Site Logo

Dari Pendangkalan Menjadi Solusi: Inovasi UNG Mengubah Sedimen Danau Limboto untuk Konservasi dan Mitigasi Bencana

PenelitianUNG Berdampak
Abdul Wahid Rauf
18 Apr 2026
11:17 WITA
166 dilihat
Dari Pendangkalan Menjadi Solusi: Inovasi UNG Mengubah Sedimen Danau Limboto untuk Konservasi dan Mitigasi Bencana

Selama bertahun-tahun, sedimentasi menjadi salah satu persoalan terbesar yang mengancam keberlanjutan Danau Limboto. Pendangkalan yang terus terjadi tidak hanya mengurangi luas dan kedalaman danau, tetapi juga memengaruhi kualitas ekosistem, meningkatkan risiko banjir, dan berdampak pada kehidupan masyarakat sekitar.

Namun di tangan para peneliti Universitas Negeri Gorontalo, sedimen yang selama ini dianggap sebagai sumber masalah justru diubah menjadi bagian dari solusi.

Melalui penelitian inovatif, tim peneliti UNG berhasil merekayasa sedimen Danau Limboto dan Sungai Alopohu menjadi material ramah lingkungan yang dapat dimanfaatkan untuk pengelolaan air hujan, mitigasi bencana, hingga restorasi lahan pertanian.

Sedimen Tidak Lagi Dipandang Sebagai Limbah

Penelitian berjudul “Rekayasa Formula Media Infiltrasi Stormwater Berbasis Sedimen dan Biochar untuk Konservasi Danau Limboto, Mitigasi Bencana dan Restorasi Lahan Pertanian” ini dipimpin oleh Raghel Yunginger bersama tim peneliti lintas disiplin.

Riset ini didukung melalui skema Penelitian Fundamental Reguler tahun 2025 yang didanai oleh DPPM Kemdiktisaintek.

Berangkat dari persoalan sedimentasi yang semakin serius, para peneliti mencoba mengubah cara pandang terhadap sedimen. Alih-alih dianggap limbah, sedimen diposisikan sebagai sumber daya lokal yang masih memiliki nilai guna tinggi.

Menjadi Paving Berpori dan Media Tanam

Melalui serangkaian proses laboratorium, sedimen dari danau dan sungai dicampur dengan Biochar yang berasal dari sekam padi dan tongkol jagung.

Hasil rekayasa tersebut kemudian digunakan untuk menghasilkan dua produk utama yakni paving blok berpori dan media tanam berbasis sedimen.

Paving berpori ini dirancang agar mampu menyerap dan mengalirkan air hujan ke dalam tanah, sehingga dapat membantu mengurangi limpasan permukaan yang sering memicu genangan dan banjir.

Sementara itu, media tanam berbasis sedimen dan biochar dikembangkan untuk mendukung pemulihan kualitas lahan pertanian.

Kuat Menahan Beban, Mampu Menyerap Air

Hasil penelitian menunjukkan bahwa paving berpori yang dihasilkan memiliki kekuatan mekanik kategori D hingga C sesuai standar SNI.

Meski memiliki struktur berpori, material tersebut tetap cukup kuat untuk digunakan pada taman, halaman permukiman, jalur pedestrian, dan area dengan lalu lintas rendah.

Yang membuatnya menarik adalah tingkat porositasnya yang tinggi. Artinya, air hujan dapat lebih mudah meresap ke dalam tanah dibandingkan mengalir di permukaan.

Dalam konteks perkotaan dan perubahan iklim, teknologi seperti ini menjadi penting untuk membantu mengurangi risiko banjir akibat meningkatnya permukaan kedap air.

Media Tanam dari Sedimen

Tidak hanya itu, media tanam berbasis sedimen dan biochar juga menunjukkan hasil yang menjanjikan.

Selama masa pengujian, penggunaan biochar dari sekam padi memberikan performa paling optimal dalam mendukung pertumbuhan tanaman. Hal ini menunjukkan bahwa sedimen yang sebelumnya dianggap tidak berguna ternyata masih menyimpan potensi untuk dimanfaatkan dalam restorasi lahan pertanian.

Desain “Laba-Laba” untuk Air Hujan

Salah satu inovasi menarik dalam penelitian ini adalah pengembangan struktur retensi air berbentuk “laba-laba”.

