Gelar Academic Culture Series, FIP Dorong Inovasi Digital untuk Penguatan Budaya Akademik

GORONTALO – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali melakukan gebrakan dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi. Pada Kamis (24/4/2026), Aula FIP UNG disulap menjadi ruang kreativitas melalui "FIP Akademik Culture Series" dengan tema Showcase Inovasi Akademik.
Kegiatan ini menjadi panggung bagi enam dosen inovator untuk mempresentasikan karya-karya brilian mereka yang mencakup bidang pembelajaran, riset, layanan, hingga tata kelola fakultas.
Dekan FIP UNG, Prof. Dr. Arwildayanto, M.Pd., dalam sambutannya memberikan pesan tegas bahwa era dosen "rutinitas" harus segera berakhir. Menurutnya, untuk menjadi institusi yang disegani, para dosen harus memiliki academic branding atau ciri khas yang melekat sebagai kekuatan individu.
"Dosen harus memiliki gagasan dan inovasi sebagai identitas akademiknya. Inovasi itulah yang akan menjadi daya tawar seorang dosen untuk berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi fakultas, universitas, hingga ke tingkat nasional," ujar Prof. Arwildayanto.
Ia menegaskan bahwa pimpinan fakultas berkomitmen penuh untuk menjadi katalisator bagi ide-ide kreatif dosen melalui ruang pengembangan, pendampingan, dan dukungan penuh agar inovasi yang lahir tidak berhenti di atas meja, tetapi memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Wakil Dekan Bidang Akademik FIP UNG, Dr. Candra Cuga, M.Pd., menjelaskan bahwa rangkaian Culture Series ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan kultur akademik yang dinamis.
"Kegiatan ini bukan seremonial, tetapi wadah untuk menumbuhkan ide. Apa yang telah dikerjakan oleh para dosen perlu dipublikasikan agar diketahui, dikembangkan, dan dimanfaatkan secara optimal oleh pihak lain," ungkap Candra.
Sebagai langkah konkret pengembangan, FIP UNG berencana memperluas jangkauan showcase ini ke depannya. Tidak hanya melibatkan pimpinan jurusan, dosen, dan tenaga kependidikan secara tatap muka, kegiatan serupa akan dikembangkan dalam format hybrid.
Langkah ini diambil agar partisipasi inovator dari berbagai latar belakang bisa lebih luas, serta memperkuat jejaring kolaborasi akademik yang produktif. Dengan adanya FIP Akademik Culture Series, fakultas optimis dapat menciptakan iklim kerja yang kompetitif namun tetap kolaboratif, di mana setiap gagasan dihargai dan setiap inovasi didorong untuk tumbuh menjadi solusi bagi kemajuan pendidikan.





