Site Logo

Catatkan Pencapaian dan Prestasi, UNG Berikan Apresiasi untuk Fakultas dan Dosen

Siaran Pers
Abdul Wahid Rauf
31 Dec 2024
16:23 WITA
889 dilihat
Catatkan Pencapaian dan Prestasi, UNG Berikan Apresiasi untuk Fakultas dan Dosen

GORONTALO – Sebagai bentuk penghargaan untuk berbagai pencapaian dan prestasi yang ditorehkan, Universitas Negeri Gorontalo memberikan apresiasi bagi fakultas dan dosen di lingkungan kampus. Pemberian apresiasi berupa sertifikat penghargaan diberikan oleh Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., untuk berbagai kategori pencapaian fakultas dan dosen yang ditorehkan ditahun 2024.

Penghargaan dan apresiasi diserahkan disela-sela kegiatan koferensi pers capaian kinerja 2024, Selasa (31/12), yang dilaksanakan di rektorat UNG, dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, fakultas dan lembaga, serta dosen dan tenaga kependidikan.

Menurut rektor penyerahan tanda penghargaan merupakan bentuk pengakuan atas kerja keras, dedikasi serta prestasi yang ditorehkan civitas akademika UNG dalam mendukung kemajuan UNG diberbagai bidang. Keberhasilan fakultas dan dosen secara individu dalam mencapai target tridharma perguruan tinggi, harus terus diapresiasi sebagai bentuk motivasi untuk terus bekerja keras dan berkinerja untuk kampus tercinta UNG.

“Dengan pemberian apresiasi ini, UNG berharap dapat terus mendorong semangat inovasi dan kolaborasi di kalangan civitas akademika demi mewujudkan visi menjadi UNG menuju perguruan tinggi unggul dan berdaya saing,” ungkap rektor.

Dalam menyongsong tahun 2025 mendatang, rektor berpesan kepada seluruh jajaran pimpinan, dosen dan tendik, untuk senantiasa menggenjot produktifitas agar supaya UNG dapat terus memberikan dampak positif terhadap perkembangan masyarakat dan negara melalui tridharma pendidikan tinggi.

“Apresiasi pencapaian yang diraih fakultas dan dosen akan menjadi pijakan penting untuk mengusung program kedepan. Apa yang diraih hari ini diharapkan dapat ditingkatkan lagi ditahun depan, sebagai ikhtiar untuk ikut serta mendukung UNG untuk terus berkembang lebih baik lagi,” pungkas rektor.

Penyerahan tanda penghargaan diberikan untuk kategori publikasi tenaga pendidik terindeks scopus terbanyak, publikasi tenaga pendidik terindeks WOS terbanyak, publikasi dosen terindeks SINTA terbanyak, HAK cipta terbanyak, judul penelitian dengan pendanaan DRTM terbanyak, judul pengabdian dengan pendanaan DRTM terbanyak, dosen berkegiatan di luar kampus terbanyak, dosen dengan sertifikasi kompetensi terbanyak, program Studi dengan Skor SINTA Tertinggi.

Penghargaan juga diberikan untuk kategori tenaga pendidik dengan publikasi terindeks SCOPUS terbanyak, tenaga pendidik dengan Sitasi dalam publikasi terindeks SCOPUS terbanyak, jurnal Internasional Bereputasi Terindeks SCOPUS, pengisian Tracer Study terbanyak, peserta MBKM Flagship MSIB terbanyak, peserta MBKM Flagship Asistensi Mengajar terbanyak, fakultas dengan jumlah Guru Besar terbanyak, program studi terakreditasi A / UNGGUL terbanyak, program studi terakreditasi INTERNASIONAL terbanyak, dokumen kerja sama terbanyak, laman unit kerja dengan berita terbanyak.

