Dorong Budaya Publikasi Ilmiah, Fakultas Kedokteran Gelar Workshop Case Report Berskala Nasional

Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (FK UNG) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas akademik dan budaya publikasi ilmiah tenaga kesehatan melalui penyelenggaraan Workshop Penulisan Case Report yang dilaksanakan secara daring pada Sabtu (21/6). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara FK UNG, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Gorontalo, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Gorontalo (FK UMGO), serta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Workshop tersebut diikuti oleh 60 peserta yang berasal dari berbagai profesi kesehatan, tidak hanya dokter, tetapi juga tenaga farmasi dan keperawatan yang memiliki minat dalam publikasi ilmiah berbasis kasus klinis. Kegiatan ini menghadirkan narasumber nasional, dr. Muhammad Faruk, Sp.B., yang dikenal sebagai salah satu akademisi dan penulis ilmiah produktif di bidang kedokteran.
Acara dibuka secara resmi dan dihadiri oleh Ketua IDI Wilayah Gorontalo, Dr. dr. Muhammad Isman Jusuf, Sp.N., FISHQua, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp.G.K., beserta jajaran pimpinan FK UNG, serta Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Dr. dr. Irwin Aras, M.Med.Ed., M.Epid., bersama jajaran pimpinan FK UMGO.
Dalam laporan panitia, dr. Sri Manovita Pateda, M.Kes., Ph.D., selaku Ketua Panitia sekaligus Divisi Riset dan Publikasi IDI Wilayah Gorontalo serta Divisi Publikasi Riset IDI Kota Gorontalo, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kebutuhan nyata para tenaga kesehatan yang sering menemukan kasus-kasus klinis menarik, namun masih menghadapi kendala dalam menuangkannya ke dalam bentuk laporan kasus yang sistematis dan layak publikasi.
Workshop ini tidak hanya memberikan pelatihan dasar penulisan case report, tetapi juga menyediakan pendampingan intensif hingga tahap submit manuskrip yang akan dilaksanakan secara luring pada bulan berikutnya.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kualitas publikasi ilmiah di Gorontalo dan Indonesia, tidak hanya bagi dokter, tetapi juga bagi profesi kesehatan lainnya seperti farmasi dan keperawatan,” ujarnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua IDI Wilayah Gorontalo, Dr. dr. Muhammad Isman Jusuf, Sp.N., FISHQua, menekankan pentingnya publikasi laporan kasus sebagai bagian dari pengembangan ilmu kedokteran dan pembelajaran sejawat.
“Saat kita berada di lapangan, kita sering menemukan kasus-kasus yang unik, namun tidak dipublikasikan dengan baik. Akibatnya, pengalaman tersebut hanya berhenti sebagai pembelajaran individual dan tidak dapat dimanfaatkan oleh sejawat lainnya. Di sinilah pentingnya case report, karena berperan sebagai sarana berbagi pengalaman klinis, mengembangkan budaya akademik, memperkaya evidence-based medicine, serta berkontribusi terhadap perkembangan ilmu kedokteran,” ungkapnya.
Pada sesi utama, dr. Muhammad Faruk, Sp.B., membawakan materi komprehensif mengenai penulisan laporan kasus ilmiah. Materi yang disampaikan meliputi pengertian dan karakteristik laporan kasus, alasan pentingnya publikasi case report dalam dunia kedokteran, struktur penulisan yang sesuai standar internasional, alur penyusunan manuskrip, strategi memilih jurnal yang tepat, hingga kiat dan strategi meningkatkan peluang publikasi.
Narasumber juga menekankan bahwa laporan kasus sering menjadi pintu masuk bagi klinisi untuk memulai karier publikasi ilmiah karena memberikan kesempatan mendokumentasikan temuan unik, kasus langka, maupun inovasi dalam penatalaksanaan pasien yang dapat menjadi referensi bagi komunitas medis yang lebih luas.
Melalui workshop ini, FK UNG bersama para mitra berharap dapat mendorong lahirnya lebih banyak publikasi ilmiah berkualitas dari kawasan timur Indonesia, sekaligus memperkuat budaya riset dan publikasi di kalangan tenaga kesehatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kontribusi akademisi dan praktisi kesehatan Indonesia terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik kedokteran berbasis bukti di tingkat nasional maupun internasional.





