Site Logo

Gelar Apel Kerja, UNG Perkuat Komitmen Disiplin dan Kinerja Tenaga Kependidikan

Siaran Pers
Abdul Wahid Rauf
08 Jun 2026
03:46 WITA
29 dilihat
Gelar Apel Kerja, UNG Perkuat Komitmen Disiplin dan Kinerja Tenaga Kependidikan

GORONTALO — Jajaran Tenaga Kependidikan di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melaksanakan apel kerja rutin awal bulan, Senin (8/6), bertempat di halaman Rektorat UNG. Apel kerja tersebut diikuti oleh tenaga kependidikan ASN dan non-ASN pada seluruh unit kerja di lingkungan kampus.

Apel pagi ini bukan seremoni biasa. Di hadapan seluruh peserta, Kepala Biro Keuangan, Kerja Sama, dan Umum, Arief Rachman Hakim Abdul, M.Pd., menyampaikan arahan yang sarat makna terkait pilar utama, yang menjadi fondasi kinerja institusi yakni kedisiplinan, peningkatan kinerja, dan penguatan koordinasi antara unit kerja.

“Nilai tersebut bukan sekadar slogan. Mereka adalah kunci nyata dalam mendorong UNG menjadi institusi yang semakin kuat dan optimal di setiap lini,” pesan Arief.

Dalam arahannya, Arief menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan baik di bidang administrasi, keuangan, kerja sama, maupun umum tidak bisa hanya bergantung pada satu atau dua pihak saja. Dibutuhkan sinergi dan dukungan nyata dari seluruh tenaga kependidikan di setiap unit kerja.

"Budaya kerja yang efektif, responsif, transparan, dan akuntabel harus terus diperkuat agar berbagai program universitas dapat berjalan optimal," tegasnya.

Lebih lanjut, Arief menuturkan bahwa apel rutin ini bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan sebuah momentum strategis sekaligus ruang untuk membangun komunikasi, menyegarkan semangat kerja bersama, dan mempererat koordinasi antar tenaga kependidikan yang memiliki peran vital dalam kelancaran operasional kampus.

“Apel bukan hanya kegiatan rutin, tetapi juga menjadi momentum bagi seluruh tenaga kependidikan UNG untuk menyatukan komitmen dalam meningkatkan kinerja dan disiplin, tanggung jawab, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat khususnya mahasiswa,” pungkasnya. (**)

Ikuti berita lainnya

Wujudkan Satu Ekosistem Lestari, Mahasiswa Berkolaborasi dengan PT. Gorontalo Mineral Inisiasi Transplantasi Terumbu Karang
08 Jun 2026
01:03 WITA

Wujudkan Satu Ekosistem Lestari, Mahasiswa Berkolaborasi dengan PT. Gorontalo Mineral Inisiasi Transplantasi Terumbu Karang

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Semangat menjaga bumi diwujudkan secara nyata oleh mahasiswa Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Biologi FMIPA menggelar kegiatan SEL (Satu Ekosistem Lestari) 2026 di kawasan Pantai Botutonuo Lorong 5, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu (6/6).Mengusung tema “Satu Aksi untuk Lingkungan Hidup, Seribu Dampak untuk Masa Depan”, kegiatan ini menghadirkan kolaborasi antara mahasiswa, dosen, masyarakat, pemerintah daerah, serta PT Gorontalo Minerals sebagai mitra strategis dalam upaya pelestarian lingkungan pesisir dan laut di Gorontalo.Suasana Pantai Botutonuo sejak pagi dipenuhi semangat gotong royong. Para peserta tidak hanya membersihkan kawasan pantai dari sampah, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi konservasi bawah laut melalui transplantasi terumbu karang. Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian generasi muda terhadap masa depan ekosistem laut yang semakin menghadapi berbagai ancaman lingkungan.Dosen Pembimbing Mahasiswa, Dr. Abubakar Sidik Katili, S.Pd, M.Sc, menjelaskan bahwa SEL 2026 difokuskan pada dua agenda utama, yakni rehabilitasi terumbu karang dan aksi bersih pantai. Menurutnya, kedua kegiatan tersebut memiliki dampak penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.“Melalui transplantasi terumbu karang, kami berupaya membantu pemulihan ekosistem bawah laut dengan menanam fragmen karang pada media yang telah disiapkan. Sementara aksi bersih pantai dilakukan untuk mengurangi akumulasi sampah, terutama sampah plastik yang menjadi ancaman serius bagi kehidupan laut,” jelas Sidik.Ia menambahkan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk PT Gorontalo Minerals yang menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui kemitraan bersama perguruan tinggi dan komunitas lokal.Tidak hanya melibatkan mahasiswa, SEL 2026 juga dirangkaikan dengan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat oleh dosen-dosen Jurusan Biologi FMIPA UNG di Desa Botutonuo. Sinergi antara kegiatan kemahasiswaan, pengabdian dosen, serta dukungan sektor industri menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FMIPA UNG, Dr. Lilan Dama, M.Si., berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran lingkungan yang lebih kuat di kalangan generasi muda sekaligus mempererat jejaring kolaborasi lintas sektor.“Pelestarian lingkungan tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara perguruan tinggi, masyarakat, pemerintah, dan dunia industri agar upaya konservasi dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak yang lebih luas,” ujarnya.Dukungan serupa disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG, Prof. Dr. Mohamad Amir Arham, M.E., yang mengapresiasi inisiatif mahasiswa FMIPA dalam menginisiasi aksi konservasi lingkungan. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dan dilakukan secara konsisten.“Lingkungan yang lestari tidak tercipta dalam satu hari. Ia dibangun melalui kepedulian, kolaborasi, dan aksi nyata yang dilakukan secara berkelanjutan. Apa yang dilakukan mahasiswa hari ini merupakan langkah kecil yang memiliki dampak besar bagi masa depan,” ungkap Amir.Melalui SEL 2026, mahasiswa Biologi FMIPA UNG tidak hanya memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia secara seremonial, tetapi juga menghadirkan aksi konkret untuk menjaga kelestarian pesisir Gorontalo. Dari bibit terumbu karang yang ditanam hingga sampah yang berhasil dikumpulkan, setiap langkah menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