Ikuti berita lainnya

KKN Tematik UNG Dorong Desa Ayuhulalo Jadi Desa Bersinar melalui Pelatihan Relawan Anti Narkoba
10 Sep 2026
02:01 WITA

KKN Tematik UNG Dorong Desa Ayuhulalo Jadi Desa Bersinar melalui Pelatihan Relawan Anti Narkoba

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Upaya menciptakan lingkungan desa yang aman dan bersih dari penyalahgunaan narkoba terus didorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Salah satunya melalui Pelatihan Tim Relawan Anti Narkoba yang digelar di Kantor Desa Ayuhulalo, Selasa (8/9).Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah mahasiswa KKN Tematik UNG, dalam mendorong terwujudnya Desa Ayuhulalo sebagai Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba). Pelatihan melibatkan masyarakat serta unsur terkait di desa, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan sekaligus membangun kesadaran warga mengenai bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkoba.Tidak sekadar memberikan informasi, pelatihan ini diarahkan untuk menumbuhkan keberanian dan kepedulian masyarakat agar turut mengambil bagian, dalam upaya pencegahan narkoba di lingkungan masing-masing. Mahasiswa KKN Tematik UNG berharap masyarakat dapat menjadi bagian aktif, dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba.Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi dari dua pemateri. Salah satunya Lutfiani Labuga yang memberikan penyuluhan mengenai pencegahan narkoba. Ia menjelaskan bahwa ancaman narkoba dapat hadir di sekitar kehidupan masyarakat, baik melalui lingkungan pergaulan maupun perkembangan media sosial.Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan keterlibatan masyarakat hingga tingkat desa. Semakin kuat kepedulian dan pengetahuan masyarakat, semakin luas pula jangkauan upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk melindungi lingkungan dari ancaman penyalahgunaan narkoba.Pesan tersebut kemudian dirangkum melalui semboyan “Cegah, Lawan, dan Laporkan”. Semboyan ini menjadi dorongan bagi masyarakat agar tidak bersikap pasif ketika menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungannya.Para peserta juga diberikan pemahaman bahwa menjadi relawan tidak cukup hanya dengan kepedulian. Ada tiga hal utama yang perlu dimiliki, yakni niat, ilmu, dan aksi. Niat diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan, ilmu melalui pemahaman mengenai bahaya narkoba dan langkah pencegahannya, sedangkan aksi diwujudkan melalui sosialisasi, edukasi, serta pendampingan kepada masyarakat.Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik UNG, Dr. Heldy Vanni Alam, S.Pd., M.Si., menjelaskan, bahwa keberadaan tim relawan diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat, sebagai edukator sekaligus sahabat bagi warga dalam membangun kesadaran mengenai bahaya narkoba.“Keberadaan tim relawan diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat sebagai edukator sekaligus sahabat bagi warga, khususnya dalam memberikan informasi dan membangun kesadaran mengenai bahaya narkoba,” jelasnya.Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa KKN Tematik UNG berharap terbentuk tim relawan yang mampu menjadi mitra masyarakat dalam menjalankan upaya pencegahan narkoba secara berkelanjutan. (**)

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di UNG, Menumbuhkan Cinta Rasul Sekaligus Merawat Tradisi Walimah di Gorontalo
09 Sep 2026
06:50 WITA

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di UNG, Menumbuhkan Cinta Rasul Sekaligus Merawat Tradisi Walimah di Gorontalo

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Nuansa religius dan kebersamaan terasa begitu kental di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, civitas akademika UNG berkumpul dalam suasana penuh suka cita melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H, Senin (9/9), di Masjid Sabilurrasyad UNG.Peringatan Maulid tidak hanya dihadiri jajaran pimpinan universitas, dosen dan tenaga kependidikan, tetapi juga melibatkan mahasiswa serta sejumlah panti asuhan dan pondok pesantren di Gorontalo. Kebersamaan tersebut menjadikan peringatan Maulid, sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus berbagi kebahagiaan dengan sesama.Keunikan peringatan Maulid di UNG semakin terasa dengan hadirnya tradisi walimah khas masyarakat Gorontalo, lengkap dengan tolangga yang dihias dan diisi beragam sajian. Tolangga tersebut merupakan hasil sumbangan dari berbagai unit kerja di lingkungan UNG.Rektor UNG, Prof. Dr. Eduart Wolok, S.T., M.T., mengungkapkan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, merupakan momentum penting untuk menumbuhkan sekaligus memperkuat kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW.Menurutnya, kecintaan kepada Nabi tidak berhenti pada perayaan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui upaya meneladani akhlak, perilaku, amalan dan ibadah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting untuk menumbuhkan dan memperkuat rasa cinta kita kepada Nabi. Dengan rasa cinta tersebut, kita dapat mengikuti dan meneladani Rasulullah SAW, baik perilakunya maupun amalan dan ibadahnya,” ungkap Eduart.Lebih lanjut, Eduart menjelaskan bahwa peringatan Maulid Nabi merupakan salah satu agenda rutin yang dilaksanakan UNG. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi civitas akademika untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan, sekaligus mengingat kembali sosok Rasulullah SAW sebagai teladan utama umat Islam.“Melalui momentum ini, kita berharap keimanan dan ketakwaan civitas akademika UNG semakin meningkat. Kita juga kembali mengingat Rasulullah SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan,” tambahnya.Tidak hanya sarat dengan nilai keagamaan, peringatan Maulid di UNG juga menjadi ruang untuk menjaga keberadaan tradisi dan kearifan lokal Gorontalo. Tradisi walimah dengan tolangga yang hadir dalam perayaan tersebut memperlihatkan bagaimana nilai keagamaan dapat berjalan beriringan dengan budaya masyarakat.Suasana tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa Maulid Nabi di lingkungan UNG bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, menumbuhkan kepedulian, merawat tradisi, serta menghadirkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan kampus.

