Site Logo

279 Peserta akan Ikut Program PPG Dalam Jabatan Kategori 2 di UNG

Abdul Wahid Rauf
23 Aug 2022
11:57 WITA
1.014 dilihat
279 Peserta akan Ikut Program PPG Dalam Jabatan Kategori 2 di UNG

GORONTALO – Program studi pendidikan profesi guru Universitas Negeri Gorontalo mendapat kepercayaan, untuk melaksanakan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan kategori 2 untuk tahun 2022.

Direktur PPG UNG Prof. Nurhayati Abbas, M.Pd, menjelaskan PPG dalam jabatan kategori 2 tahun 2022 akan diikuti sebanyak 279 peserta yang terdiri dari delapan rombongan belajar (Rombel). Seluruh Rombel terdiri dari lima Rombel jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, dan masing-masing satu Rombel untuk jurusan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK).

“Total peserta ada 280 orang, namun hanya 1 orang yang tidak mendaftar kembali sehingga nantinya jumlah peserta PPG sebanyak 279 orang,” ujar Nurhayati.

Dalam menyukseskan pelaksanaan PPG dalam jabatan kali ini, Nurhayati mengaku telah menyiapkan tiga kelompok besar pendukung kegiatan. Kelompok tersebut terdiri dari tim keuangan, tim akademik, serta tim kesekretariatan dan perlengkapan.

“Seluruh kelompok ini nantinya akan saling mendukung seluruh rangkaian pelaksanaan PPG sehingga dapat berjalan optimal,” pungkasnya. (**)

Ikuti berita lainnya

Menuju Kemitraan Strategis, UNG dan KemenP2MI Matangkan Rencana Kerja Sama
22 Sep 2026
07:25 WITA

Menuju Kemitraan Strategis, UNG dan KemenP2MI Matangkan Rencana Kerja Sama

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Universitas Negeri Gorontalo (UNG) terus memperluas jejaring kemitraan dengan lembaga pemerintah untuk mendukung penguatan peran perguruan tinggi. Komitmen tersebut ditandai dengan kunjungan delegasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) di Gedung Rektorat UNG, Senin (21/9).Kunjungan tersebut menjadi langkah awal dalam mematangkan rencana kemitraan resmi antara UNG dengan KemenP2MI. Pertemuan difokuskan pada pembahasan substansi draf Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), sekaligus mempersiapkan berbagai aspek teknis menuju agenda penandatanganan kerja sama.Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi UNG, Dr. Harto S. Malik, M.Hum., menjelaskan bahwa koordinasi tatap muka tersebut, menjadi bagian penting dalam menyelaraskan poin-poin kesepahaman sebelum dokumen kerja sama difinalisasi.“Pertemuan ini menjadi bagian dari proses untuk mematangkan draf MoU, sekaligus mempersiapkan teknis penandatanganan kerja sama antara UNG dengan KemenP2MI,” ujar Harto.Menurutnya, penyelarasan substansi menjadi penting agar kerja sama yang dibangun nantinya memiliki arah dan ruang lingkup yang jelas, serta dapat diimplementasikan secara optimal oleh kedua belah pihak. Karena itu, pembahasan dilakukan secara bersama dengan memperhatikan kebutuhan dan kepentingan masing-masing institusi.“Kehadiran delegasi KemenP2MI dan BP2MI di UNG juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antarlembaga sekaligus membuka ruang pengembangan kolaborasi yang lebih luas,” terangnya.Bagi UNG, kemitraan dengan kementerian dan lembaga pemerintah merupakan bagian dari upaya memperluas kontribusi perguruan tinggi melalui pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta kerja sama kelembagaan.Pertemuan ini sekaligus menjadi pijakan awal bagi terbangunnya kemitraan yang lebih konkret antara UNG dan KemenP2MI. Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak diharapkan dapat mengembangkan kolaborasi yang memberikan manfaat bagi penguatan kapasitas sumber daya manusia dan mendukung kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan pembangunan nasional.

