Dua Kelompok Mahasiswa Jurusan Farmasi Lolos Program Pendanaan PKM-K

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo. Sebanyak dua kelompok mahasiswa yang didampingi Apt. Mahdalena Sy. Pakaya, S.Farm., M.Si berhasil lolos Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) melalui gagasan inovatif yang mengangkat sains, teknologi, dan potensi bahan lokal.
Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Farmasi FOK UNG tidak hanya unggul dalam penguasaan akademik, tetapi juga mampu menghadirkan ide-ide kreatif yang aplikatif, solutif, dan memiliki nilai kewirausahaan. Keberhasilan dua tim ini sekaligus menunjukkan kuatnya budaya inovasi dan pembinaan akademik di lingkungan Program Studi Farmasi.
Kelompok pertama diketuai oleh Sucinty Praha Ardana Hilala (51 Farmasi-FOK) dengan anggota Nabbil Aditya Narayan (S1 Farmasi-FOK), Mahamad Fazril Pakaya (S1 Farmasi-FOK), Fores Esto Lamaga (03 Farmasi-FOK), dan Elmida Nur Hikmah (D3 Farmasi-FOK). Tim ini mengusung judul “Inovasi Nampan Penyimpan Berlapis Aktif ‘HULUDU.CO’ Berbasis Kearifan Lokal Gorontalo dengan Teknologi Triggered Release untuk Perpanjangan Umur Simpan Buah.”
Gagasan tersebut menonjolkan perpaduan inovasi teknologi dengan kearifan lokal Gorontalo. Melalui produk nampan penyimpan berlapis aktif, tim ini menghadirkan solusi yang tidak hanya bernilai fungsional dalam menjaga kualitas buah, tetapi juga memiliki prospek pengembangan sebagai produk inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pasar.
Sementara itu, kelompok kedua diketuai oleh Cahyo Saputra Supardi (51 Farmasi-FOK) dengan anggota Nada S. Ramadhani Suid (03 Farmasi-FOK), Natasya Talango (S1 Farmasi-FOK), Sabrina Lutfi Nise (S1 Farmasi-FOK), dan Ani Yanti (51 Farmasi-FDK). Tim ini lolos dengan judul “Inovasi Nanoemulsi Spray ‘90-BUARD’ Berbasis Kitosan, Catnip, Kunyit, dan Bidchar sebagai Deodorizer Anti Toxoplasma pada Pasir Kucing.”
Inovasi yang ditawarkan kelompok ini menghadirkan pendekatan ilmiah dan kewirausahaan dalam menjawab kebutuhan perawatan hewan peliharaan, khususnya terkait kebersihan dan kesehatan lingkungan. Penggunaan bahan-bahan berbasis alam menjadi nilai tambah yang memperlihatkan kepekaan mahasiswa dalam mengembangkan produk inovatif yang fungsional sekaligus memiliki potensi pasar.
Keberhasilan dua tim ini menunjukkan bahwa mahasiswa Farmasi FOK UNG mampu menerjemahkan ilmu pengetahuan ke dalam karya kreatif yang bernilai jual dan berdampak. Lolosnya proposal PKM-K tersebut juga menjadi cerminan penting bahwa pembinaan dosen terhadap mahasiswa terus melahirkan output yang kompetitif di tingkat nasional.





