Dorong Produktivitas Masyarakat, Mahasiswa KKN Tematik Berikan Pelatihan untuk Para Istri Petani

GORONTALO - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2025 Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang ditempatkan di Desa Bulotalangi Timur, Kecamatan Bulango Timur, melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan tepung jagung bagi para istri petani. Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja unggulan yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas sekaligus keterampilan masyarakat, khususnya perempuan.
Jagung yang merupakan komoditas utama di wilayah tersebut sering kali hanya dijual dalam bentuk mentah dengan nilai ekonomi yang relatif rendah. Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN UNG berupaya memberikan alternatif pengolahan hasil pertanian agar memiliki nilai tambah dan dapat dikembangkan menjadi produk turunan yang bernilai jual lebih tinggi.
Pelatihan yang dilaksanakan di Balai Desa Bulotalangi Timur ini menghadirkan narasumber Marleni Limonu, SP., M.Si selaku Dosen dari Fakultas Pertanian, yang memandu peserta dalam praktik langsung mengolah jagung menjadi tepung dengan metode sederhana dan higienis. Proses pengolahan dilakukan dengan metode basah, sehingga lemak dan kotoran dari biji jagung dapat terangkat untuk meminimalisir bau apek pada hasil produk tepung.
Selainitu Tepung jagung hasil olahan ini dinilai lebih sehat karena bebas gluten dibandingkan tepung terigu, sehingga aman dikonsumsi bagi masyarakat dengan intoleransi gluten. Lebih lanjut, tepung jagung ini dapat diolah kembali menjadi beragam produk pangan seperti kue, mie, dan makanan olahan lainnya.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dr. Melizubaida Mahmud, S.Pd., M.Si., berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Bulotalangi Timur, khususnya dalam meningkatkan keterampilan ekonomi berbasis potensi lokal. Pelatihan ditindaklanjuti dengan pembentukan tim kelompok wanita tani untuk membuat program usaha tepung jagung agar bisa lebih produktif dan lebih lagi bisa membantu perekonomian keluarga.
"Melalui pelatihan ini, tim KKN Tematik 2025 berharap agar masyarakat desa, khususnya kaum perempuan, dapat lebih berdaya dalam memanfaatkan potensi lokal. Program pelatihan pembuatan tepung jagung ini menjadi salah satu kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif di pedesaan," ujarnya.
Kepala Desa Bulotalangi Timur, Jon Karim Adam, S.AP, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai sejalan dengan kebutuhan masyarakat desa. Menurutnya, pelatihan ini dapat membuka peluang usaha baru sekaligus mendorong kemandirian ekonomi keluarga petani.
“Kami berharap keterampilan ini bisa terus dikembangkan sehingga ibu-ibu tidak hanya membantu di ladang, tapi juga bisa berperan dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga,” harapnya.