Desain tersebut memungkinkan air hujan didistribusikan secara merata ke berbagai arah melalui media infiltrasi yang telah direkayasa.

Dengan cara ini limpasan permukaan dapat dikurangi, genangan air dapat diminimalkan dan cadangan air tanah dapat ditingkatkan.

Konsep ini memperlihatkan bagaimana pendekatan sederhana berbasis material lokal dapat digunakan untuk menjawab persoalan lingkungan yang kompleks.

Ketika Konservasi dan Mitigasi Bertemu

Penelitian ini menjadi menarik karena tidak hanya fokus pada satu persoalan. Pendekatan yang digunakan mengintegrasikan berbagai aspek sekaligus konservasi danau, pengelolaan air hujan, mitigasi bencanarestorasi lahan pertanian. Semua dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang mudah ditemukan di Gorontalo.

Lebih dari sekadar penelitian laboratorium, inovasi ini membuka peluang penerapan nyata di masyarakat, terutama pada wilayah yang rentan terhadap banjir, sedimentasi, dan degradasi lahan.

Solusi Lingkungan Tidak Selalu Rumit

Penelitian ini menegaskan satu hal penting: solusi terhadap persoalan lingkungan tidak selalu harus bergantung pada teknologi mahal dan kompleks.

Kadang, jawaban justru datang dari kemampuan melihat potensi pada sesuatu yang selama ini dianggap masalah.

Sedimen Danau Limboto yang sebelumnya identik dengan pendangkalan kini menunjukkan potensi baru sebagai material ramah lingkungan untuk mendukung keberlanjutan ekosistem dan pengelolaan sumber daya air.

Di tengah tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang semakin nyata, inovasi seperti ini memperlihatkan bahwa sains lokal dapat menjadi jalan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Ikuti berita lainnya

Prodi S1 Manajemen UNG Raih Akreditasi Unggul, Perkuat Posisi sebagai Program Studi Berdaya Saing Nasional
16 Jul 2026
09:35 WITA

Prodi S1 Manajemen UNG Raih Akreditasi Unggul, Perkuat Posisi sebagai Program Studi Berdaya Saing Nasional

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Program Studi Sarjana (S1) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) meraih predikat Akreditasi Unggul, dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA) berdasarkan Keputusan LAMEMBA Nomor 178/DE/A.5/LAMEMBA-U/VII/2026.Capaian ini menjadi pengakuan atas konsistensi prodi  manajemen dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi yang bermutu, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan berorientasi pada peningkatan kualitas secara berkelanjutan.Keberhasilan meraih Akreditasi Unggul tidak diperoleh secara instan. Prodi manajemen harus melalui serangkaian proses penilaian, mulai dari evaluasi dokumen, asesmen lapangan, hingga verifikasi berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan oleh tim asesor LAMEMBA.Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNG, Dr. Raflin Hinelo, M.Pd., menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan.Menurutnya, predikat Akreditasi Unggul menjadi bukti bahwa prodi manajemen telah memenuhi standar tertinggi dalam berbagai aspek penilaian, mulai dari tata kelola prodi, implementasi kurikulum berbasis luaran (Outcome-Based Education), kualitas sumber daya manusia, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kemahasiswaan, hingga jejaring kerja sama.“Akreditasi Unggul merupakan bukti kualitas yang dimiliki prodi manajemen. Hasil ini menunjukkan bahwa seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan telah memenuhi standar terbaik yang ditetapkan LAMEMBA. Tentu capaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta para mitra yang selama ini mendukung pengembangan program studi,” ujar Raflin.Ia menambahkan, capaian tersebut sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan akademik agar mampu menjawab tantangan dunia pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.Apresiasi juga disampaikan Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T. Menurutnya, raihan Akreditasi Unggul semakin memperkuat posisi prodi manajemen, sebagai salah satu prodi yang mampu menghasilkan lulusan kompeten, profesional, berintegritas, serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.“Predikat ini menunjukkan bahwa prodi manajemen telah memiliki kualitas yang diakui secara nasional. Capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi dalam pembelajaran, memperkuat budaya riset, meningkatkan kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri, serta memperluas jejaring kerja sama internasional," ungkap Eduart.Namun demikian, Rektor menegaskan bahwa predikat Akreditasi Unggul bukanlah garis akhir dari proses peningkatan mutu.  Pengakuan tersebut justru menjadi amanah besar bagi seluruh sivitas akademika untuk terus menjaga kualitas pendidikan, meningkatkan pelayanan akademik, serta memperkuat kontribusi program studi dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul yang mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional. (**)

