolaan data akademik secara terintegrasi.

Melalui sesi pelatihan, peserta juga diajak melakukan praktik langsung penggunaan berbagai fitur SIAT yang mendukung implementasi kurikulum OBE, mulai dari penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), penginputan asesmen, hingga pelaporan capaian pembelajaran mahasiswa. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dosen dalam mengelola proses pembelajaran sekaligus mempermudah proses evaluasi akademik.

Dekan Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG, Dr. Hartono Hadjarati, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa transformasi pendidikan tinggi menuntut setiap program studi untuk mampu mengintegrasikan kurikulum berbasis luaran dengan sistem digital yang mendukung tata kelola akademik modern.

"Implementasi Outcome-Based Education harus didukung oleh sistem informasi akademik yang terintegrasi agar proses pembelajaran dapat terdokumentasi secara baik, mudah dievaluasi, dan mampu menunjukkan ketercapaian kompetensi lulusan. Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen FOK UNG dalam memperkuat budaya mutu sekaligus meningkatkan kualitas layanan akademik berbasis teknologi," ujar Hartono.

Menurutnya, integrasi OBE dan SIAT juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapan program studi menghadapi proses akreditasi maupun berbagai bentuk evaluasi eksternal.

"Kami berharap seluruh dosen memiliki pemahaman yang sama dalam mengimplementasikan kurikulum OBE melalui SIAT. Dengan demikian, proses pembelajaran akan semakin berkualitas, terdokumentasi dengan baik, dan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, serta siap menjawab kebutuhan dunia kerja dan masyarakat," tambahnya.

Melalui pelaksanaan pelatihan ini, Jurusan Kesehatan Masyarakat FOK UNG kembali menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan kurikulum, transformasi digital, dan tata kelola akademik yang berkualitas. Langkah tersebut sekaligus memperkuat reputasi Universitas Negeri Gorontalo sebagai perguruan tinggi yang unggul, inovatif, dan adaptif dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi di era digital.

Ikuti berita lainnya

Jelang Akhir Tahun, Kepala BKKU UNG Ingatkan Tendik Tuntaskan Target Kinerja
02 Nov 2026
00:45 WITA

Jelang Akhir Tahun, Kepala BKKU UNG Ingatkan Tendik Tuntaskan Target Kinerja

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Menjelang berakhirnya tahun kerja 2026, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus mendorong optimalisasi kinerja seluruh tenaga kependidikan (tendik) dalam menuntaskan berbagai program dan tanggung jawab di masing-masing unit kerja.Kepala Biro Keuangan, Kerja Sama, dan Umum (BKKU) UNG, Arief Rachman Hakim Abdul, S.Pd., M.Pd., mengingatkan jajaran tendik, untuk semakin meningkatkan produktivitas dan memastikan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu.Menurut Arief, penghujung tahun menjadi momentum penting bagi seluruh pegawai untuk mengevaluasi capaian pekerjaan, sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai agenda yang masih berjalan. Hal ini diperlukan agar seluruh program kerja yang telah direncanakan dapat dituntaskan sesuai target dan ketentuan yang berlaku.“Peningkatan kinerja tidak hanya berkaitan dengan kecepatan menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga kualitas pelaksanaan tugas, kedisiplinan, serta tanggung jawab setiap pegawai dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan layanan universitas,” ujar Arief.Untuk mewujudkan hal tersebut, Arief mengimbau seluruh tendik agar terus memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak, baik di lingkungan unit kerja masing-masing maupun antar unit di tingkat universitas.“Koordinasi yang efektif menjadi kunci dalam mengatasi berbagai kendala pekerjaan, menyelaraskan pelaksanaan program, serta memastikan setiap tugas dapat diselesaikan secara optimal tanpa mengabaikan prosedur dan ketentuan yang berlaku,” terangnya.Arief juga mengingatkan agar seluruh pegawai tetap menjaga semangat kerja, serta tidak menunda penyelesaian tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Dengan waktu kerja yang semakin mendekati akhir tahun, setiap unit diharapkan mampu mengoptimalkan pelaksanaan program melalui kerja sama dan pembagian tugas yang terarah.Melalui penguatan kinerja dan sinergi antarseluruh tenaga kependidikan, Arief berharap berbagai program kerja tahun 2026 dapat diselesaikan dengan hasil yang maksimal. Langkah ini sekaligus menjadi fondasi untuk mendukung peningkatan kualitas layanan dan pelaksanaan program universitas pada tahun berikutnya. (**)

Perkuat Kiprah Internasional, Akademisi UNG Ikuti Simposium Perikanan Berkelanjutan dan Blue Transformation di Tiongkok
02 Nov 2026
00:34 WITA

Perkuat Kiprah Internasional, Akademisi UNG Ikuti Simposium Perikanan Berkelanjutan dan Blue Transformation di Tiongkok