Pascasarjana UNG Perkuat Integritas Mahasiswa melalui Kuliah Umum Mitigasi Korupsi
08 Sep 2026
06:37 WITA

Pascasarjana UNG Perkuat Integritas Mahasiswa melalui Kuliah Umum Mitigasi Korupsi

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Membangun institusi pendidikan yang bersih dan berintegritas tidak cukup hanya melalui aturan dan sistem. Kesadaran untuk mencegah korupsi perlu ditanamkan sejak dari lingkungan akademik, termasuk kepada mahasiswa sebagai calon pemimpin dan profesional di masa depan.Komitmen tersebut menjadi perhatian Program Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo (UNG), melalui pelaksanaan kuliah umum bertema “Penguatan Integritas melalui Mitigasi Korupsi dalam Mewujudkan Tata Kelola Institusi Pendidikan yang Bersih, Transparan dan Berintegritas”, Senin (7/9), di Aula Rektorat UNG.Kuliah umum ini diikuti oleh mahasiswa Program Pascasarjana UNG, dengan menghadirkan Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Gorontalo, Dr. Ahmad Hajar Zunaidi, S.H., M.H., sebagai pemateri utama.Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi kerja sama yang terjalin antara UNG dan Kejaksaan Tinggi Gorontalo, khususnya dalam memperkuat pemahaman mengenai integritas, pencegahan korupsi, serta pentingnya tata kelola yang baik di lingkungan institusi pendidikan.Direktur Pascasarjana UNG, Prof. Dr. Ir. Mahludin Baruwadi, M.P., mengungkapkan bahwa kuliah umum ini, menjadi bagian dari rangkaian awal proses perkuliahan di lingkungan Pascasarjana. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan wawasan tambahan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun pemahaman mahasiswa mengenai nilai-nilai yang harus dijunjung selama menjalani pendidikan.“Ini menjadi bagian dari proses awal perkuliahan di lingkungan Pascasarjana, dengan tujuan memberikan penguatan dan pemahaman kepada mahasiswa dalam mengikuti proses perkuliahan,” ungkap Mahludin.Ia menilai, pembentukan karakter akademik tidak hanya berkaitan dengan kemampuan intelektual, tetapi juga menyangkut integritas, tanggung jawab, serta komitmen untuk menjunjung nilai-nilai kejujuran.Sementara itu, Rektor UNG melalui Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Hidayat Koniyo, menilai tema yang diangkat dalam kuliah umum tersebut, sangat relevan dengan kebutuhan perguruan tinggi saat ini.Menurutnya, penguatan wawasan mengenai pencegahan korupsi penting diberikan kepada mahasiswa, agar mereka memiliki pemahaman yang kuat mengenai pentingnya integritas dalam kehidupan akademik maupun ketika nantinya terjun ke dunia profesional.“Kuliah umum ini sangat penting untuk memperkuat wawasan mahasiswa. Terlebih tema yang diangkat sangat penting dalam upaya pencegahan tindak korupsi, sebagai langkah strategis mewujudkan tata kelola institusi pendidikan yang bersih, transparan dan berintegritas, khususnya di insitusi pendidikan tinggi,” jelas Hidayat.Melalui kegiatan ini, mahasiswa Pascasarjana diharapkan tidak hanya memahami korupsi dari aspek hukum, tetapi juga mampu mengenali berbagai bentuk risiko dan potensi penyimpangan yang dapat muncul dalam pengelolaan institusi.Kolaborasi dengan Kejaksaan Tinggi Gorontalo melalui kegiatan edukatif seperti ini menjadi salah satu langkah nyata, dalam memperkuat tata kelola perguruan tinggi sekaligus menanamkan budaya antikorupsi di lingkungan kampus. (**)