UNG Beri Penghargaan Operator Terbaik, Apresiasi Garda Terdepan Layanan Akademik
08 Jun 2026
00:28 WITA

UNG Beri Penghargaan Operator Terbaik, Apresiasi Garda Terdepan Layanan Akademik

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Di balik kelancaran layanan akademik dan akurasi data perguruan tinggi, terdapat peran penting para operator program studi yang bekerja memastikan seluruh proses administrasi berjalan dengan baik.Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja tersebut, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan (BAKP) memberikan penghargaan kepada operator terbaik semester ganjil Tahun Akademik 2025/2026.Penghargaan tersebut diberikan kepada Supriadi Masi, S.Si., operator dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) sebagai Operator Terbaik kategori putra. Sementara itu, penghargaan kategori putri diraih oleh Nopita Panani, S.H., operator dari Fakultas Teknik.Kepala BAKP UNG, Darman, S.Kom., M.Ap., menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan institusi terhadap kontribusi besar tenaga kependidikan, khususnya operator program studi, dalam mendukung tata kelola akademik yang berkualitas.“Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap operator yang menunjukkan kualitas layanan akademik dan pengelolaan data yang unggul. Peran operator sangat strategis dalam memastikan tata kelola akademik berjalan secara akurat, tertib, dan berkelanjutan,” ujar Darman.Menurutnya, proses penilaian dilakukan secara objektif berdasarkan sejumlah indikator penting. Aspek yang dinilai meliputi ketepatan dan akurasi pengelolaan data akademik, ketepatan waktu pelaporan ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), penguasaan sistem informasi akademik, kualitas pelayanan kepada sivitas akademika, kontribusi terhadap pengembangan layanan, hingga kedisiplinan dan integritas kerja selama Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026.Sementara itu, Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si., menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kinerja yang ditunjukkan para operator program studi. Menurutnya, keberhasilan menjaga kualitas layanan akademik tidak hanya ditentukan oleh dosen dan pimpinan, tetapi juga oleh tenaga kependidikan yang bekerja di balik layar.“Prestasi ini menunjukkan pentingnya peran operator dalam mendukung layanan akademik yang profesional dan berbasis data,” terang Hafidz.Ia berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh tenaga kependidikan untuk terus meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada kepuasan sivitas akademika.

