Bicara Inggris Makin Luwes, Siswa di Pesisir Tomini Kini Jago Gunakan Kosakata Deskriptif

GORONTALO - Tantangan berkomunikasi dalam bahasa Inggris sering kali terhambat oleh keterbatasan kosakata yang dimiliki siswa. Menjawab persoalan ini, Sri Widyarti Ali, akademisi dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG), menghadirkan sentuhan baru dalam pembelajaran bahasa melalui program pengabdian masyarakat di kawasan pesisir Teluk Tomini.
Mengusung tema “Membangun Keterampilan Berkomunikasi Bahasa Inggris Efektif”, program ini memfokuskan diri pada penguasaan kosakata deskriptif—kunci utama agar siswa mampu menggambarkan objek, orang, hingga suasana dengan lebih detail dan bermakna.
Salah satu poin menarik dari pelatihan ini adalah penggunaan pendekatan visual interaktif. Mengingat siswa generasi sekarang sangat dekat dengan media digital, Sri Widyarti Ali memanfaatkan gambar, video, dan animasi sebagai media utama.
Alih-alih hanya menghafal daftar kata dari buku, siswa diajak melihat dan merasakan makna setiap kata melalui tampilan visual yang menarik. Metode ini terbukti ampuh membantu siswa menginternalisasi kosakata deskriptif ke dalam ingatan jangka panjang mereka dengan cara yang lebih mudah dan menyenangkan.
Pelatihan tidak berhenti pada teori. Suasana kelas berubah menjadi dinamis melalui berbagai aktivitas interaktif, seperti Diskusi Kelompok: Siswa didorong untuk saling bertukar ide, Permainan Bahasa: Menciptakan suasana belajar yang kompetitif namun santai, dan Latihan Praktik Komunikasi: Ruang aman bagi siswa untuk berani berbicara tanpa takut salah. Pendekatan ini tidak hanya mengasah kemampuan linguistik mereka, tetapi yang terpenting adalah mendongkrak kepercayaan diri mereka untuk mulai berbicara dalam bahasa Inggris.
Hasilnya sangat menggembirakan. Selama pelatihan, para siswa menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Peningkatan signifikan terlihat pada kemampuan mereka dalam mendeskripsikan sesuatu dengan pilihan kata yang lebih bervariasi dalam percakapan sehari-hari.
“Kami ingin siswa di kawasan Teluk Tomini mendapatkan pengalaman belajar yang tidak hanya efektif, tapi juga mengasyikkan. Ini adalah kontribusi nyata untuk menyiapkan mereka menghadapi tantangan global,” ujar Sri Widyarti Ali.
Inovasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di kawasan pesisir untuk menerapkan metode pembelajaran yang lebih segar, membuktikan bahwa keterbatasan lokasi geografis bukan penghalang untuk memiliki kemampuan bahasa berkelas dunia.





