FIP UNG dan BKKBN Gelar Roadshow ADUJAK Genre 2026, Siapkan Mahasiswa Jadi Agen Perubahan Menuju Indonesia Emas 2045

Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang unggul dan berkarakter. Bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), FIP UNG menggelar Roadshow Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Generasi Berencana (ADUJAK Genre) Tahun 2026, Selasa (12/5), di Aula FIP UNG.
Kegiatan yang diikuti ratusan mahasiswa tersebut menjadi bagian dari rangkaian program ADUJAK Genre Gorontalo 2026, sekaligus menjadi wadah sosialisasi dan seleksi calon Duta Genre di lingkungan FIP UNG. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai pentingnya perencanaan kehidupan, kesehatan reproduksi, pengembangan potensi diri, hingga kesiapan membangun keluarga berkualitas sebagai fondasi menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045.
Membuka kegiatan secara resmi, Dekan FIP UNG Prof. Dr. Arwildayanto, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada BKKBN atas sinergi yang selama ini terjalin dalam membangun karakter generasi muda melalui Program Generasi Berencana (Genre). Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas menghadapi bonus demografi Indonesia.
"Kami mengapresiasi BKKBN yang terus konsisten menghadirkan program-program edukatif bagi generasi muda. Program Genre bukan hanya tentang memilih duta, tetapi bagaimana membentuk mahasiswa yang memiliki karakter, wawasan, dan kepedulian untuk menjadi teladan di tengah masyarakat," ujar Arwildayanto.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa yang nantinya terpilih sebagai Duta Genre diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa pesan positif kepada sesama generasi muda.
"Anak-anak yang terpilih sebagai Duta Genre adalah generasi pilihan yang nantinya akan menjadi contoh baik bagi lingkungan sekitarnya. Mereka diharapkan mampu membawa pesan hidup sehat, cerdas, dan berkarakter untuk menyongsong Indonesia Emas 2045," katanya.
Lebih lanjut, Arwildayanto menjelaskan bahwa bonus demografi yang akan dinikmati Indonesia beberapa dekade mendatang harus dipersiapkan sejak sekarang melalui pembinaan generasi muda yang memiliki kualitas intelektual, moral, dan sosial. Karena itu, mahasiswa perlu memahami pentingnya merencanakan masa depan, menjaga kesehatan reproduksi, serta menghindari berbagai perilaku berisiko seperti penyalahgunaan narkoba, minuman keras, dan pergaulan bebas.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan lingkungan yang mampu melahirkan generasi muda yang sehat, produktif, dan berprestasi. Oleh sebab itu, FIP UNG akan terus memperkuat budaya akademik yang positif sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai lembaga dalam mendukung pengembangan karakter mahasiswa.
Roadshow ADUJAK Genre 2026 menghadirkan beragam rangkaian kegiatan, mulai dari sosialisasi Program Generasi Berencana, diskusi interaktif, sesi tanya jawab, hingga audisi pemilihan Duta Genre. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh wawasan mengenai pentingnya perencanaan pendidikan, karier, kehidupan berkeluarga, serta pengembangan kepemimpinan di kalangan generasi muda.





