Bukan Sekadar Baca Buku, Mahasiswa UNG Gelar Kemah Literasi di Siswa Sekolah

GORONTALO – Belajar literasi tidak selamanya harus kaku di dalam ruang kelas. Inovasi segar baru saja dihadirkan oleh mahasiswa Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Mereka menyulap suasana belajar di SMA Negeri 5 Gorontalo menjadi lebih seru melalui program bertajuk “Kemah Literasi.”
Kegiatan ini hadir sebagai ruang belajar alternatif yang memadukan konsep edukasi dengan pendekatan interaktif, bertujuan untuk membangkitkan gairah membaca sekaligus mengasah kreativitas menulis para siswa.
Menjelajahi Kata di "Ruang Terbuka"Program Kemah Literasi dirancang sedemikian rupa agar siswa tidak merasa terbebani oleh teori. Mahasiswa UNG yang bertindak sebagai fasilitator mengajak para siswa menyelami beragam aktivitas literasi yang bermakna, antara lain, Diskusi Buku: Ruang bagi siswa untuk membedah isi bacaan secara kritis, Workshop Penulisan: Sesi kreatif menulis puisi dan cerita pendek (cerpen), Bincang Penulis: Menghadirkan penulis tamu untuk berbagi rahasia dapur kepenulisan dan tips praktis bagi para pemula. Melalui rangkaian kegiatan ini, siswa didorong untuk tidak sekadar menjadi konsumen informasi, tetapi juga menjadi produsen karya yang mampu mengekspresikan ide secara percaya diri.
Pendekatan interaktif ini terbukti ampuh menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis. Para siswa terlibat aktif dalam setiap diskusi, saling berkolaborasi, dan mengasah kemampuan berpikir kritis mereka. Interaksi yang hangat antara mahasiswa dan siswa juga memperkuat keterampilan komunikasi serta kerja sama tim.
“Kami ingin literasi menjadi sebuah budaya yang menyenangkan, bukan kewajiban yang membosankan. Di Kemah Literasi ini, siswa diajak untuk berani bersuara lewat tulisan,” ujar salah satu mahasiswa pelaksana.
Bagi mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia UNG, program ini merupakan laboratorium nyata untuk menguji ilmu yang didapat di bangku perkuliahan. Kolaborasi dengan pihak SMA Negeri 5 Gorontalo memberikan pengalaman berharga dalam merancang program pendidikan yang aplikatif dan berdampak luas.
Dengan suksesnya Kemah Literasi ini, diharapkan benih-benih kecintaan terhadap dunia literasi di SMAN 5 Gorontalo terus tumbuh. Program ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi sederhana namun tepat sasaran mampu mencetak generasi muda yang literat, kreatif, dan siap menjawab tantangan masa depan.