Mahasiswa FSB Lolos Program Bergengsi Belajar Bersama Maestro 2026, Siap Menimba Ilmu dari Maestro Seni Indonesia
16 Jul 2026
02:00 WITA

Mahasiswa FSB Lolos Program Bergengsi Belajar Bersama Maestro 2026, Siap Menimba Ilmu dari Maestro Seni Indonesia

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di tingkat nasional. Muhammad Najmi, mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik), Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) UNG, berhasil lolos sebagai peserta Program Belajar Bersama Maestro (BBM) 2026, sebuah program prestisius yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia untuk melahirkan generasi muda pelestari seni dan budaya Nusantara.Keberhasilan tersebut menempatkan Muhammad Najmi sebagai salah satu mahasiswa terbaik dari berbagai daerah di Indonesia yang akan memperoleh kesempatan langka belajar secara langsung bersama para maestro seni dan budaya Indonesia. Program ini akan berlangsung selama satu bulan, mulai 15 Juli hingga 15 Agustus 2026, di Jakarta.Belajar Bersama Maestro merupakan program nasional yang dirancang untuk menjembatani proses transfer pengetahuan, keterampilan, filosofi, hingga nilai-nilai budaya dari para maestro kepada generasi muda. Selama mengikuti program, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman praktik berkesenian, tetapi juga mendalami proses kreatif yang menjadi ciri khas para seniman dan budayawan Indonesia.Keikutsertaan Muhammad Najmi merupakan hasil dari proses seleksi yang berlangsung sangat kompetitif. Selain kemampuan artistik, peserta juga dinilai berdasarkan komitmen mereka dalam menjaga, mengembangkan, dan mewariskan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi mendatang.Bagi Muhammad Najmi, kesempatan mengikuti BBM 2026 menjadi pengalaman akademik sekaligus ruang pembelajaran yang tidak dapat diperoleh di ruang kelas. Melalui interaksi langsung dengan para maestro, ia akan memperluas wawasan mengenai teknik berkesenian, nilai-nilai budaya, serta pendekatan kreatif dalam melestarikan seni tradisional Indonesia.Dekan Fakultas Sastra dan Budaya UNG, Prof. Dra. Nonny Basalama, M.A., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan mahasiswa FSB tersebut. Menurutnya, capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FSB UNG memiliki kompetensi, kreativitas, dan daya saing yang mampu bersaing pada program-program nasional bergengsi di bidang seni dan budaya."Program Belajar Bersama Maestro merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari para maestro seni Indonesia. Pengalaman ini tidak hanya memperkaya pengetahuan dan keterampilan berkesenian, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa sebagai generasi pelestari budaya bangsa," ungkap Prof. Nonny.Ia berharap pengalaman yang diperoleh Muhammad Najmi selama mengikuti program dapat ditransformasikan kepada mahasiswa lainnya, sehingga mampu memperkuat budaya akademik sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak prestasi di bidang seni dan budaya.Sementara itu, Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Mohamad Amir Arham, M.E., menilai keberhasilan tersebut semakin menegaskan kualitas mahasiswa UNG yang mampu bersaing pada program-program nasional bergengsi.Menurutnya, partisipasi mahasiswa dalam Program Belajar Bersama Maestro sejalan dengan komitmen Universitas Negeri Gorontalo dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kreatif, inovatif, serta memiliki kepedulian terhadap pelestarian seni dan budaya Indonesia."Ilmu dan pengalaman yang diperoleh Muhammad Najmi selama mengikuti program, diharapkan dapat ditransformasikan kepada mahasiswa lainnya, sehingga mampu memperkuat budaya akademik sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak prestasi di bidang seni dan budaya,” harap Amir.

