Gandengn Unhas, FK UNG Matangkan Kurikulum Spesialis Anestesiologi

GORONTALO – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) selangkah lagi mencetak sejarah dengan menghadirkan pendidikan dokter spesialis. Melalui Fakultas Kedokteran (FK), UNG menggelar workshop kurikulum perdana untuk Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif pada Rabu (4/3/2026).
Bertempat di Ruang Rapat Lantai II FK UNG, kegiatan ini menjadi fondasi krusial dalam mempersiapkan implementasi program spesialis pertama di kampus "Merah Maron". Guna menjamin mutu lulusan, FK UNG menggandeng pakar dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas) sebagai institusi pembina.
Dalam workshop tersebut, Dekan FK UNG, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp.G.K., memaparkan bahwa pengembangan program spesialis ini tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui peta jalan yang terukur. Terdapat tiga fase utama yang akan dilalui yakni, Tahap Nurturing: Persiapan dan penyemaian konsep, Tahap Implementasi Awal: Pelaksanaan dengan mekanisme pendampingan ketat., dan Tahap Transisi: Menuju kemandirian penuh program studi.
"Model pembinaan ini mencakup pendampingan akademik selama dua tahun, penguatan tata kelola administrasi, supervisi tenaga pendidik, hingga penguatan penjaminan mutu internal. Kami ingin memastikan standar yang kami terapkan setara dengan institusi pembina," jelas Cecy.
Workshop ini juga membedah secara mendalam aspek teknis penyelenggaraan pendidikan, mulai dari penyusunan struktur kurikulum yang dinamis, sistem rotasi klinis di rumah sakit pendidikan, hingga mekanisme asesmen kompetensi mahasiswa spesialis.
Selain itu, kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan regulasi internal universitas turut diperkuat sebagai payung hukum penyelenggaraan program. Sinergi dengan FK Unhas diharapkan dapat mengakselerasi kesiapan FK UNG dalam melahirkan dokter spesialis yang handal.
Melalui kurikulum yang terarah dan sesuai standar nasional, FK UNG optimis program ini akan berjalan optimal. Kehadiran PPDS Anestesiologi ini diharapkan menjadi solusi nyata dalam pemenuhan tenaga medis spesialis, sekaligus meningkatkan derajat pelayanan kesehatan masyarakat di kawasan Timur Indonesia.





