Detak yang Tak Selalu Aman, Temuan Riset G-CARE Ungkap Ancaman Gangguan Jantung di Gorontalo

Selama ini, gangguan irama jantung atau aritmia sering dianggap sebagai penyakit yang datang diam-diam dan hanya menyerang kelompok usia lanjut. Namun, sebuah penelitian kesehatan berskala besar di wilayah timur Indonesia justru menunjukkan kenyataan yang jauh lebih mengkhawatirkan. Gangguan kelistrikan jantung ternyata menjadi ancaman nyata yang dapat menyerang berbagai kelompok usia, bahkan mereka yang tampak sehat.
Temuan ini terungkap melalui studi G-CARE yang dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo bersama RSUD Aloei Saboe. Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 3.100 warga di Provinsi Gorontalo dan menjadi salah satu studi pemetaan gangguan jantung terbesar yang pernah dilakukan di kawasan Teluk Tomini.
Hasil penelitian menunjukkan fakta yang cukup mengejutkan. Dari seluruh peserta yang menjalani pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), hanya sekitar 43 persen yang memiliki hasil normal. Selebihnya menunjukkan berbagai gangguan kelistrikan jantung yang berpotensi berkembang menjadi kondisi serius jika tidak ditangani lebih awal.
Salah satu temuan paling mengkhawatirkan adalah tingginya prevalensi pemanjangan interval QTc yang mencapai 15,5 persen. Dalam dunia medis, kondisi ini dianggap sebagai tanda bahaya karena berkaitan erat dengan risiko aritmia berat hingga henti jantung mendadak. Ketika interval QTc memanjang, sistem kelistrikan jantung menjadi tidak stabil sehingga denyut jantung dapat berubah secara tiba-tiba dan fatal.
Penelitian ini juga menemukan bahwa risiko gangguan jantung meningkat tajam pada kelompok usia lanjut, terutama laki-laki di atas 65 tahun. Gangguan seperti atrial fibrillation dan AV block lebih banyak ditemukan pada kelompok ini. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses penuaan tidak hanya memengaruhi kekuatan otot atau daya tahan tubuh, tetapi juga sistem kelistrikan jantung yang mengatur ritme denyut.
Namun, ancaman aritmia ternyata tidak hanya terbatas pada lansia. Studi G-CARE menemukan adanya pola Brugada Syndrome, sebuah kelainan genetik langka yang sering dikaitkan dengan kematian mendadak pada pria muda yang tampak sehat. Temuan ini menjadi penting karena mengindikasikan kemungkinan adanya faktor genetik tertentu pada masyarakat Sulawesi yang selama ini belum banyak diteliti dalam literatur medis nasional.
Selain itu, peneliti juga menemukan kontraksi jantung prematur atau Premature Ventricular Contractions (PVC) dengan karakteristik risiko tinggi pada kelompok dewasa muda. Temuan ini mematahkan anggapan bahwa gangguan jantung serius hanya dialami oleh orang tua atau penderita penyakit kronis.
Menurut para peneliti, kondisi ini diperparah oleh tingginya prevalensi hipertensi dan diabetes di masyarakat. Kedua penyakit tersebut diketahui dapat mempercepat kerusakan sistem pembuluh darah dan kelistrikan jantung. Di wilayah dengan akses layanan kesehatan terbatas, kombinasi faktor ini menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan masyarakat.
Karena itu, penelitian G-CARE menegaskan pentingnya pemeriksaan dini, terutama melalui pemeriksaan EKG rutin. Di kawasan Indonesia Timur yang masih memiliki keterbatasan fasilitas diagnostik canggih seperti Holter monitoring atau studi elektrofisiologi, EKG menjadi alat sederhana namun sangat penting untuk mendeteksi risiko gangguan jantung sejak awal.
Lebih dari sekadar penelitian akademik, studi ini memberikan pesan penting bahwa kesehatan jantung harus menjadi perhatian serius, bahkan bagi mereka yang merasa sehat. Gangguan irama jantung sering kali tidak menunjukkan gejala jelas hingga terjadi kondisi darurat.
Pada akhirnya, penelitian G-CARE mengingatkan bahwa detak jantung bukan hanya persoalan biologis, tetapi juga cerminan kesiapan sistem kesehatan dalam melindungi masyarakat. Dengan deteksi dini, edukasi kesehatan, dan penguatan layanan medis di daerah, risiko kematian akibat gangguan jantung dapat ditekan, sehingga masyarakat di kawasan timur Indonesia dapat menjalani hidup yang lebih sehat dan aman. (Artikel penelitian dipublikasikan melalui laman berikut)