Inovasi Mahasiswa untuk Sekolah Dipamerkan, UNG Mengajar Batch 9 Tunjukkan Kontribusi Nyata bagi Pendidikan di Kabupaten Gorontalo
15 Jul 2026
08:20 WITA

Inovasi Mahasiswa untuk Sekolah Dipamerkan, UNG Mengajar Batch 9 Tunjukkan Kontribusi Nyata bagi Pendidikan di Kabupaten Gorontalo

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Beragam inovasi pembelajaran hasil kreativitas mahasiswa UNG dipamerkan dalam Pameran Produk Program UNG Mengajar Batch 9 Wilayah Kabupaten Gorontalo, yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LPMPP) UNG, Rabu (8/7), di SMP Negeri 3 Limboto Barat.Pameran ini menjadi ajang diseminasi berbagai luaran Program UNG Mengajar yang telah dijalankan selama satu semester di sekolah-sekolah mitra. Tidak sekadar menampilkan hasil karya, kegiatan ini juga menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan inovasi untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di Kabupaten Gorontalo.Pada pelaksanaan UNG Mengajar Batch 9, universitas menugaskan 217 mahasiswa untuk mengabdi di 19 sekolah mitra, yang terdiri atas jenjang SD, SMP, SMA, dan MA di Kabupaten Gorontalo. Selama berada di sekolah, para mahasiswa berkolaborasi dengan guru dalam mengembangkan berbagai metode dan media pembelajaran yang lebih kreatif, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.Berbagai produk inovatif dipamerkan, mulai dari modul ajar Kurikulum Merdeka, media pembelajaran berbasis teknologi digital, alat peraga edukatif, perangkat pembelajaran interaktif, hingga program penguatan literasi dan pendidikan karakter. Seluruh karya tersebut merupakan hasil implementasi program yang telah diterapkan langsung di sekolah-sekolah mitra.Kepala LPMPP UNG, Prof. Dr. Elya Nusantari, M.Pd., menjelaskan bahwa pameran produk merupakan wadah untuk memperlihatkan berbagai inovasi yang telah dikembangkan mahasiswa selama mengikuti Program UNG Mengajar.Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi media publikasi hasil program, tetapi juga ruang berbagi pengalaman dan inspirasi antarmahasiswa, guru, maupun sekolah dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang lebih efektif.“Berbagai produk yang dipamerkan meliputi media pembelajaran, alat peraga edukatif, perangkat pembelajaran, serta hasil program kerja yang telah diterapkan di masing-masing sekolah. Melalui pameran ini, kami berharap inovasi yang dihasilkan dapat menjadi referensi bagi sekolah lain dan terus dikembangkan untuk meningkatkan mutu pendidikan,” ujar Elya.Suasana pameran berlangsung semarak dengan hadirnya 19 stan sekolah mitra yang menampilkan berbagai hasil karya mahasiswa bersama peserta didik. Pengunjung dapat melihat secara langsung media pembelajaran inovatif, proyek kolaboratif siswa, hingga dokumentasi kegiatan mahasiswa selama menjalankan program di sekolah.Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi UNG, Dr. Harto Malik, M.Hum., mengapresiasi sinergi yang telah terbangun antara Universitas Negeri Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Gorontalo, serta sekolah-sekolah mitra dalam menyukseskan Program UNG Mengajar.Ia berharap berbagai produk yang dihasilkan mahasiswa tidak berhenti sebagai hasil pameran semata, tetapi dapat dimanfaatkan dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh sekolah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.“Diharapkan inovasi yang telah dihasilkan mahasiswa dapat terus digunakan dan disempurnakan oleh sekolah. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah seperti ini menjadi langkah strategis dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di daerah," ungkap Harto.Apresiasi juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Dr. Abd. Waris, S.Pd., M.Pd. Menurutnya, kehadiran mahasiswa UNG Mengajar telah memberikan kontribusi positif bagi sekolah, terutama dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan kreativitas guru dan peserta didik.“Semoga kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Gorontalo dan UNG dapat terus berlanjut, sehingga semakin banyak sekolah yang merasakan manfaat dari program tersebut,” harapnya.Melalui Pameran Produk UNG Mengajar Batch 9, Universitas Negeri Gorontalo kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang berdampak langsung bagi sekolah dan masyarakat. Program ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat kualitas pendidikan melalui kolaborasi, kreativitas, dan pengabdian. (**)

Lihat Semua Berita