Di Balik Jas Putih Tersimpan Talenta Seni, Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNG Tembus Peksiminas XVIII 2026
07 Sep 2026
10:16 WITA

Di Balik Jas Putih Tersimpan Talenta Seni, Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNG Tembus Peksiminas XVIII 2026

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Selama ini mahasiswa Fakultas Kedokteran UNG identik dengan aktivitas akademik yang padat, buku-buku tebal, praktikum, hingga berbagai tuntutan pembelajaran di bidang kesehatan. Namun, anggapan bahwa mahasiswa kedokteran hanya berkutat dengan dunia medis ternyata tidak sepenuhnya benar.Di balik keseriusan mereka menekuni ilmu kedokteran, ternyata tersimpan talenta seni yang tak kalah luar biasa. Hal tersebut dibuktikan oleh tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) UNG, yang berhasil menjadi yang terbaik di tingkat universitas dan berhak mewakili UNG pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XVIII Tahun 2026 di Universitas Jember, Jawa Timur.Ketiga mahasiswa tersebut yakni, Alya Zulfah Halada, Sania Wahyuniar Baderan, Fatimah Daniyah. Mereka akan tampil pada tiga tangkai lomba berbeda, yakni penulisan puisi, monolog, dan lukis. Keikutsertaan ini sekaligus menjadi sejarah tersendiri bagi Fakultas Kedokteran UNG, karena untuk pertama kalinya berhasil mengirimkan wakil pada ajang Peksiminas.Prestasi tersebut menjadi semakin istimewa karena Fakultas Kedokteran, merupakan salah satu fakultas yang relatif muda di lingkungan UNG. Meski demikian, usia fakultas ternyata bukan menjadi penghalang bagi mahasiswanya untuk menunjukkan kemampuan di luar bidang akademik.Justru melalui Peksimitas, mahasiswa Fakultas Kedokteran mampu membuktikan bahwa kemampuan soft skill, kreativitas, dan ekspresi seni dapat tumbuh berdampingan dengan kompetensi akademik yang mereka miliki.Keberhasilan tiga mahasiswa Fakultas Kedokteran tampil di Peksiminas tersebut, bahkan menjadi kejutan tersendiri bagi Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T. Menurutnya, selama ini mahasiswa Fakultas Kedokteran lebih dikenal dengan karakter akademiknya yang serius. Namun, pencapaian pada Peksimitas menunjukkan adanya sisi lain dari mahasiswa FK yang patut diapresiasi.“Ini sebuah kejutan. Selama ini mahasiswa fakultas kedokteran dikenal sebagai orang yang serius dan kutu buku. Tapi faktanya mereka mampu bersaing di tingkat universitas, kemudian berhasil mewakili UNG di tingkat nasional,” ungkap Eduart.Eduart mengaku bangga melihat mahasiswa UNG, khususnya mahasiswa Fakultas Kedokteran, yang mampu mengembangkan potensi diri melalui bidang seni sekaligus menorehkan prestasi.Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu mengembangkan berbagai potensi dan keterampilan yang dapat mendukung pembentukan karakter serta prestasi mereka.“Ini menunjukkan bahwa mahasiswa kita memiliki soft skill dan mampu berprestasi tidak hanya pada bidang akademik, tetapi juga di bidang seni,” tambahnya.Eduart pun memberikan apresiasi kepada tiga mahasiswa FK yang telah berhasil melewati persaingan di tingkat universitas. Ia berharap kesempatan tampil pada Peksiminas XVIII dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memberikan pengalaman sekaligus prestasi terbaik bagi almamater. (**)

Lihat Semua Berita