Dari Hasil Laut ke Produk Bernilai, KKN UNG Dorong UMKM Pesisir Huangobotu Naik Kelas
22 Sep 2026
07:17 WITA

Dari Hasil Laut ke Produk Bernilai, KKN UNG Dorong UMKM Pesisir Huangobotu Naik Kelas

Abdul Wahid Rauf

Potensi hasil perikanan di Desa Huangobotu, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan keluarga. Jika diolah dan dipasarkan dengan baik, hasil perikanan juga memiliki peluang untuk berkembang menjadi produk usaha yang bernilai ekonomi.Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN Tematik Tahap II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar sosialisasi pengembangan UMKM pesisir di Kantor Desa Huangobotu. Kegiatan ini menjadi bagian dari program KKN Tematik Tahap II UNG yang bertajuk “Penguatan Pangan Keluarga Melalui Peningkatan Daya Saing Produk Hasil Perikanan Berbasis Branding, Kemasan, dan Kemitraan Pemasaran.”Kegiatan ini diikuti pemerintah desa, Karang Taruna, pelaku UMKM, serta masyarakat setempat. Sosialisasi menghadirkan akademisi UNG yakni Wila Rumina Nento, S.Pi., M.Si., dan Sri Fitriani Monoarfa, S.Pi., M.Si., sebagai narasumber.Dalam materinya, Wila Rumina Nento, S.Pi., M.Si., mengangkat topik “Penguatan Pangan Keluarga melalui Peningkatan Daya Saing Produk Hasil Perikanan Berbasis Branding dan Kemasan.” Ia mengaitkan pemanfaatan ikan dengan ketahanan pangan keluarga sekaligus peluang pengembangan produk olahan skala rumah tangga.Peserta juga diperkenalkan pada berbagai aspek yang dapat meningkatkan daya saing produk, mulai dari pemilihan nama atau merek, desain dan jenis kemasan yang sesuai dengan karakteristik produk, hingga penyusunan label. Aspek legalitas dan jaminan mutu turut menjadi bagian penting agar produk yang dikembangkan tidak hanya menarik secara tampilan, tetapi juga memiliki dasar yang mendukung kepercayaan konsumen.Selanjutnya, Sri Fitriani Monoarfa, S.Pi., M.Si., membahas strategi pemasaran produk olahan hasil perikanan. Materi diarahkan pada hal-hal yang dekat dengan kebutuhan pelaku usaha, seperti mengenali pasar, menghitung harga pokok produksi (HPP) secara tepat, menentukan saluran penjualan, membangun kemitraan pemasaran, serta memilih strategi promosi yang sesuai.Pencatatan penjualan juga menjadi bagian yang ditekankan agar pelaku UMKM dapat mengetahui perkembangan usahanya secara lebih terukur. Dengan demikian, pengembangan produk tidak berhenti pada proses produksi, tetapi berlanjut hingga bagaimana produk tersebut dapat diterima pasar dan memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga.Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik II UNG Desa Huangobotu, Sitty Ainsyah Habibie, S.Pi., M.Sc., mengatakan bahwa potensi hasil perikanan di wilayah pesisir, perlu diikuti dengan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan produk dan memasarkannya. Menurutnya hasil perikanan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, menjadi produk pangan keluarga sekaligus produk usaha.“Peningkatan daya saing tidak cukup hanya dengan menghasilkan produk, tetapi juga perlu memperhatikan branding, kemasan, dan strategi pemasaran agar produk lebih mudah dikenali dan memiliki nilai jual,” ujarnya. Dengan adanya program ini,  Sitty berharap masyarakat Desa Huangobotu diharapkan semakin melihat hasil perikanan sebagai potensi yang dapat dikembangkan dari hulu hingga hilir. Produk yang berasal dari sumber daya lokal tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga memiliki peluang untuk menjadi bagian dari pengembangan usaha masyarakat pesisir. (**)

Belajar Dari Unhas, UNG Dalami Tata Kelola Perguruan Tinggi Negeri – Badan Hukum
19 Sep 2026
06:35 WITA