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Kiprah akademisi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di kancah internasional terus menunjukkan perkembangan positif. Kali ini, dosen Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP), Dr. Arfiani Rizki Paramata, S.Pi., M.Si., turut ambil bagian dalam International Symposium on Sustainable Fisheries and Aquaculture and Blue Transformation yang berlangsung dalam rangkaian China Fisheries and Seafood Expo 2026 di Qingdao, Tiongkok.Kegiatan internasional yang berlangsung pada 28–30 Oktober 2026 di Qingdao Hongdao International Convention and Exhibition Center tersebut menjadi ajang pertemuan akademisi, peneliti, praktisi, serta pelaku industri perikanan dari berbagai negara untuk membahas inovasi dan masa depan sektor perikanan dan akuakultur yang berkelanjutan.Keikutsertaan Arfiani dalam forum internasional tersebut menjadi langkah penting dalam memperluas wawasan keilmuan sekaligus memperkuat jejaring akademik global, khususnya dalam menghadapi tantangan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan.Salah satu isu utama yang menjadi perhatian dalam simposium tersebut adalah konsep Blue Transformation atau transformasi biru, sebuah pendekatan yang mendorong pengembangan sektor perikanan dan akuakultur melalui inovasi teknologi, peningkatan produktivitas, ketahanan pangan, serta pengelolaan sumber daya perairan yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.Menurut Arfiani, transformasi biru menjadi salah satu pendekatan penting dalam menjawab tantangan pembangunan perikanan global. Konsep tersebut menekankan bahwa peningkatan produksi hasil perikanan perlu berjalan beriringan dengan perlindungan ekosistem serta pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab.“Melalui pendekatan ini, sektor perikanan diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, dan mendukung keberlanjutan sumber daya perairan bagi generasi mendatang,” ujarnya.Selain mengikuti simposium, kehadiran Arfiani dalam rangkaian China Fisheries and Seafood Expo juga memberikan kesempatan untuk mengenal berbagai perkembangan industri perikanan dunia. Mulai dari inovasi teknologi budidaya, pengolahan hasil perikanan, pengemasan produk, pengendalian mutu, hingga perkembangan perdagangan produk perikanan di pasar internasional.Berbagai pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari forum tersebut, diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan dan penelitian di lingkungan FKTP UNG. Khususnya dalam memperkaya pembelajaran mahasiswa, mendorong inovasi penelitian, serta memperluas perspektif akademik mengenai pengelolaan potensi kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.“Partisipasi dalam forum internasional ini juga menjadi peluang bagi akademisi UNG untuk membangun komunikasi, dan membuka kesempatan kolaborasi dengan akademisi maupun praktisi dari berbagai negara,” terangnya.Melalui keikutsertaan dosen pada forum ilmiah berskala internasional, Universitas Negeri Gorontalo terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong peningkatan kapasitas dan daya saing akademisi, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.Kehadiran Arfiani di Tiongkok diharapkan menjadi salah satu langkah dalam memperluas peran FKTP UNG sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif mendukung inovasi, keberlanjutan lingkungan, dan transformasi sektor kelautan dan perikanan di tingkat nasional maupun global.

Kolaborasi Reels Kampus Berdampak 2026
30 Oct 2026
10:43 WITA

Kolaborasi Reels Kampus Berdampak 2026

Abdul Wahid Rauf

Dalam rangka penyelenggaraan Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2026 yang diprakarsai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia dan akan dilaksanakan pada 11–13 November 2026 di Universitas Airlangga, Surabaya, kami mengajak seluruh Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia untuk turut menyemarakkan rangkaian kegiatan KPPTI 2026 melalui publikasi cerita keberdampakan perguruan tinggi.KPPTI 2026 mengusung semangat transformasi pendidikan tinggi menuju keberdampakan, dengan menempatkan perguruan tinggi sebagai pusat lahirnya talenta, riset, teknologi, inovasi, dan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semangat tersebut diharapkan tidak hanya hadir dalam rangkaian konferensi, tetapi juga terbangun melalui cerita-cerita nyata mengenai kontribusi perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia. Sehubungan dengan hal tersebut, kami mengharapkan partisipasi Bapak/Ibu untuk menyiapkan konten Instagram Reels bertema “Kampus Berdampak” yang menampilkan salah satu praktik baik, program, inovasi, atau inisiatif unggulan dari perguruan tinggi masing-masing yang telah memberikan dampak positif dan nyata bagi masyarakat.Konten dapat mengangkat berbagai bentuk keberdampakan perguruan tinggi, antara lain melalui pendidikan dan pembelajaran, riset dan inovasi, pemanfaatan teknologi, pengabdian kepada masyarakat, pemberdayaan ekonomi dan sosial, penguatan kearifan lokal, maupun bentuk kontribusi lain yang relevan. Penyajian konten diharapkan menonjolkan permasalahan atau kebutuhan yang dijawab, inisiatif yang dilakukan oleh perguruan tinggi, serta dampak nyata yang telah dihasilkan.Informasi Selengkapnya Dapat Dilihat Melalui Tautan Berikut

Lihat Semua Berita