66 Lulusan Profesi Ners UNG Resmi Diangkat Sumpah, Siap Mengabdi untuk Kesehatan Masyarakat
05 Jun 2026
02:59 WITA

66 Lulusan Profesi Ners UNG Resmi Diangkat Sumpah, Siap Mengabdi untuk Kesehatan Masyarakat

Abdul Wahid Rauf

Sebanyak 66 lulusan Profesi Ners Angkatan XXII Jurusan Keperawatan Universitas Negeri Gorontalo, resmi mengikuti prosesi Angkat Sumpah Perawat yang berlangsung khidmat, Rabu (3/6), di Gedung Grand Sumberia. Prosesi ini menjadi penanda kesiapan para lulusan untuk memasuki dunia kerja sebagai tenaga kesehatan profesional, yang akan mengemban tanggung jawab kemanusiaan di tengah masyarakat.Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai jalannya prosesi, yang turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG, Mohamad Amir Arham. Hadir pula Dekan Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Hartono Hadjaratie, serta jajaran Jurusan Keperawatan, Koordinator Program Studi Pendidikan Ners, serta orang tua dan keluarga para lulusan.Koordinator Program Studi Pendidikan Ners, Ibrahim Suleman, menjelaskan bahwa prosesi angkat sumpah merupakan tahap akhir, yang menandai selesainya pendidikan profesi ners sekaligus kesiapan lulusan untuk menjalankan tugas profesional di bidang pelayanan kesehatan.Menurutnya, capaian Angkatan XXII patut diapresiasi, karena seluruh peserta berhasil menyelesaikan tahapan pendidikan akademik dan profesi dengan baik. Bahkan, seluruh lulusan mencatatkan tingkat kelulusan 100 persen pada Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Ners (UKOM), sebuah pencapaian yang mencerminkan kualitas pendidikan dan kesiapan kompetensi lulusan.“Angkat sumpah ini menjadi bukti bahwa para lulusan telah memenuhi seluruh persyaratan akademik dan profesional, untuk menjalankan profesi keperawatan serta siap mengabdikan diri kepada masyarakat,” ungkapnya.Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG, Mohamad Amir Arham, menegaskan bahwa sumpah profesi yang diucapkan bukan sekadar rangkaian seremoni akademik, melainkan komitmen moral yang akan menjadi landasan dalam menjalankan profesi perawat.Ia mengingatkan bahwa profesi perawat memiliki peran strategis dalam sistem pelayanan kesehatan. Dengan bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan, lulusan Profesi Ners UNG diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, humanis, dan berorientasi pada keselamatan pasien.“Profesi perawat adalah profesi kemanusiaan. Melalui pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki saat ini, para lulusan diharapkan dapat mengambil peran penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.Prosesi angkat sumpah tersebut sekaligus menjadi awal perjalanan baru bagi para lulusan untuk mengabdikan diri di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, baik rumah sakit, puskesmas, klinik, maupun institusi kesehatan lainnya di tingkat daerah maupun nasional. (**)

Terbitkan Jurnal Internasional, Dosen UNG Teliti Kebijakan Pendidikan Anak Usia Dini di Slovakia
05 Jun 2026
02:46 WITA

Terbitkan Jurnal Internasional, Dosen UNG Teliti Kebijakan Pendidikan Anak Usia Dini di Slovakia

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Nama Universitas Negeri Gorontalo kembali harum di panggung akademik internasional. Dr. Pupung Puspa Ardini, M.Pd., dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNG, berhasil mempublikasikan artikel ilmiahnya pada salah satu jurnal internasional bereputasi tinggi — International Journal of Child Care and Education Policy — edisi tahun 2026. Pencapaian ini bukan hanya kebanggaan pribadi, melainkan bukti nyata bahwa peneliti dari Gorontalo mampu bersaing dan berkontribusi di level global.Artikel bertajuk "The Policy of the Profession in Early Care and Preschool Education: Historical Dynamics on the Example of Slovakia" ini lahir dari kolaborasi internasional yang apik. Dr. Pupung menggandeng dua peneliti dari Trnava University in Trnava, Slovakia, yakni Branislav Pupala dan Dana Masaryková, untuk mengurai perjalanan panjang kebijakan pendidikan anak usia dini di negara Eropa Tengah tersebut.Kajian ini membawa pembaca menelusuri lorong sejarah kebijakan pendidikan anak usia dini di Slovakia — dari era Austro-Hungaria, melewati era sosialisme, hingga tiba di era demokrasi modern yang penuh dinamika.Penelitian ini tidak sekadar mendokumentasikan masa lalu. Di balik kajian historisnya, tersimpan pesan penting tentang bagaimana sistem pendidikan anak usia dini di Slovakia mengalami transformasi besar — dari pendekatan yang semula berorientasi pada layanan kesehatan dan pengasuhan, menuju model yang semakin menekankan aspek pendidikan secara komprehensif.Studi ini juga menyoroti pergeseran peran para profesional di lapangan — guru taman kanak-kanak dan tenaga pengasuh — serta tantangan kebijakan yang muncul dalam upaya menyeimbangkan dua fungsi utama: mendidik dan mengasuh anak.Tak berhenti di situ, artikel ini menghubungkan pengalaman Slovakia dengan lanskap kebijakan pendidikan anak usia dini yang lebih luas di kawasan Eropa Tengah dan Timur — menegaskan pentingnya sistem pendidikan yang terintegrasi, inklusif, dan mampu mendukung tumbuh kembang anak secara holistik melalui sinergi antara sektor pendidikan, kesehatan, dan layanan sosial.Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menyambut hangat capaian ini sebagai bukti konkret kontribusi akademisi UNG, dalam pengembangan ilmu pendidikan anak usia dini di tingkat global. Keterlibatan peneliti UNG dalam publikasi internasional ini menjadi bukti, kontribusi akademisi UNG dalam pengembangan keilmuan pendidikan anak usia dini di tingkat global.“Capaian tersebut sekaligus memperkuat komitmen UNG dalam mendorong budaya riset, publikasi ilmiah bereputasi, serta kolaborasi akademik internasional," ujar Eduart.Prestasi akademisi FIP diharapkan menjadi pemercik semangat bagi seluruh dosen dan mahasiswa UNG untuk terus berkarya, meneliti, dan menghasilkan publikasi ilmiah yang memberi dampak nyata — tidak hanya bagi dunia akademik Indonesia, tetapi juga bagi komunitas ilmiah internasional. (**)

Lihat Semua Berita