Belajar Dari Unhas, UNG Dalami Tata Kelola Perguruan Tinggi Negeri – Badan Hukum

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO — Universitas Negeri Gorontalo (UNG) berupaya mempersiapkan diri, dalam menyambut transformasi menuju Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Salah satu langkah strategis tersebut dilakukan melalui kegiatan penguatan pemahaman tata kelola PTN-BH yang menghadirkan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., bersama jajaran pimpinan Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas, Jumat (19/9).Kegiatan yang melibatkan jajaran pimpinan universitas, fakultas dan lembaga di lingkungan UNG, menjadi ruang untuk menyelaraskan pemahaman mengenai tata kelola PTN-BH sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sebagai salah satu faktor penting dalam menopang kinerja institusi.Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menuturkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar UNG, dalam mempersiapkan seluruh elemen universitas menghadapi transformasi menuju PTN-BH. Kehadiran Rektor dan jajaran MWA Unhas diharapkan dapat memberikan perspektif sekaligus pengalaman praktis dalam menjalankan tata kelola perguruan tinggi berbadan hukum.“Penguatan pemahaman ini menjadi bagian dari ikhtiar UNG dalam mempersiapkan diri menuju PTN-BH. Dengan hadirnya Rektor dan Pimpinan Majelis Wali Amanat Unhas, kami berharap pemahaman civitas akademika mengenai tata kelola universitas sebagai PTN-BH semakin kuat,” ujar Eduart.Sementara itu, Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menyebut pertemuan tersebut tidak hanya menjadi sesi berbagi pengalaman mengenai tata kelola PTN-BH, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat dan komitmen bersama antara Unhas dan UNG sebagai perguruan tinggi di kawasan timur Indonesia.“Semangatnya kami bawa adalah bagaimana Unhas dan UNG bisa tumbuh bersama sebagai perguruan tinggi di kawasan timur Indonesia,” ujarnya.Menurutnya, salah satu kunci dalam menjaga tata kelola PTN-BH di Unhas adalah membangun hubungan yang harmonis antara Majelis Wali Amanat, Senat Akademik Universitas, dan Pimpinan Universitas. Ketiga unsur tersebut, kata Jamaluddin, perlu terus menjaga komunikasi dan saling mendukung agar tata kelola perguruan tinggi dapat berjalan secara efektif.Melalui kegiatan tersebut, UNG tidak hanya memperkuat pemahaman mengenai konsep dan mekanisme tata kelola PTN-BH, tetapi juga membuka ruang pembelajaran dari pengalaman Unhas yang telah menjalankan status sebagai PTN-BH. Penguatan kapasitas SDM dan pemahaman tata kelola diharapkan menjadi modal penting bagi UNG dalam membangun tata kelola universitas yang semakin adaptif, mandiri, dan berorientasi pada peningkatan kualitas institusi. (**)

Wisuda ke-63 UNG Mengukuhkan 700 Lulusan Terbaik Dari Berbagai Bidang Keilmuan
18 Sep 2026
06:45 WITA

Wisuda ke-63 UNG Mengukuhkan 700 Lulusan Terbaik Dari Berbagai Bidang Keilmuan

Abdul Wahid Rauf

GORONTALO – Suasana penuh suka cita menyelimuti Auditorium Universitas Negeri Gorontalo (UNG) pada Kamis, (17/9). Sebanyak 700 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari Diploma, Sarjana, Magister, hingga Doktor resmi menyelesaikan pendidikan yang dikukuhkan dalam prosesi Wisuda ke-59 UNG.Ratusan lulusan terbaik UNG tersebut dikukuhkan melalui sidang senat terbuka wisuda ke-63 oleh Rektor UNG Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng., didampingi Ketua Senat Prof. Dr. Femy Mahmud Sahami, M.Si., serta seluruh anggota senat. Momen ini menjadi puncak perjalanan akademik para wisudawan yang telah menempa diri di Kampus Kerakyatan selama beberapa tahun terakhir.Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng., dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberhasilan para wisudawan, merupakan pencapaian yang membahagiakan bagi seluruh keluarga besar universitas. Menurutnya, keberhasilan meraih gelar akadmeik ini bukan hanya milik individu mahasiswa semata.“Ini bukan hanya tanda keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan studi, tetapi juga bukti dedikasi para dosen yang telah mendidik, membimbing, dan mengantarkan kalian hingga merengkuh gelar akademik hari ini. Keberhasilan ini patut kita syukuri bersama,” ujar Prof. Eduart.Momentum prosesi wisuda yang diikuti para lulusan UNG ini tidak hanya menjadi perayaan akademik, namun menjadi simbol dari komitmen UNG dalam mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing. Dengan bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai karakter yang telah ditempa selama berada di lingkungan Kampus, para lulusan diharapkan dapat menjawab tantangan zaman dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.“Dengan bekal penting yang diperoleh selama menempuh pendidikan, para lulusan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang membawa inovasi dan solusi di tengah tantangan dunia modern,” harap Prof. Eduart. (**)

Lihat Semua Berita