Bahasa Inggris dan Hati, Dosen UNG Bekali Siswa Pesisir Tomini Kecerdasan Emosional untuk Sambut Wisatawan

GORONTALO - Pendidikan modern kini tak lagi hanya soal angka di atas kertas, tetapi juga tentang bagaimana mengenali diri sendiri. Hal ini dibuktikan oleh tim dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Gorontalo (UNG), yang menghadirkan inovasi pembelajaran unik bagi siswa di kawasan wisata Teluk Tomini.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat, Fahria Malabar, M.A., dan Dr. Magvirah El Walidayni Kau, M.Pd., mengajak siswa SMP Negeri SATAP No. 5 Kabila Bone menyelami topik "Feelings and Emotions" (Perasaan dan Emosi) dalam balutan bahasa Inggris.
Mengenali Diri Lewat Kosakata AsingBagi 27 siswa yang mengikuti program ini, belajar bahasa Inggris bukan lagi sekadar menghafal struktur kalimat yang kaku. Mereka diajak menggunakan kosakata sederhana untuk mendeskripsikan perasaan mereka sekaligus menggambarkan keindahan tempat wisata yang ada di sekitar tempat tinggal mereka.
Fokus utama kegiatan ini adalah penguatan Emotional Intelligence (Kecerdasan Emosional). Dengan memahami kosakata emosi, siswa dilatih untuk lebih peka dalam mengenali perasaan diri sendiri maupun orang lain—sebuah fondasi penting untuk membangun empati dan hubungan sosial yang harmonis di sekolah.
Pemilihan lokasi di pesisir Teluk Tomini bukanlah tanpa alasan. Kawasan ini memiliki potensi pariwisata yang besar dan sering dikunjungi wisatawan mancanegara. Dengan membekali siswa kemampuan bahasa Inggris yang berorientasi pada emosi dan deskripsi tempat, para akademisi ini sedang mempersiapkan generasi muda yang lebih percaya diri.
“Kami ingin para siswa tidak hanya cakap berkomunikasi secara linguistik, tetapi juga memiliki empati yang kuat. Di masa depan, mereka diharapkan mampu mempromosikan potensi wisata daerahnya kepada dunia dengan penuh keramahtamahan,” ungkap tim pengabdian.
Hanya dalam waktu 90 menit, suasana kelas berubah menjadi lebih positif dan inklusif. Pendekatan yang mengintegrasikan penguatan karakter dengan pembelajaran bahasa ini terbukti membuat siswa lebih aktif berpartisipasi.





