Gelar Program FOK Preneur, Fakultas Olahraga dan Kesehatan Cetak Generasi Muda Mandiri

GORONTALO – Memahami bahwa ijazah saja tidak cukup di tengah pasar kerja yang kompetitif, Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengambil langkah progresif. Pada Rabu (1/4/2026), FOK UNG menggelar Workshop "FOK Preneur" di Aula FOK UNG, sebuah inisiatif strategis untuk menanamkan jiwa kewirausahaan, kreativitas, dan kemandirian bagi para mahasiswa.
Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan bisnis biasa, melainkan upaya fakultas untuk mendobrak batasan akademik. Mahasiswa diajak untuk keluar dari zona nyaman dan mulai melihat dunia dengan kacamata inovator yang mampu mengubah peluang menjadi nilai ekonomi.
Dekan Fakultas Olahraga dan Kesehatan UNG, Hartono Hadjarati, menegaskan bahwa workshop ini adalah jawaban atas tuntutan zaman. Di era modern, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori di dalam kelas; mereka harus memiliki soft skill kewirausahaan untuk bertahan dan berkembang.
"FOK Preneur adalah komitmen kami untuk membentuk mahasiswa yang unggul, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Mahasiswa FOK UNG tidak boleh hanya berprestasi di bidang olahraga dan kesehatan, tetapi juga harus memiliki keberanian untuk berinovasi dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat," ujar Hartono.
Workshop ini dirancang sebagai forum pembinaan untuk membentuk pola pikir inovatif dan produktif. Mahasiswa didorong untuk mengasah kemampuan dalam Membaca Peluang: Mengidentifikasi masalah di masyarakat dan mengubahnya menjadi solusi usaha, Keberanian Berwirausaha: Mengikis rasa takut gagal melalui manajemen risiko yang baik, serta Kemampuan Adaptasi: Menjadi pribadi yang fleksibel terhadap perubahan pasar yang dinamis.
Menurut para peserta, kegiatan ini memberikan perspektif baru. Banyak mahasiswa yang selama ini berpikir bahwa karier mereka hanya terbatas pada bidang medis atau keolahragaan, kini mulai menyadari bahwa dunia wirausaha memiliki ruang luas untuk menerapkan ilmu kesehatan dan olahraga, misalnya melalui bisnis alat kesehatan, sport equipment, hingga jasa pelatihan kebugaran (wellness center).
Transformasi ini diharapkan dapat mencetak lulusan yang tidak lagi berorientasi sebagai "pencari kerja," melainkan menjadi "pencipta lapangan kerja." Jiwa kewirausahaan yang ditanamkan dalam workshop ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa agar tetap relevan di masa depan.





